
Hari sudah mulai sore, Rafael berpamitan pada ibu dan tentu saja pada pacarnya. Motor Rafael terdengar sudah jauh dari jalan rumah Bianca, dan ibu dibantu bi Arum dan Bianca memulai aktivitas template mereka di sore hari, yaitu memasak untuk makan malam.
sekitar bada Maghrib, ayah pulang dari kantornya. Seperti biasa, ibu menyambut ayah dan menyuguhkan masakan-masakan yang ibu buat bersama bi Arum dan Bianca.
Bianca, ibu, dan ayah sudah bersiap di meja makan untuk makan malam. Tapi.. seperti ada yang kurang. Oh! itu Zena, Zena tak ada di meja makan dan masih berada di dalam kamar. Ibu menyuruh bi Arum untuk memanggil Zena untuk turun ke meja makan dan menyantap makan malamnya.
TOK TOK TOK!
bi Arum mengetuk pintu kamar Zena, " teh.. teteh dipanggil ibu buat makan malem teh. " kata bi Arum.
" iya.. " jawab Zena dengan suara yang lemas dari dalam.
Zena turun dari lantai 2, menuju ke meja makan. Sesampainya di meja makan, fokus Zena tertuju pada sesuatu, yaitu kalung Bianca yang Bianca dapatkan dari Rafael. Zena datang ke meja makan dengan penampilannya yang terlihat acak-acakan, hidungnya merah, matanya juga memerah, rambutnya lumayan kusut karena berguling terus di kasur, yah..seperti orang yang baru bangun tidur pada umumnya, cuma ditambah mata dan hidung yang memerah. Melihat penampilan Zena yang amburadul begitu, ibu menyeletuk
" mata sama hidungnya merah, kamu gak abis nangis kan? "
" enggak, Zena cuma agak flu gitu, mata Zena juga emang agak sedikit sakit doang.. "
" oh ya udah.. "
Zena menatap Bianca yang sedang melahap makan malamnya, matanya kembali terfokus pada kalung Bianca " itu kalung dari Rafa ya? "
mendengar pertanyaan dari Zena Bianca hanya mengangguk pelan dan menjawab " iya "
" oh... " Zena mengangguk.
' Bianca, lo gak berhak make kalung itu, cuma gue yang pantes make kalung itu.. gue gak akan biarin ini.. ' batin Zena.
" oh iya, hari ini Bia ulang tahun kan! ayah sampe lupa! " ayah menyeletuk.
" lupa apa? " tanya Bianca.
" sebentar.. ", ayah bangkit dari kursi yang didudukinya, ia lalu keluar rumah dan menuju ke garasi. Ayah mengambil sekotak kue coklat strawberry ukuran 18 cm, lalu kembali ke meja makan.
" nah, ini.. kamu kan suka makan kue, makanya ayah beliin.. " ujar ayah sambil menaruh kue itu di meja makan " happy birthday! "
" makasih ayah! " ucap Bianca senang.
" khusus buat Zena, ayah beliinnya pie buah, kan Zena gak suka kue.. "
Zena tersenyum tipis, " hehe.. makasih ya yah, ayah emang the best! " ujar Zena.
" yoi! "
»»————\> **R&B** <————««
Keesokan harinya, rutinitas berjalan seperti biasa. Bianca bangun tidur, sarapan dan bersiap untuk berangkat ke sekolah. Tapi di hari Sabtu itu sedikit berbeda, karena sekitar jam 06.30 WIB, Rafael datang dengan menggunakan motornya untuk mengantar Bianca ke sekolah, yah.. maklum dia sudah jadi tukang ojek baru Bianca.
pagi itu, Bianca sedang mengikat tali sepatunya di teras rumah. Tadinya dia ingin pergi sekolah diantar oleh ayahnya seperti biasa tapi..
TIN TIN!
Rafael membunyikan klakson motornya, sembari bertengger di motornya dan berlagak seperti aktor. Melihat tingkah laku Rafael hari itu, Bianca jadi merasa aneh dengan image baru Rafael, yang biasanya dingin dan keren malah jadi..
