R&B

R&B
MENJENGUK BIA



Setelah jam pelajaran terakhir selesai, dan bel pulang sekolah dibunyikan, Azura, Arsha dan beberapa teman-temannya mulai menyusun jadwal untuk menjenguk Bianca di rumah sakit. Azura akan menelfon Zena, Arsha dan Gilang akan membeli cemilan untuk Bianca.


di rumah, sepulangnya dari sekolah Azura segera mengganti pakaiannya ke pakaian bebas lalu mulai menghubungi kakak Zena melalui chat, yang isinya :


* keterangan ( tipis Azura, tebal Zena )


' P ' ' ini beneran kontak kakaknya Bianca? '


' iya ini siapa? '


' aku teman sekelasnya Bia kak, tadi pagi aku dapet kabar dari ketos kalo katanya Bia gak berangkat karena habis ditusuk, jadi aku sama temen-temen Bia yang lain mau njenguk kak '


' oh gitu '


' iya kak, saya chat kakak karna mau nanya, Bia dirawat di rumah sakit apa ya kak? soalnya sekarang kita mau otw ke sana '


' di rumah sakit XMA jalan B2 '


' oh iya, terimakasih kak '


' iya '


saat membalas chat dari Azura, Zena membatin dengan diikuti oleh sudut bibir Zena yang melengkung, tersenyum kecil ' setia banget jadi temen, gue aja pas lagi sakit bukannya di jenguk malah dibacotin.. jadi pengen tuker temen.. '


»»————\> **R&B** <————««


Setelah mendapatkan informasi tentang letak rumah sakit tempat Bianca dirawat, Azura segera menghubungi teman-temannya yang akan ikut menjenguk agar mereka bisa mengatur jadwal. Setelah perbincangan yang cukup panjang, akhirnya mereka sepakat akan menjenguk Bianca di jam 4 sore.


kesepakatan pun telah selesai, Azura berbaring di kasurnya lalu melihat jam di layar HP nya. Dari layar HP, tertera pukul 15.25 WIB, setelah itu dia bersantai sejenak untuk memejamkan mata sebentar. 15 menit pun berlalu, Azura membuka matanya dan melihat jam di layar HP nya, yang menunjukkan pukul 15.40 WIB. Karena jam sudah mendekati jam 4 sore, Azura bangkit dari kasurnya dan berjalan menuju kamar mandi untuk bersiap-siap menuju rumah sakit.


saat sedang bersiap memakai pakaian dan segala macam pelengkapnya, dari halaman rumah Azura terdengar suara klakson motor dan Azura tahu siapa yang berada di halaman rumahnya itu ' Arsha dah dateng rupanya, gercep juga.. ' batin Azura.


" IYA BENTAR!!! " teriak Azura dari dalam kamarnya. Setelah menyemprotkan parfum dan memakai jam tangannya Azura pun keluar dari kamarnya dan segera menuju halaman rumah karena Arsha telah menunggu.


Azura membuka pintu rumahnya, lalu menyapa Arsha yang sedang bermain dengan kucing liar yang ada di halaman rumah " weh, Sha.. ayo jalan.. "


Arsha menoleh dan tertegun sejenak, melihat penampilan Azura yang tidak biasa dia lihat sebelumnya. " widih pangling gue ama lu Zur, beda banget ya sama yang di sekolah.. "


mendengar perkataan dari Arsha, pipi Azura memerah lalu di menjawab " biasalah cuy, gue tuh orangnya tuh pemalu kalo diluar sekolah.. " sahut Azura.


" halah, yaudah lah yuk kita berangkat! udah jam 4 juga! " kata Arsha. Meskipun tak terlihat terlalu jelas, tapi wajah Azura saat itu tampak memerah karena malu mungkin, jantungnya berdegup kencang tak karuan. Tapi Azura bisa mengendalikan dirinya, dan bersikap seolah-olah dia tidak menghiraukan perkataan Arsha tadi.


" gass! "


∘₊✧──────✧₊∘


Arsha menyalakan mesin motornya, dan mereka berdua pun mulai menuju rumah sakit XMA yang Zena katakan, teman-temannya yang lain juga sama, membonceng teman-teman yang kendaraan nya rusak, dan sedang dipakai.


jarak dari rumah mereka masing-masing untuk menuju rumah sakit XMA tidaklah terlalu jauh, sebab rumah sakit XMA adalah rumah sakit terdekat yang ada di sekitar kabupaten. Sesampainya mereka berdua di halaman parkir rumah sakit, mereka berpapasan dengan beberapa teman mereka yang lainnya yang juga baru sampai. Di halaman parkir itu mereka tidak banyak berbasa-basi karena bintang utama di rumah sakit itu, the one and only saat itu adalah Bianca.


mereka langsung masuk ke dalam rumah sakit setelah bertegur sapa di halaman parkir di rumah sakit. Azura kemudian bertanya pada resepsionis di rumah sakit itu " permisi kak, pasien yang bernama Bianca Aurellia dirawat di kamar mana ya kak? "


" oh oke, terimakasih ya kak! " ujar Azura.


Dia lalu menuntun teman-temannya untuk naik ke lantai 3 dan menuju ruang rawat Anggrek no 3 menaiki lift.


" Wih~ naik lift gini siapa yang narik ya? " celetuk seorang temannya yang bernama Agus.


"astagfirullah si Agus! jangan norak banget lah jadi orang! emangnya kamu gak pernah naik lift apa? " sambar Arsha.


" nggak tuh, ini pertama kalinya aku naik beginian.. aku kan wong melarat.. " jawab Agus.


" ya rob, malah roasting nasib! " ucap Arsha.


" ah udah lah, si Agus bukan the one and only hari ini.. Bianca bro- "


TING!!


pintu lift terbuka, Azura, Arsha dan teman-temannya keluar dari lift dan langsung berjalan mencari kamar Anggrek no 3. Terlihat di depan kamar Anggrek ada ayah yang sedang bertelepon dengan seseorang. Azura menghampiri ayah Bianca dan menyapanya


" halo om! "


" eh, Zura ya? mau jenguk Bia? " tanya ayah.


" iya om, Bia nya udah baikan om? " tanya Azura.


" oh iya alhamdulillah, udah siuman dia.. kalo mau jenguk, jenguk aja gapapa, dari tadi komuknya gabut terus tuh.. " ujar ayah Bianca.


" oh siap om! kita semua masuk dulu ya om "


" iya! "


KRIEETT


pintu kamar dibuka oleh Azura, Azura masuk ke dalam kamar dan melihat Bianca yang sedang berbaring sambil menonton teve, Azura menyapa Bianca " wih~ the one and only lagi terkapar! gimana Ca, udah baikan belum? "


" baik dong, Bianca kan imun nya kuat, jadi gak gampang sakit! " sahut Bianca.


" halam mpret! imun nya kuat kok masuk rumah sakit! " sambar Arsha yang datang " nih cemilan! " cemilan yang dibeli oleh Arsha dan Gilang ditaruh di meja yang berada di sebelah kanan Bianca.


" wih makasih banyak loh gess! "


teman-temannya yang lain pun duduk di sofa panjang yang berada di belakang meja tadi. Ruang rawat Anggrek no 3 itu menjadi penuh dengan suara gelak tawa anak muda, dan sedikit ribut.


" eh, jangan terlalu ribut friend kalo di rumah sakit gini, kasian pasien di kamar sebelah " tegur Bianca yang merasa kamar itu makin riuh.


" oh iya sori Ca! "


『••✎••』Bersambung...