Raffles

Raffles
WC baru



Permasalahan WC hanyut tadi malam karena hujan deras dan arus sungai yang deras akhirnya mendapat solusi pagi ini. Beberapa orang tim yang hari ini tidak melakukan kegiatan ke dalam hutan termasuk anggota tim goa yang tadi masih merasa lelah akibat peristiwa kemarin memutuskan untuk tinggal di camp. Mereka akan memperbaiki kembali WC portabel yang sudah hanyut tadi malam. Kami yang masih memiliki tanggungan target data terpaksa harus kembali ke hutan untuk menyelesaikan pekerjaan termasuk timku.


Hari ini kami akan kembali ke lokasi kemarin meneruskan pengambilan data disana. Mungkin tidak sampai sore karena hanya tinggal beberapa plot lagi yang harus kami selesaikan. Awalnya aku dan tim ingin bersantai saja di camp, tapi target data kami masih banyak dan ini sudah hari ketujuh kami di hutan ini. Tiga hari lagi kami akan kembali ke resort. Mau tidak mau hari ini pun kami tetap harus masuk ke hutan lagi. Hanya saja kami tidak ingin terlalu memaksakan diri hari ini dan berencana untuk kembali cepat ke camp. Karena itu kami tidak membawa bekal makan siang.


Memei yang sedang menyiapkan bekal tadi pagi di dapur bertanya padaku. Kak Ira,tra bawa bekal kah? ini nasi dan lauknya sudah siap, seru memei. Ngga dulu mei, hari ini mau pulang cepat ke camp, bekalnya titip di dapur aja siapa tau nanti kami baliknya agak lama,jawabku.Oke kalau begitu nanti memei letak saja di kotak makan dan disimpan di dapir e, kalo tidak begitu nanti kamu tidak kebagian makan siang, ucap memei lagi. Oke mei sebentar ya ucapku lalu kembali ke tenda untuk mengambil kotak makan kami bertiga.


Mas Dika,Mat siniin kotak makannya biar kukasih ke memei, mintaku pada Dika dan Mat. Mereka memberikan kotak makannya masing masing padaku lalu kuserahkan pada memei untuk diisi bekal makan siang dan disimpan di dapur. Setelah itu kami seperti biasa berdoa tim lalu berangkat.Kali ini hanya membawa air minum dan peralatan lapang saja.


Kami tetap hanya bertiga saja karena dari awal pun memang begitu. Mungkin hari ini sampel yang akan kami bawa ke camp akan lebih banyak dibanding hari sebelumnya karena kemarin tak ada sampel yang berhasil dibawa akibat hujan deras. Malam ini mungkin pak Roji yang membantu kami mengidentifikasi sampel sampel daun,buah dan kulit batang atau bunga tumbuhan yang kami bawa akan sedikit kewalahan. Tapi toh selama beberapa hari ini aman aman saja.


Sebenarnya timku memang harus banyak berterima kasih pada pak Roji karena beliau adalah penyelamat kami setiap kali sampel yang kami bawa dari hutan tak teridentifikasi. Entah karena pengalamannya yang sudah banyak, atau daya ingatnya yang sangat kuat pak Roji masih terbilang sangat handal dalam menangani setiap sampel kami meski usianya sudah terbilang tua.


Di dalam hutan kami melakukan kegiatan seperti biasanya. Setelah selesai segera kami kembali ke camp. Pukul 12.30 kami sudah keluar dari dalam hutan dan berjalan menuju camp.Kalian lapar ngga? tanyaku pada Mat dan Dika. Belum sih teh, aku kan tadi pagi makan banyak jawab Mat. Mereka berdua memang selalu makan banyak tidak pagi, tidak siang atau malam sama saja porsinya. Tidak peduli ada lauk atau tidak mereka selalu menikmati makanannya dengan lahap.


Kenapa WCnya jadi ditaro disana? tanyaku pada mas Adul setiba di camp. Biar lebih dekat aja,lagian kalo disana kan kelihatan dari camp misalnya ada kejadian kayak tadi malam lagi jawab mas Adul. Ohh, ucapku tanda mengerti. Sudah pada makan ya mas? tanyaku lagi pada mas Adul. Udah tuh, anak anak pada tidur siang. Gimana targetmu hari ini udah beres?mas Adul balik bertanya padaku. Sudah,cuma ngebersin yang kemarin sisa aja,yang lainnya besok aja.Udah gak banyak lagi kok, jawabku. Eh mas gimana? udah beres tah, kok nyantai aja? aku balik bertanya pada mas Adul. Udah tuh, aku udah rekap data malah di tabletku, kata mas Adul menunjuk tablet yang ada di tempat tidurnya. Aku baru tahu mas Adul bawa tablet. Gercep banget sih, kan masih bisa dikerjain di resort nanti ujarku.


Biarinlah,besok besok aku masih mau cari data tambahan, biar di resort aku tinggal bikin presentasi aja. Toh disini juga gabut, kata mas Adul. Hmm aku baru tahu mas serajin itu, ujarku lagi.


Aku makan siang di dapur sambil mengobrol dengan mas Adul. Dika dan Mat lebih memilih membawa makanan mereka ke tempat tidurnya. Ayu belum balik ya mas? tanyaku pada mas Adul. Udah tadi tapi habis makan balik lagi mau ngambil data sore katanya, tempatnya lumayan jauh jadi berangkat lebih cepat, jawab mas Adul. Ohh


Mas Adul sudah beranjak dari dapur katanya mau tidur siang. Kali ini giliran Raffles yang mendatangiku. Selesai makan siang aku bermain dengan Raffles. Tadinya aku berniat ingin tidur siang tapi anak kecil itu malah mengajak bermain.


Di dekat tenda tenda kami ada beberapa hammock bergantungan yang digunakan untuk tidur siang atau sekedar bersantai oleh anak anak di camp.Hammock itu juga jadi tempat favorit Raffles.Dia senang berada di ayunan itu,begitu dia menyebutnya.


Kali ini aku dan raffles tidak bermain,kami malah tebak tebakan lagu. Kakak, kalo di rumah sekolah minggu tidak? tanya Raffles. Ngga lah kan kakak sudah besar, sekolah minggu itu untuk anak kecil jawabku. Tapi tahu lagu tidak? tanyanya lagi. Hari ini memang hari minggu, tadinya para porter dan memei berencana ingin membuat semacam ibadah singkat saja di camp, tapi tidak jadi karena beberapa porter harus kembali ke resort dini hari tadi. Pasalnya persediaan makanan kami untuk malam sudah tidak ada,jadi mereka harus kembali untuk membeli bahan makanan di resort. Alhasil aku dan Raffles bermain tebak lagu gereja karena Raffles ingin bernyanyi lagu sekolah minggu katanya.