R&B

R&B
PEMILIK TOPI



Setelah mendapatkan izin dari Bianca untuk menggunakan charger nya, dan HP milik adiknya sudah bisa menyala kembali. Rafael mulai mengulik informasi tentang pemilik topi itu. Situasi kembali canggung, ayah sedang menonton TV, Rafael sedang mengotak-atik HP adiknya, sedangkan Bianca tak tau mau berbuat apa. Karena merasa GABUT, Bianca memulai pembicaraan dengan Rafael.


" kukira tadi kak Rafael udah balik ke rumah, ternyata masih ada di rumah sakit toh.. " ujar Bianca.


Rafael tertawa kecil lalu menjawab " hehe.. iya ada urusan mendadak, kamu sendiri kok belum tidur? padahal tadi tidurnya pules banget.. "


" tadi denger HP-ku bunyi, soalnya kak Zena nelfon.. jadi keterusan deh sampe sekarang.. "


ayah yang sedang menonton TV menoleh ke arah Rafael untuk bertanya tentang keadaan adik dari Rafael, " gimana adikmu Raf? apa kata dokter? ".


mendengar pertanyaan ayah, Bianca pun menyela dan ikut bertanya pada Rafael. " eh? adik kakak masuk rumah sakit kah?? kapan? " tanya Bianca.


" jam setengah 11-an tadi, dia masuk rumah sakit.. " jawab Rafael.


" kenapa dia kak? "


" dikeroyok " jawab Rafael dengan singkat, padat dan jelas.


terkejut, mata Bianca sedikit membelalak, telapak tangan kanannya menutupi mulutnya yang sedikit menganga tak percaya, Bianca pun kembali bertanya " astagfirullah!! kok bisa kak? kapan kejadiannya?! tell me kak! "


Rafael pun mulai menceritakan kejadian yang telah terjadi beberapa saat yang lalu, Rafael menghela nafasnya panjang lalu bercerita


" 1 jam yang lalu, sekitar jam setengah 11-an ayahmu bangunin aku karena tidur di lantai, nah karena hujannya udah berhenti aku lebih milih pulang.. mungkin sekitar 10 menitan aku jalan naik motor, di daerah gedung bekas SMP 2 aku ngeliat kayak ada yang lagi berantem, aku deketin dan ternyata ada sekitar 7 anak laki-laki lagi mukulin adikku.. " jelas Rafael panjang × lebar, mendengar cerita dari Rafael Bianca pun mengangguk.


ayah yang ikut mendengarkan cerita Rafael, menyambar dan menanyakan pertanyaan nya yang belum sempat Rafael jawab " jadi gimana kata dokternya Raf? gimana keadaannya, udah baikan? "


" dokter sih tadi bilangnya, Ryan udah ditangani cuma masih butuh perawatan lebih aja.. belum siuman juga, mungkin besok bisa siuman..kayaknya... " jawab Rafael.


" oh.. gitu ya, kalo udah siuman kabarin ya. nanti biar om jenguk adekmu, barter kita "


' barter? emangnya transaksi jual beli ginjal apa, ada kata barter.. random amat ' batin Bianca.


»»————\> **R&B** <————««


Sekitar jam 23.50 WIB, Rafael masih melanjutkan penyelidik tentang pemilik topi yang telah mengeroyok adiknya. Ayah masih menonton TV dan Bianca pun masih terjaga, merasa haus Bianca turun dari ranjang rumah sakit lalu berjalan menuju kulkas sambil memegangi tiang infusnya, untuk mengambil minuman yang dibelikan oleh teman-temannya tadi siang. Bianca mengambil 2 jus kotak, dan sekotak buah anggur, lalu berjalan menuju sofa yang diduduki oleh Rafael.


Bianca duduk di sebelah Rafael, lalu menawarkan jus yang dibawanya " mau kak? "


" oh, iya terimakasih... "


Bianca mengintip ke layar HP milik adik Rafael, dan tercantum nama ' 𝐷𝑖𝑜𝑛_𝑎𝑏𝑒𝑐𝑒 ' di aplikasi Insta**** yang sedang dibuka oleh Rafael. " Dion...? hmm~ anjir followers nya banyak juga " gumam Bianca.


