Raffles

Raffles
Perjalanan panjang



Bunyi sirine panjang terdengar. Tandanya sebentar lagi kapal akan tiba di pelabuhan tujuan. Seperti sudah tak sabar ingin segera turun,semua orang mulai berbaris dan satu per satu berjalan menuju keluar ketika kapal sudah benar-benar berhenti. Jam sudah menunjukkan pukul 15.40 ketika kami tiba. Segera kami turun dari kapal dan diinstruksikan oleh bapak pegawai kantor yang menemani kami untuk keluar dari pelabuhan menuju mobil yang akan membawa kami ke balai. Udara menjadi panas, walaupun sudah sotre, namun terik matahari masih menyengat.


Mungkin karena di dekat laut jadi semakin terasa panas. Kami mulai keluar dari pelabuhan dan benar saja di luar sudah banyak mobil bak terbuka dan mobil pribadi menunggu kami. Tas dan kotak besar berisi barang dan peralatan lapang segera kami naikkan ke mobil bak terbuka.


Karena tidak cukup semua masuk mobil kecil, maka anak laki-laki banyak yang naik mobil bak sambil menjaga barang-barang kami. Perjalanan ini akan memakan waktu sekitar 1.5 jam untuk sampai di kantor balai. Karena riuh dan banyaknya orang kami tidak menyadari salah satu teman tertinggal di pelabuhan. Kami baru menyadarinya ketika sampai di kantor dan berhitung,ternyata jumlah kami kurang satu orang. Ah benar-benar merepotkan. Begitu lah yang terucap dari mulut kami ketika menyadari hal tersebut. Untuk menghemat waktu maka salah seorang petugas membawa motor untuk menjemputnya ke pelabuhan. Sepertinya dia ketinggalan ketika sedang ke toilet tadi.


Gedung kantor ini lebih besar dibandingkan kantor pertama tempat kami melakukan pengecekan kesehatan. Di bagian depan gedung kantor terdapat tulisan "Tagi Togumua" menggunakan bahasa setempat yang artinya eksplorasi tiada batas. Nah di kantor ini ternyata bukan hanya kami saja yang akan melakukan penelitian di hutan. Dua orang mahasiswi dari Universitas Tidore akan ikut bersama kami. Mereka adalah mahasiswi yang sedang PKL. Selain itu ada 4 orang mahasiswa yang datang dari Bandung. Mereka sedang melakukan PKL juga tapi sudah hampir selesai dan mereka akan segera. kembali ke Bandung. Hanya saja mereka akan ikut dengan rombongan kami menuju perkemahan nanti malam.


Setelah makan malam dan sholat kami mulai bersiap untuk kembali melanjutkan perjalanan. Kali ini perjalanan kami menuju kantor resort dan akan ditempuh selama 3 jam menggunakan mobil. Tapi kali ini bukan mobil bak terbuka lagi yang akan kami tumpangi melainkan mobil pribadi.Barang bawaan kami sudah dibawa terlebih dahulu menggunakan mobil bak lalu kami menyusul di belakangnya. Sungguh tidak terduga,kami yang tadinya berpikir tempat ini masih tertinggal ternyata salah. Disini sudah banyak mobil - mobil bagus seperti yang kami tumpangi sekarang. Hanya jalanan yang kami lewati belum semuanya beraspal.


Tapi tetap saja membawa sensasi sendiri selama perjalanan. Satu mobil diisi 6 orang.Sepanjang perjalanan aku fokus dengan pemandangan sekitar. Pohon cengkeh dan kelapa mendominasi jenis tumbuhan yang kami lewati sepanjang jalan. Satu hal yang membuat kami merasa wah adalah walaupun di jalan berbatu atau jalan rusak sekalipun mobil kami seperti tidak peduli. Bahkan supir ini bilang bahwa mereka sudah biasa dengan hal seperti ini, bahkan mereka balapan. Saat satu mobil mulai menyalip maka mobil lain akan menambah kecepatan untuk saling menyalip juga. Jalanan yang berkelok-kelok, berbatu dan kami yang belum terbiasa sedikit syok. Kami mulai merasa mual dan ada yang bahkan sampai muntah.


Hari sudah semakin malam. Kami memutuskan untuk beristirahat sejenak sembari menunggu teman-teman yang sedang mengeluarkan isi perutnya dengan muntah. Memang perjalanan ini agak ekstrim.Bagaimana bisa mereka balapan di jalan yang berkelok kelok ini ditambah penerangan jalan pun sangat minim. Kami yang baru pertama kali langsung merasa syok. Tapi ada juga beberapa orang yang terlihat sangat menikmati perjalananan mereka.


Setelah beristirahat sejenaknkami melanjutkan kembali perjalanan. Jam sudah menunjukkan pukul 19.00 dan jalanan semakin gelap. Kata pak supir kami akan sampai sekitar jam 8 malam. Berarti masih sejam lagi kami akan berada di mobil ini dan menikmati perjalanan gila ini. Aduhhh badanku rasanya sudah mulai lelah,tulang-tulang seperti dipatahkan setiap kali mobil melewati jalanan berbatu. Tak banyak warga yang berada di luar rumah,kata pak supir jam 8 malam warga di kampung ini sudah tidak melakukan aktivitas di luar rumah lagi. Pintu pintu rumah yang kami lewati sudah banyak yang ditutup.


Setelah istirahat sebentar, sebuah mobil truk besar datang dan berhenti di halaman depan kantor.Tampaknya kami akan melanjutkan sisa perjalanan dengan truk ini.


Seseorang memberi instruksi bahwa sebentar lagi kami akan berangkat menuju lokasi kemah. Banyak yang bermalas-malasan untuk sekedar berdiri dari posisinya yyang berbaring ketika instruksi itu datang. Rasanya ingin langsung tidur saja karena badan sudah sangat lelah. Tapi tidak boleh ada yang ketinggalan lagi seperti kejadian tadi sore.


Benar saja kami disuruh naik ke atas truk. Sebuah kursi plastik dijadikan alat bantu agar kami lebih mudah naik ke atas bak mobil truk tersebut.Setelah siap, kami melanjtukan perjalanan. Kali ini hari sudah benar-benar gelap, dan karena jalanan yang kami lalui sepi ditambah lagi melewati hutan rasanya sedikit ngeri. Suara binatang binatang malam mulai terdengar. Katanya kami akan tiba di lokasi jam 10 malam.Hmmm mata sudah mulai mengantuk, tapi tidur dengan posisi berdiri di dalam truk ditambah jalan yang tidak jauh berbeda dengan jalanan menuju kantor resort tidak mungkin. Akhirnya untuk mengusir rasa takut yang mulai menyerang, kami pun memutuskan bernyanyi saja di dalam truk. Mulai dari lagu indi, lagu pop bahkan indonesia raya kami nyanyikan di dalam truk itu,demi mengusir rasa takut.


Hati-hati di depan ada ranting pohon,tiarap kata seorang bapak yang menemani kami. Mereka mereka yang berbadan tinggi mulai tiarap. Kadang disaat seperti ini aku merasa beruntung juga dengan tinggi badanku yang tak seberapa ini. Kami yang memang pendek bisa berlindung diantara mereka yang tubuhnya menjulang.Ada untungnya juga jadi orang pendek, walaupun sering diejek, tapi dalam. beberapa situasi justru beruntung.


##


Terimakasih kepada yang sudah membaca, ayo tinggalkan like lebih banyak biar author makin semangat buat up😊