Raffles

Raffles
Berangkat



Perjalanan dari Jakarta dimulai ketika kami sudah tiba di Bandara Soekarno Hatta pada pukul 3 dini hari. Kami mengemasi semua barang yang dibawa untuk dimasukkan ke bagasi pesawat. Perjalanan kali ini berbedan dengan perjalanan biasanya. Kali ini kami berangkat bukan untuk travelling membawa koper besar dan pakaian cantik, tapi membawa tas carier besar dan memakai baju lapang. Kali ini jumlah kami pun tak sedikit. Setidaknya ada 28 orang yang ikut dalam perjalanan kali ini.


Kali ini adalah perjalanan menuju suatu lokasi di Indonesia bagian timur sana untuk melaksanakan ekspedisi tahunan kami sebagai bagian dari organisasi pecinta alam di kampus.


Bagi sebagian besar dari kami ini adalah perjalanan yang berharga. Bagaimana tidak, kesempatan ini akan membawa kami menginjakkan kaki di salah satu provinsi Indonesia timur.Bahkan bagi beberapa orang ini adalah pengalaman pertama kalinya mereka naik pesawat. Mayoritas mereka otu adalah orang-orang Jabodetabek yang kuliah di kampus kami. Nah tujuan kami kali ini adalah hutan belantara di Halmahera Utara. Tapi sebelum masuk ke hutan kami harus sampai dulu di Ternate. Penerbangan pagi ini akan membawa kami kesana.


Bagiku sendiri ini adalah pengalaman pertama. Bukan pertama kali naik pesawat, tapi pertama kalinya aku melakukan perjalanan terjauh seumur hidup dan kali ini ke timur Indonesia. Walaupun bukan ke tempat liburan melainkan akan masuk ke dalam hutan, tapi tetap saja bagiku ini akan menjadi pengalaman luar biasa.


Pukul 5.00 tepat pesawat yang kami tumpangi lepas landas. Beberapa teman mulai menutuo mata,ada yang menutup telinga mereka karena takut bercampur suara bising pesawat yang lepas landas.Penerbangan ini akan memakan waktu kurang lebih 5 jam dan ini akan jadi penerbangan terlamaku sejauh ini. Kami akan transit sekitar 20 menit di bandara Sultan Hasanuddin Makassar lalu lanjut menuju bandara Sultan Babulloh Ternate.


Aku tidur selama perjalanan,karena memang sangat ngantuk. Sebelum berangkat ke bandara banyak diantara kami memang tidak sempat tidur karena harus menyiapkan barang yang harus dibawa,lalu dini hari sekali sudah berangkat ke bandara. Sampai di Makassar aku terbangun, ternyata pesawat sudah berhenti dan beberapa penumpang ada yang turun kemudian ada yang naik untuk berangkat ke Ternate. Kurasa disini juga kedua orang itu ikut bersama kami.


Dalam pikiranku orang-orang yang akan menjemput kami adalah berperawakan tinggi, berkulit hitam dan rambut keriting khas timur seperti yang biasa kulihat di TV. Tapi mereka yang datang adalah orang yang berbeda. Bapak asli sini pak? tanya salah satu temanku pada bapak yang mengendarai mobil yang kami tumpangi. Oh,saya mah aslinya sunda,tapi sudah lama tinggal disini. Kan saya kerjanya disini, jadi keluarga saya juga saya bawa kesini, jawab si bapak. Udah berapa lama pak tinggal disini? aku menimpali. jawabannya. Hampir 7 tahun lah, soalnya pertama kali penempatan saya langsung kesini. Ohh kami serempak menanggapi.


Beda ngga sih pak disini sama di Jawa? teman yang lain bertanya.Ngga begitu beda jauh sih karena disini juga sudah bnayak orang jawa-nya soalnya daerah ini emang lokasi migrasi dulu, jawab si bapak lagi. Paling yang membedakan cuma logat bicara kita tambahnya. Memang dari tadi si bapak ngomong dengan logat timur sih.


Sepanjang perjalanan kami terdengar lagu-lagu khas timur diputar. Di mobil yang kami tumpangi pun begitu. Walaupun tidak begitu mengerti artinya tapi aku suka lagu lagu mereka. Irama yang cepat membuat lagu itu seolah adalah lagu gembira tapi bisa saja isinya lirik orang sedang patah hati.


Tak begitu banyak kendaraan di jalan ini, sehingga tidak ada macet seperti yang biasa kulihat di Jakarta dan Bogor. Anak-anak sekolah yang duduk di atas angkot, bergelantungan sambil bercanda di angkot membuat pemandangan yang kami lihat sedikit berbeda dari kota kota besar.