" kamu kenal? atau ada gitu temenmu yang kenal dia? " tanya Rafael. Rafael pun menunjukkan foto siswa bernama Dion itu, kepada Bianca. Bianca pun melihatnya sekilas, sambil meminum jus yang diambilnya dari kulkas, dia mencoba mengingat-ingat.


Bianca melahap sebutir anggur, lalu dia berkata " oh iya!! aku inget kak! " ujar Bianca, " seingat ku, Dion itu dulu pernah tinggal di depan rumahku dia itu adik sahabat ku dulu namanya Nindy, dia juga temen kak Zena waktu kami kelas 8.. tapi kalo diinget-inget lagi, dulu itu Dion lumayan pendiem kak.. tapi gak tau kenapa tiba-tiba Nindy, Dion sama keluarga nya itu mendadak pindah ke Aceh.. dia juga udah ganti nomor handphone, jadi kita lost kontak sekarang.. " jelas Bianca.


" tempat tinggalnya sekarang itu dimana ya kita-kira? kamu tau? " tanya Rafael.


" mmm.. gak tau sih kak, aku baru tau Nindy pindah ke sini lagi karena kak Rafael kasih tau aku foto Dion.. makanya aku inget " ujar Bianca " tapi mungkin di postingan IG nya Dion, ada kali tuh nama sekolah dia sekarang.. " usul Bianca.


"... hmmm bener juga! " mendengar usulan dari Bianca, Rafael pun mencari postingan Dion yang mungkin ada nama gedung sekolah tempat dia sekolah sekarang. Setelah dicari-cari, dia menemukan foto dengan latar gedung sekolah itu yang telah Dion posting 1 tahun yang lalu.


Rafael melihat sekilas foto itu, terlihat ada Dion dan Ryan yang saling merangkul dan bahkan terlihat sangat akrab, dan postingan itu diberi hastag #bestfriend forever. Rafael pun mulai goyah, yang tadinya dia mengira pemilik topi itu adalah salah satu pelakunya, kini dia berfikir ulang. Bianca pun kembali mengusulkan kepada Rafael, untuk melihat chat terakhir dari Ryan bersama temannya yang bernama Dion.


Rafael pun membuka WA milik adiknya dan mencari kontak Dion. Setelah dicari, Rafael menemukan kontak yang menghubungi Ryan terakhir kali, dan itu adalah Dion yang mengirim chat :


* ( miring : Dion, biasa : Ryan )


' kenapa? '


' 𝑚𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑖𝑛𝑖 𝑘𝑎𝑚𝑢 𝑏𝑒𝑛𝑒𝑟𝑎𝑛 𝑚𝑎𝑢 𝑘𝑒𝑡𝑒𝑚𝑢𝑎𝑛 𝑠𝑎𝑚𝑎 𝑏𝑎𝑛𝑔 𝐸𝑔𝑎? '


' iya Di, aku juga kurang tau sih kak Ega mau apa sampe pengen ketemuan sama aku '


' 𝑚𝑒𝑛𝑢𝑟𝑢𝑡𝑘𝑢 𝑚𝑒𝑛𝑑𝑖𝑛𝑔 𝑗𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑠𝑖ℎ 𝑅𝑖, 𝑓𝑖𝑟𝑎𝑠𝑎𝑡 𝑘𝑢 𝑔𝑎𝑘 𝑒𝑛𝑎𝑘 𝑏𝑎𝑛𝑔𝑒𝑡 𝑑𝑒ℎ 𝑏𝑒𝑛𝑒𝑟𝑎𝑛 '


' maksud kamu? '


' 𝑦𝑎 𝑔𝑎𝑘 𝑒𝑛𝑎𝑘 𝑎𝑗𝑎 𝑔𝑖𝑡𝑢 𝑝𝑒𝑟𝑎𝑠𝑎𝑎𝑛 𝑎𝑘𝑢 𝑑𝑒𝑛𝑔𝑒𝑟 𝑘𝑎𝑚𝑢 𝑚𝑎𝑢 𝑘𝑒𝑡𝑒𝑚𝑢 𝑠𝑎𝑚𝑎 𝑏𝑎𝑛𝑔 𝐸𝑔𝑎, 𝑎𝑝𝑎 𝑚𝑎𝑢 𝑎𝑘𝑢 𝑡𝑒𝑚𝑒𝑛𝑖𝑛 𝑎𝑗𝑎 𝑅𝑖 '


