
Hari kedua di balai. Semua orang terlihat sibuk sejak bangun pagi tadi. Ruang baca tidak lagi sepi seperti biasa karena hampir semua anggota tim ekspedisi ada disana. Hari ini semua regu mengerjakan pengolahan data yang dikumpulkan selama di hutan. Waktu kami hanya tinggal 3 hari lagi sebelum kembali ke Jakarta. Hari terakhir di balai akan diadakan presentasi hasil akhir yang kami kerjakan selama ekspedisi di depan kepala balai dan seluruh jajarannya. Kami harus mempersiapkan segal sesuatunya dengan baik.Tapi lagi-lagi semua orang baru sibuk ketika waktu sudah mepet. Padahal sejak tiba di resort sebenarnya kami punya banyak waktu untuk mencicil pekerjaan ini agar tidak terlalu berat ketika di akhir. Tapi maklum lah namanya mahasiswa, kami tidak terlepas dari kebiasaan bepikir saat terdesak. Jangankan mengolah data seperti ini, persiapan ujian semester saja bisa hanya semalam jadi yang sering disebut sks (sistem kebut semalam).
Seharusnya kami mencontoh mas Adul dan mas Nanang temannya yang ketika di lapangan saja sudah mengerjakan pengolahan datanya. Lihat sekarang,saat semua orang sibuk mereka berdua justru bisa bersantai melihat-lihat kepanikan di wajah-wajah kami. Siapa suruh malas bukanya ngerjain dari kemarin,ejek mas Adul saat melihatku kerepotan dengan banyaknya data yang harus kuolah bersama timku. Sejak pagi tadi setelah mandi kami memang segera menuju ruang baca untuk menandai lapak, supaya kebagian tempat yang strategis untuk mengerjakan laporan kami. Tempat yang strategis adalah dekat dengan colokan listrik dan AC. tapi baiklah, biar kuluruskan dulu perkataan mas Adul tadi, sebenarnya kami bukan malas atau menunda-nunda pekerjaan, tapi memang otak kami saja yang tidak bisa diajak berfungsi dengan baik sebelum terdesak, sewotku pada mas Adul. Hahahaha ada aja alasan kamu itu, mas Adul melanjutkan aktivitasnya melihat-lihat regu lain.
Aku, Dika dan Mat beruntung karena kami membawa laptop cadangan dari Jakarta sehingga data bisa kami bagi dua untuk dikerjakan sekaligus.Beruntung juga tadi malam kami sudah mencicil mengerjakannya walaupun sedikit, tapi setidaknya mengurangi beban hari ini. Kami mulai fokus mengerjakan apa yang bisa kami kerjakan masing-masing sambil menunggu masakan bibi di dapur matang, karena kami belum sarapan. Wangi masakan bibi lama-lama semakin tercium membuat perut mulai minta untuk diisi.
Sekitar pukul 8.00 pagi para pegawai kantor sudah berdatangan. Mereka siap memulai hari dan pekerjaannya masing-masing. Tidak lama setelahnya kepala balai juga terlihat tiba di kantor. Pak Rolan datang ke ruang baca mencari Dani. "Ada Dani? tanyanya. Dani yang mendengar namanya disebut segera menghampiri pak Rolan. "Dani ditunghu dinruang kepala balai sekarang, sepertinya beliau mau membicarakan teknis presentasi akhir kalian, jelas pak Rolan. Iya Dani adalah ketua tim pelaksana ekspedisi ini. Sejak awal memilih taman nasional ini untuk jadi lokasi ekspedisi,Dani lah yang berhubungan langsung dengan kepala balai untuk memastikan semua kegiatan kami berjalan dengan baik dan lancar. Segera Dani mengikuti pak Rolan menuju ruangan kepala balai.
Kami kembali sibuk dengan pekerjaan masing-masing setelah pak Rolan dan Dani keluar dari ruang baca. "Teh, datanya banyak banget, mau dimasukin semua ke PPT? Mat menanyakan pendapatku ketika dia akan mendesain slide Power point untuk presentasi regu kami. Hmmm,kayaknya ngha usah deh, soalnya waktu presentasinya juga gak banyak jawabku. Yang dimasukin bagian data yang penting-penting dan menarik saja.Data anggrek tuh masukin semua sama jenis yang punya kegunaan khusus, saran Dika. Nah, boleh tuh, biar ngejelasinnya juga gampang,aku setuju dengan saran dari Dika. Karena nantinya aku sebagai ketua regu yang akan mempresentasikan laporan regu kami. Jadi sebaiknya dibuat singkat, padat dan jelas saja.
Setelah makan kami mencuci piring masing-masing bergantian. Jika ada satu atau dua orang yang baik dan mau mencucikan semua piring bekas makan kami, maka semua orang akan berterima kasih padanya.Setelahnya semua kembali lagi ke ruang baca untuk meneruskan aktivitas yang tadi sempat tertunda. Tapi bukannya mengerjakan tugas masing-masing, malah ada yang bermain hp, tidur-tiduran di lantai dan banyak lagi kelakuan-kelakuan aneh yang terlihat. Tapi dimana lagi akan bisa menemukan momen seperti itu jika tidak sedang dalam kegiatan ekspedisi ini. Momen dimana rasa malu bukan lagi sesuatu yang penting karena semua orang akan terlihat aslinya.
Hari sudah semakin siang. Ruang baca masih penuh,tidak satu pun orang beranjak dari sana. Sepertinya seharian ini akan kami habiskan menatap layar laptop dan data-data sialan yang banyak itu. Mulai terlihat wajah-wajah lelah, mata merah dan mengantuk karena terlalu lama menatap layar laptop. "Duh, banyak banget sih, boleh ngga datanya dimanipulasi aja biar cepat, Alika mulai mengomel. Sepertinya data regu kupu-kupu itu memang cukup banyak, sejak kemarin sore mereka sudah mulai mengerjakannya tapi belum juga menujukkan tanda-tanda akan selesai. Hapus aja datanya kalo kebanyakan mah, Farhan dengan santainya memberi saran.Satu lagi yang sering terjadi di kehidupan mahasiswa ketika mengerjakan tugas dengan segudang data, maka muncullah ide-ide gila macam menghapus data yang disarankan Farhan pada Alika tadi.
Makannya jangan malas, ejek mas Adul. Duh lagi-lagi dia malah mengejek bukannya membantu.Karena ingin segera menyelasaikan tugas-tugas itu kami sampai lupa makan siang. Beberapa orang yang tidak bisa lagi menahan laparnya memutuskan untuk makan saja meskipun sudah jam 3.00 sore. Ketika fokus dengan sesuatu memang seringkali kita melupakan hal lain,termasuk makan sekalipun. Aku memutuskan untuk menyelesaikan saja tugasku lebih dulu baru makan. Sebenarnya aku juga tidak terlalu lapar. Dika dan Mat sudah meninggalkanku sejak tadi untuk makan.Dua manusia itu memang paling tidak bisa menahan lapar. Biarlah mereka makan dulu,setelah itu kembali lagi membantuku.