R&B

R&B
GENG MOTOR



Hari sudah malam, sekitar pukul 20.50 WIB, Rafael mengantarkan Bianca pulang dengan motornya. Tapi! di tengah perjalanan pulang mereka, di jalanan yang cukup lengang dan sepi dengan pengendara motor.. terdengar suara gaduh dari belakang mereka.


karena penasaran, Bianca pun menoleh dan bagaimana dirinya tak terkejut melihat beberapa pengendara motor mengikuti mereka dari belakang dengan membawa senjata tajam " ka-kak! cepet kak! a-ada, ada geng motor di belakang kita kak!!!! " ujar Bianca panik.


Rafael melihat ke arah kaca spionnya, dan benar saja dibelakang mereka ada beberapa pengendara motor yang mengikuti mereka dengan membawa senjata tajam.


" Ca, kamu pegangan yang kenceng, kita ngebut! oke? " ujar Rafael.


Bianca pun mengangguk, lalu dia memeluk Rafael dengan erat sekali lalu Rafael mengegas motornya dengan sangat kencang, hingga Bianca merasa tubuhnya yang ringan itu akan terbang melayang seandainya dia tidak memeluk erat Rafael. Ketika Bianca memeluknya dengan erat, Rafael dapat merasakan tangan Bianca yang bergetar karena ketakutan.


tapi tak lama kemudian, mereka berhasil keluar dari jalan yang sepi itu dan berhasil selamat dari kejaran orang-orang itu. Rafael memberhentikan motornya sejenak untuk menenangkan diri, saat menengok ke belakang dia bisa melihat wajah Bianca yang pucat dan tubuhnya bergetar. Rafael memegang tangan Bianca, tapi kemudian Bianca meneteskan air matanya dan menangis. Melihat Bianca yang menangis, Rafael dapat mengerti bahwa Bianca sedang syok, dia lau mengusap air mata Bianca dan mencoba menenangkan Bianca.


" gak apa-apa Ca.. kita udah aman kok! " ucapnya sambil menyeka air mata Bianca yang menetes, dia lalu memeluk Bianca dan mengusap rambut Bianca agar Bianca tenang " ssssttt... tenang Ca, kita udah aman kok! "


perlahan Bianca bisa tenang dan tangisannya pun perlahan berhenti " kita langsung pulang ya? " tanya Rafael. Bianca pun hanya mengangguki pertanyaan Rafael tadi. Dan Rafael segera menyalakan mesin motornya untuk membawa Bianca pulang.


»»————\> **R&B** <————««


Pukul 21.27 WIB, Rafael dan Bianca sampai di rumah Bianca. Ayah yang saat itu masih terjaga, membukakan gerbang rumah dan menyambut kepulangan Bianca. Tapi melihat mata Bianca yang sembab dan terlihat ketakutan, ayah bertanya pada Rafael.


" Bia.. kenapa Raf? dia habis nangis? " tanyanya kepada Rafael. Tapi Rafael tak langsung menjawab pertanyaan ayah Bianca, dia terdiam sejenak sambil menatap Bianca.


" Ca.. kenapa? kamu sakit? " tanya ayah pada Bianca " Raf, tolong ceritain ke om.. Bia kenapa? jangan diem aja Raf! ", ayah mendesak Rafael agar segera menjawab pertanyaannya.


JDEEEEERRR!!!!!


petir menyambar, lalu turunlah gerimis. Ayah meminta Rafael untuk masuk dulu, dan menjelaskan apa yang terjadi.


di ruang tamu, Bianca hanya terdiam dengan perasaannya yang masih tak tenang. Ayah membuatkan teh hangat untuk Bianca dan Rafael. Ayah lalu duduk di samping Bianca dan kembali menanyakan hal yang tadi dia tanyakan di depan rumah.


" jadi.. Bia kenapa Raf? "


" mmm.. begini om.. tadi.. " Rafael mulai menjelaskan " sore tadi, sehabis ashar saya sama Bianca pergi ke perpustakaan umum buat belajar bareng, habis dari perpustakaan umum kita mampir sebentar ke karnaval, dan waktu kita pulang kita ngelewatin jalan yang lumayan sepi.. dan disitu.. kita dikejar sama geng motor gitu om.. mereka bawa sajam ( senjata tajam ).. " jelas Rafael.


" astaghfirullah!! tapi kalian gak kenapa-napa kan???! gak ada yang luka kan??? " tanya ayah yang jadi panik.