" geleuh aing teh.. " gumam Bianca.
Bianca berpamitan pada ayahnya dan mengatakan ingin duluan dengan Rafael, ayah yang sedang memanaskan mobil mengiyakan saja apa kata Bianca, dan akhirnya pagi itu Bianca berangkat sekolah bersama Rafael.
pagi itu, di lorong sekolah Bianca sudah disambut dengan keberadaan Abian yang tiba-tiba muncul dan berjalan di sampingnya.
" Nca! hihi~ pagi cantik~ " sapa Abian.
" gak usah gitu, kalo kak Rafael denger gimana? bisa dikira selingkuh aku sama kamu. " ujar Bianca.
" ya biar, aku emang mau kamu putus, nanti aku yang nembak kamu.. bagus kan!? " jawab Abian dengan semangat, haha.. Abian emang aktif and super ceria.
" ngawur banget sih Bi! awas loh kalo kak Rafael denger, mau kamu dikejar-kejar sama kak Rafa? haha! "
" ya biar, emangnya ketos bisa apa! dia kan terkenal juga karena ranking 1 sesekolah! paling nyogok tuh, pasti aslinya otaknya, otak udang! untung aja bentar lagi mau lengser dia. " ucap Abian mulus seperti tak merasa berdosa.
" emang iya? "
Abian tau siapa yang bertanya begitu, dia melirik ke samping kirinya dan ha! ketua OSIS yang sedari tadi dia bicarakan ada di sampingnya. Surprise!
" anjay ketos slebew! yuhu~ aku kabur dulu!! " ujar Abian sebelum akhirnya dia berlari kencang menghindari si ketua OSIS.
" dasar Abian, si pengganggu emang! awas aja nanti istirahat aku uber-uber sampe dapet! " , Rafael ngedumel.
" hihihi! kalian berdua itu lucu tau kayak kakak adik! "
" dih ogah gue punya adek kayak dia!! hoek! "
✄┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈
Di jam istirahat, di kantin.
Bianca sedang asik memakan mie rebus di kantin bersama kedua bestie nya. Lalu, tanpa sepengetahuan Bianca dan 2 bestie, Rafael datang membawa semangkuk mie instan rebus rasa soto beserta segelas soda. Melihat kedatangan Rafael, Azura menarik tangan Arsha dan membawanya ke meja kosong yang lain, dia tahu dia sejoli ini mau pacaran di kantin.
" thanks! " ucap Rafael sambil tersenyum senang.
Rafael duduk dan menyantap makanannya itu menghadap Bianca, tak lupa juga Rafael mengajak Bianca mengobrol agar suasananya tidak garing.
Hei! tapi tidak semudah itu, Abian si pengganggu datang kembali untuk menganggu ketenangan Rafael yang sedang berdua saja dengan pacarnya.
" hellow kak! lagi pacaran ya?! " sapa Abian seraya duduk di sebelah Rafael dan menaruh semangkuk mie instan.
" kalo udah tau silahkan pergi.. " ujar Rafael mempersilahkan, untuk Abian pergi dari sampingnya.
" gak mau! " jawab Abian dengan begitu polosnya.
" what the f*ck!! " Rafael mulai toxic, hehe " disuruh pergi malah ngeyel!! "
" gak ada tempat duduk lain lagi kak! udah penuh abisnya, masih untung aku duduk di samping kakak bukan samping Nca! " jawab Abian.
" hhh!! asyu.. " Rafael menggerutu, lalu dia berpindah duduk di sebelah Bianca, dan Abian mengambil kesempatan itu untuk duduk berhadap-hadapan dengan Bianca, hehe Abian pintar kan.
hari itu, Rafael dibuat kesal terus oleh adik kelasnya itu, sampai kapan harus ada nyamuk Abian di antara dia dan Bianca, ingin rasanya Rafael membawa Abian ke arena gulat, agar dia bisa bergulat dengan Abian secara legal.
" ck! dasar nyamuk! "
『••✎••』Bersambung...