
Ketika melakukan suatu pekerjaan di hutan atau sering juga kami sebut sebagai pekerjaan lapang, tidak jarang kami harus membawa atau mengambil spesimen untuk keperluan lebih lanjut dengan data yang sudah dikumpulkan.
Spesimen adalah suatu bagian atau secara utuh lengkap objek yang diteliti yang diambil untuk keperluan penelitian lebih lanjut. Selain itu spesimen juga berfungsi sebagai alat identifikasi lanjutan. Maka dari itu kegunaan spesimen sangat besar dalam suatu data penelitian. Data akan sangat terpengaruh dengan ada atau tidak adanya spesimen yang dikumpulkan. Berlaku untuk data kuantitatif yang dikumpulkan di lapangan.
Spesimen bisa berupa objek yang diambil secara langsung maupum foto dari suatu objek penelitian. Jika spesimen yang diambil berupa objek segar maka dibagi menjadi dua macam yaitu spesimen basah dan spesimen kering. Nah spesimen basah ini biasanya berupa buah atau akar,kuliy batang maupun bagian lain yang diawetkan menggunakan alkohol dan disimpan dalam wadah seperti botol. Sedangkan spesimen kering adalah awetan yang dikeringkan. Dalam kasus reguku spesimen kering yang kami ambil adalah herbarium.
Lalu apa pula herbarium itu? Herbarium adalah awetan dari bagian tumbuhan yang diambil bisa berupa daun atau bunga yang lalu dikeringkan dengan cara ditumpuk di dalam koran dan disiram alkohol. Nantinya akan dikeringkan menggunakan oven atau dijemur.
Ekspedisi yang kami laksanakan memerlukan spesimen sebagai data pendukung untuk keperluan laporan dan dokumentasi juga untuk meyakinkan bahwa data valid. Hampir setiap regu memiliki spesimen masing-masing kecuali regu peneliti burung dan ekowisata yang memiliki dokumentasi hanya dalam bentuk foto.
Spesimen yang kami kumpulkan seharusnya dibawa pulang bersama dengan kami ke Jakarta. Namun karena terjadi sedikit masalah saat pengurusan izin, maka kami tidak bisa membawanya pulang. Awalnya tidak ada masalah dengan izin pengambilan spesimen tersebut, namun karena menjelang akhir berada di balai ada orang LIPI yang berkunjung ke balai maka mau tidak mau kami pun harus mengurus izin pengambilan spesimen ke balai konservasi.
Lalu kenapa harus membutuhkan izin? Jawabannya adalah karena spesimen yang kami ambil berasal dari daerah konservasi dan beberapa diantaranya termasuk dalam jenis dilindungi oleh negara. Pengurusan izin membutuhkan waktu sekitar empat hari sampai satu minggu,sehingga kami tidak sempat mengurusnya.
Namun demikian, spesimen itu akan tetap dikirimkan oleh pihak balai kepada kami setelah surat izin keluar. Kenapa tidak dibawa saja tanpa surat izin jika memang tidak sempat mengurusnya? Jawabannya karena ketika di bandara semua barang yang kami bawa akan diperiksa terlebih dahulu dan jika spesimen itu ditemukan maka kami akan dikenakan biaya cukai atau spesimen kami akan ditahan untuk diberikan kepada pihak yang berwenang untuk menanganinya.
****
Kami telah tiba di Jakarta dan hari pertama setelah di Jakarta kegiatan yang kami lakukan adalah kuliah. Ya hari pertama di semester yang baru. Tidak terasa waktu sepertinya begitu cepat berlalu. Baru saja rasanya kemarin menjadi mahasiswa baru, eh tidak tahunya sudah memasuki semester akhir saja.
Namun begitu tanggung jawab terhadap kelanjutan ekspedisi belum selesai. Masih ada banyak laporan ilmiah yang harus kami selesaikan terkait dengan data ekspedisi kemarin. Belum lagi laporan keuangan dan keperluan lainnya. Yang paling penting adalah pembentukan panitia seminar nasional yang akan membahas tentang data ekspedisi tersebut.
