
# Ini adalah novel pertamaku. Harap maklum bila ada typo dimana-mana atau masih banyak yang kurang sesuai ya😊😊😊
Sekitar 20 menit di jalan, akhirnya kami tiba di kantor balai konservasi Maluku Utara. Di dekat sini ada kampus,jadi banyak mahasiswa yang berkeliaran di sekitar lokasi kami berada sekarang. Sudah cukup bagus juga menurutku. Gedung kampus mereka tak kalah dengan yang ada di kota besar.
Tiba di kantor balai konservasi tersebut kami menurunkan barang dan memasukkannya ke aula kantor. Tas-tas carier besar disusun berjejer di dalam ruangan. Sembari menunggu kegiatan selanjutnya kami melihat lihat daerah sekitar. Di halaman samping kantor ini ada sebuah kandang yang disebut penangkaran. Kandang tersebut berisi berbagai jenis burung yang cantik. Ada merak dan banyak jenis burung nuri di dalamnya, kicauan burung mendominasi sekarang. Menurut informasi kandang ini adalah kandang rehabilitasi yang berfungsi sebagai tempat pemulihan burung-burung yang terkena jerat atau sitaan dari warga sekitar sebelum nantinya dilepasliarkan kembali ke alam.
Setelah puas melihat-lihat kami kembali masuk ke dalam kantor untuk melakukan pengecekan kesehatan. Karena akan berkegiatan di alam, maka kami harus memastikan kondisi badan kami sehat dan fit.
Ada dua orang yang tampk tak asing kulihat dalam kelompok ini. Setelh kuamati akhirny aku tahu siapa mereka. Mereka adalah dua orang yang tadi sempat bertemu kami selagi menunggu barang bagasi di bandara
Setelah saling kenalan akhirnya aku tahu ternyata mereka pun akan bergabung dengan tim kami hanya saja kajian mereka berbeda. Mereka berdua adalah dua orang pemuda yang datang dari Yogyakarta, tergabung dalam sebuah organisasi konservasi disana. Mereka kesini untuk mencari data penelitian terkait dengan organisasi mereka. Karena asli jawa, ngomongnya medok banget mereka berdua ini. Sensasi jawa tetap kental terasa walaupun kami berada di timur.
Acara pengecekan kesehatan selesai dan kami masing-masing sudah diberi vitamin oleh dokter untuk menjag daya tahan tubuh selama berkegiatan. Saatnya bersiap kembali untuk melanjutkan perjalanan, karena perjalanan kami menuju lokasi sesunghuhnya masih jauh. Setelah ini kami akan berangkat menuju pelabuhan kota untuk melanjutkan perjalanan.
Perjalanan dari kantor menuju pelabuhan kami tempuh dengan mobil dalam waktu hampir setengah jam. Pelabuhan penyebarangan sofifi, itu namanya. Terletak di pusat kota Sofifi membuat pelabuhan ini selalu ramai, hanya saja ada waktu-waktu tertentu, karena todak setiap hari ada kapal yang beroperasi.
Sampai di pelabuhan kami disambut oleh pemandangan kapal-kapal besar yang siap untuk diberangkatkan. Hmm disini baru terlihat lebih banyak orang timur asli. Mereka yang membantu kami mengangkat barang-barang bawaan terlihat sudah terbiasa.
Di pelabuhan kami mendapat satu orang teman lagi. Dia adalah mahasiswa dari Universitas setempat, orang Maluku asli. Namnya Sat, kami memanggilnya kaka Sat. Sebenarnya sejak kami tiba di pelabuhan, dia sudah ada disana. Sepertinya dia sedang menunggu rombongan kami, tapi tak langsung bergabung ketika kami sampai. Mungkin dia masih bingung ketika melihat jumlah kami lumayan banyak.
Kabarnya Sat adalah mahasiswa yang sedang melakukan PKL, jadi dia akan ikut bersama kami ke hutan nantinya. Jam menunjukkan pukul 13.30.Kami makan siang dulu sebelum nanti masuk ke kapal. Kapal akan berangkat pukul 14.15,jadi kami masih punya waktu lumayan untuk makan dan melihat-lihat sekitar pelabuhan.
Tak lama kemudian, terdengar bunyi sirine panjang yang menandakan bahwa sebentar lagi kapal kami akan berangkat. Kami semua bergegasbawa batang bawaanenuju kapal. Tas-tascarier berisi barang oribadi digendong oleh masing-masing orang. Sedangkan kotak-kotak besar berisi perlengkapan lapang diangkut oleh beberapa orang laki-laki.Kali ini Sat ikut naik ke kapal dengan kami.
Perjalanan dengan kapal ini akan ditempuh selama 3 jam untuk sampai di lokasi selanjutnya. Lokasi yang akan kami tuju adalah Resort,salah satu bagian pengelolaan Balai Taman Nasional yang akan kami jelajahi.
Waktu di kapal kami gunakan untuk melihat-lihat pemandangan sekitar. Kami memilih untuk berada di lantai teratas kapal. Dari sini pemandangan terlihat lebih bagus tapi angin juga semakin kencang. Air laut masih sangat jernih,tak banyak sampah dan angin terasa lebih segar.
Waktu ini tidak kami biarkan begitu saja. Kami mengambil banyak foto dan video di kapal untuk menjadi momen seru yang akan dikenang nantinya. Kapan lagi kan bisa dapat momen ini, kalaupun nanti ada yang kembali ke tempat ini lagi tentu sudah dengan suasna yang berbeda.
Kami sudah tiba di tengah perjalanan. Tak terasa, hari juga sudah semkin sore. Tapi lihat disana, gunung Tidore terlihat lebih jelas dari tengah laut ini.Beberapa orang ada yang mengabadikan foto gunung itu dengan memegang uang seribuan di tangannya. Hmmm terlihat sedikit alay sih, tapi tidak apa namanya juga pengalaman. Justru nanti foto itu akan menjadi pengingat tentang momen ini.
Waktunya sholat ashar. Di kapal ini disediakan mushola. Jadi orang yang ingin sholat bisa menggunakan mushola itu.
Teman-teman kami segera pergi sholat karena masih lumayan lama kami baru akan tiba. Oh iya di kapal ini banyak juga polisi-polisi ganteng, sepertinya mereka juga ingin pergi ke suatu lokasi.Mungkin mereka akan latihan di lokasi tertentu.Jumlah mereka lumayan banyak dan sepertinya mereka masih anggota yang baru lulus pendidikan, karena kepalanya masih pelontos.
Beberapa orang dari kami ada yang lelah dan bosan,lalu mereka memutuskan untuk tidur saja menunggu kapal ini tiba di pelabuhan nantinya. Lagu-lagu timur masih tetap terdengar sejak kami memasuki kapal hingga sebentar lagi akan tiba di pelabuhan.Sedikit demi sedikit sepertinya kami akan hafal dengan lirik lagu lagu ini.
Tinggal setengah jam lagi kapal akan tiba di pelabuhan. Para awak kapal mulai memberi instruksi agar kami mulai bersiap-siap. Sampah-sampah bekas makanan segera dikumpulkan dan dibuang ke tempat sampah yang disediakan di kapal. Mereka yang tadinya tidur satu per satu mulai bangun lalu membenahi diri dan barang bawaannya masing-masing. Kami mulai bersiap untuk turun ke geladak kapal untuk mencari tas carier masing-masing karena semua barang besar dan berat disimpan disana. Satu per satu mulai mendapatkan tasnya masing-masing dan kini kami siap untuk turun dari kapal. Sebentar lagi kapal ini akan berlabuh.