Rafael menggelengkan kepalanya, lalu kembali berkata " nggak om.. kita nggak luka, kita baik-baik aja, tapi mungkin Bianca masih syok.. " ujar Rafael.


" gitu toh.. ya udah, Ca.. kamu istirahat gih! tidur.. " suruh ayah.


" t-tapi.. nanti ayah jangan kasih tau ibu, sama kakak ya yah... " pinta Bianca.


" iya.. ayah gak akan kasih tau mereka, udah sana kamu tidur, ini udah malem.. ", Bianca pun berdiri dari duduknya dan langsung menuju ke kamar " kamu juga ya Raf, tidur disini dulu.. om takut geng motor itu masih berkeliaran, lagian ini juga hujan! "


" i... iya om.. " ujar Rafael, dia mengangguk lalu segera pergi ke kamar tamu.


✎﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏


Di pagi hari kemudian, sekitar jam 04. 50 Rafael telah mandi di rumah Bianca dan segera pulang ke rumahnya sendiri. Pagi itu, Bianca bangun dengan perasaan tak bersemangat, karena semalam dia malah memimpikan geng motor itu..


Tapi, bagaimanapun itu Bianca tetap gerak cepat ( Gercep ) memakai seragamnya, sarapan dan berangkat sekolah. Padahal sebelumnya dia sudah dilarang oleh ayahnya untuk tidak berangkat sekolah dulu, yah... tapi apalah Bianca kalau tidak keras kepala.


Sesampainya Bianca di sekolah, dia dapat melihat sudah banyak anak-anak murid yang sudah masuk ke lingkungan sekolah. Bianca berjalan menyusuri lorong-lorong kelas untuk menuju ke kelasnya, kelas 11 MIPA 2.


baru sampai di depan pintu kelas, Bianca sudah dikejutkan dengan wajah menjengkelkan Azura yang lalu menyeletuk " cieee yang kemaren habis nge date~ "


mendengar ucapan dari Azura, Bianca pun terkejut. Dari mana sahabatnya ini bisa tau kalau kemarin dia pergi berdua dengan Rafael? " hah? maksud? " tanya Bianca untuk memastikan.


" ih pura-pura gak tau, kemarin aku liat kamu sama ketos tuh di karnaval! " jawab Azura.


" fitnah ah! " bantah Bianca seraya melangkah masuk ke dalam kelas untuk menghindari Azura.


" eeh, tapi kemarin aku beneran liat kamu sama ketos di karnaval.. kemarin kamu tarik tangan ketos terus kamu ajak ke stand orang yang jualan aksesori.. " jelas Azura sembari mengekor pada Bianca.


di hari Kamis itu, Bianca ada jadwal piket jadi setelah dia menaruh tasnya di kursi, Bianca langsung menuju sudut kelas, dimana peralatan kebersihan kelas di simpan, dan Azura tak henti-hentinya mengekori Bianca dan menjejalkan banyak pertanyaan pada Bianca.


" iya gak Ca~? "


" nggak! " jawab Bianca tegas.


meskipun pertanyaannya dicueki oleh sahabatnya itu tapi Azura tak putus asa dan menyerah, dia terus menggoda sahabatnya, sampai dia rela ikut piket bersama Bianca padahal jadwal piketnya hari Senin yang sungguh diluar nurul. Dan usaha aneh Azura itu berhasil, Bianca akhirnya mau jujur meskipun sedikit terpaksa.


" aduh... iya iya, gue pergi ama ketos!! puas!? " ujar Bianca.


" ya ampun, ternyata ketos bisa juga ya romantis ke cewek! " ujar Azura sambil menyenggol bahu Bianca.


" romantis matamu! orang cuma jajan-jajan doang kok! " jawab Bianca.


" masa sih? atau... jangan-jangan ketos suka sama lu lagi Ca..? " celetuk Azura kemudian.


" iihh ngarang ah! udah sono lu pergi, ganggu gue piket aja! "


" lagian apa yang mau disapu sih, lantainya udah kinclong gini.. lu salting ( salah tingkah )ya Ca?! " tanya Azura.


" ng-nggak! "


' cukup hatiku, Zura pasti cuma ngawur aja.. you gak boleh baper ( bawa perasaan ), oke? mana ada ketos suka sama gue.. ' batin Bianca mencoba menenangkan jantungnya yang berdegup kencang.


『••✎••』Bersambung...