Jangan harap setelah tiba di Jakarta bisa bersantai santai. Malah semakin banyak pekerjaan yang harus dilakukan di luar jam kuliah. Banyaknya hal yang harus dipersiapkan membuat kamu justru lebih sering menginap di sekret himpunan atau bahkan terpaksa pulang pagi dari kampus. Rapat demi rapat pun dijalankan dan satu per satu telah sampai pada keputusan terakhir termasuk mengenai jadwal akan dilaksanakannya seminar nasional nanti.
****
Satu minggu setelah sudah beraktivitas seperti mahasiswa pada umumnya, Dani mendapat telepon dari balai taman nasional yang memberitahu bahwa surat perizinan spesimen sudah jadi dan spesimen yang masih ditinggalkan di balai sudah bisa dikirimkan ke Jakarta.
Namun bukan hanya spesimen saja, melainkan pak Didit yang akan langsung membawanya karena beliau pun ada urusan di Jakarta.Sekalian ingin berkunjung ke kampus yang dulunya juga merupakan tempatnya menuntut ilmu,pak Didit memutuskan untuk membawa sendiri spesimen kami. Ya pak Didit adalah alumni dari kampus kami di jirusan yang sama dengan kami saat ini.
Saat rapat malam harinya Dani memberitahu kabar baik tersebut pada semua peserta rapat.Kami berencana untuk menyambut kedatangan pak Didit yang menurut informasi Dani akan tiba di Jakarta tiga hari yang akan datang. Senangnya bisa bertemu lagi dengan beliau,padahal baru seminggu pulang tapi sudah rindu saja.
****
Hari yang ditentukan sudah tiba. Siang nanti pak Didit akan tiba di kampus. Kebetulan sekali sedang tidak ada jadwal kuliah siang ini. Beberapa anak memutuskan untuk pulang ke kos atau rumah masing-masing setelah kelas terakhir tadi pagi selesai. Ada juga yang ke perpustakaan atau makam di kantin. Kami yang ingin bertemu dengan pak Didit menunggu di kampus di sebuah koridor yang terdapat meja, kursi dan wifinya yang sering dijadikan tempat nongkrong oleh mahasiswa jurusan kami.
Memang apalaagi yang diperlukan jika sudah ada tempat duduk dan wifi. Lengkap sudah apalagi ditambah snack yang terletak indah diatas meja. Sembari menunggu Dani dan beberapa orang yang sedang menjemput pak Didit kami membahas kelanjutan rapat tadi malam.
Namanya mahasiswa tidak terlepas dari yang namanya organisasi dan rapat. Itulah kami sekarang, bahkan dari pagi sampai pagi kembali berada di kampus untuk organisasi. Kadang sampai tugas kuliah pun terlupakan. Tapi tidak sering karena bagaimana pun kuliah adalah tujuan utama kami sedangkan organisasi kewajiban di luar kuliah. Hahaaha sama saja.
Dani dan pak Didit sudah tiba di kampus membawa box besar berisi spesimen yang sudah ditumpuk menjadi satu wadah. Setelah bertemu dengan kami,pak Didit memutuskan untuk menemui beberapa dosen yang pernah mengajarnya sekaligus ingin bersilaturahmi. Bagaimana oun dosen -dosen itu memiliki peranan penting dalam perjalanan hidupnya.
Kami masih berada di kampus sampai malam karena setelah menemui dosen pak Didit bersama kami berkumpul di sekret.Bertemu dengan teman-teman semasa kuliah yang sudah lama tidak pernah bertemu merupakan suatu nikmat tersendiri.
Spesimen yang sudah di tangan segera kami keluarkan dari box dan dipisahkan sesuai pembagian taksanya. Beruntung tidak ada yang rusak, dan setelah ini spesimen itu akan digunakan untuk membantu pembuatan laporan.