' gak usah lah Di, gimana kalo bapakmu marah nanti '


' 𝑠𝑒𝑙𝑜𝑤 𝑅𝑖, 𝑎𝑚𝑎𝑛 𝑘𝑜𝑘. 𝑎𝑡𝑎𝑢 𝑔𝑖𝑛𝑖 𝑎𝑗𝑎 𝑅𝑖, 𝑛𝑎𝑛𝑡𝑖 𝑎𝑘𝑢 𝑖𝑘𝑢𝑡 𝑘𝑎𝑚𝑢 𝑡𝑎𝑝𝑖 𝑎𝑘𝑢 𝑙𝑖𝑎𝑡 𝑑𝑎𝑟𝑖 𝑗𝑎𝑢ℎ, 𝑘𝑎𝑙𝑜 𝑎𝑑𝑎 𝑎𝑝𝑎-𝑎𝑝𝑎 𝑠𝑎𝑚𝑎 𝑘𝑎𝑚𝑢 𝑚𝑢𝑛𝑔𝑘𝑖𝑛 𝑎𝑘𝑢 𝑏𝑖𝑠𝑎 𝑏𝑎𝑛𝑡𝑢 '


' iya deh '


✎﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏


Membaca chat terakhir dari Ryan dan Dion, Rafael jadi semakin bingung. Dia pun mencoba mencari percakapan terakhir dari Ryan dan seseorang yang bernama ' Ega ' itu, tapi Rafael tak menemukan chat ataupun kontak Ega di handphone milik adiknya itu. Rafael pun sedikit putus asa, tapi Bianca kemudian mengusulkan kepada Rafael untuk mendatangi Dion di sekolahnya esok harinya.


" kenapa nggak kakak tanya aja ke Dion nanti besok, kan kakak udah tau tuh alamat sekolahnya dimana, pasti sabi lah.. " ujar Bianca.


Rafael mengangguk, mengiyakan usulan Bianca. Ayah yang melihat jam sudah menunjukkan pukul 24.15 WIB, meminta Bianca untuk beristirahat, begitupun dengan Rafael " udah malem ini Ca, tidur sana.. kamu juga Rafa.. tidur aja dulu nanti besok bisa dilanjut.. "


" iya om.. ", Rafael berdiri untuk keluar dari kamar rawat Bianca, tapi ayah mencegahnya dan meminta Rafael untuk tidur saja bersamanya di kamar rawat Bianca.


" heh heh! mau kemana kamu, udah tidur sini aja, toh adekmu juga belum siuman.. temenin om disini.. "


" gak apa-apa om, biar saya ke kamar rawat adik saya aja.. kasian dia sendirian " saut Rafael.


" tapi lorong nya udah gelap loh, awas ada yang nguntit.. "


" saya cowok om.. "


" oh yaudah.. kalo gitu, jangan nyesel ya gak dengerin apa kata om.. awas loh nanti balik lagi~ " goda ayah.


" gak akan om.. " jawab Rafael sambil tersenyum lebar.


𝐍𝐨𝐰 𝐥𝐨𝐚𝐝𝐢𝐧𝐠. . .


Ya, a few minutes later... Rafael kembali lagi ke kamar rawat Bianca, karena alasan takut. Rafael pun akhirnya memilih tunduk pada perintah ayah, yang memintanya tidur di kamar Anggrek 3 bersamanya. Melihat Rafael yang kembali lagi dengan wajah tegang, ayah tertawa puas.


" hahahahahahaha! gimana ketemu apa tadi? " tanya ayah yang melihat Rafael kembali ke kamar Anggrek 3.


" itu.. ada setan om, di lift.. " jawab Rafael dengan raut wajah tegang, dan tubuhnya lemas " kok om bisa tau sih, ada begituan di rumah sakit ini..? "


" biasalah, om tuh rada-rada peka gitu~ "


mendengar jawaban ayah, Rafael hanya bisa berkedip, membeku,dan tak bisa berkata apa-apa lagi ' kenapa gak ngasih tau dari tadiii!! tau gitu aku diem disini.. '.


『••✎••』Bersambung...