
Keesokan harinya, pukul 07.30 WIB. Rafael bangun tidur dan pulang ke rumahnya untuk berganti pakaian, serta tak lupa juga mengambilkan baju ganti untuk adiknya. Di rumah, Rafael disambut oleh pengasuhnya yang bernama bibi Ida yang membawanya menuju ruang tamu.
" kenapa baru pulang den? ee.. aden teh habis nginep lagi..? " tanya bi Ida.
" iya bi "
" oh... mmm, den Ryan sama aden gak? dari semalem den Ryan teh belum pulang-pulang den.. " tanya bi Ida lagi.
" oh iya, aku lupa kasih tau bibi.. semalem Ryan tuh habis dikeroyok bi, makanya sekarang ada di rumah sakit.. semalem saya tidur disana.. " jelas Rafael.
" astagfirullah! bapa teh udah dikasih tau belum den? "
" belum bi, ayah gak bisa dihubungi.. mungkin masih sibuk di Australia.. "
" ya udah den, ayo ganti baju dulu.. terus aden sarapan dulu, nanti keperluan den Ryan biar bibi yang siapin.. "
" iya, tolong ya bi.. "
»»————\> **R&B** <————««
Pagi itu, bi Ida, 2 ART, dan seorang supir di rumah Rafael memulai kesibukan mereka. Rafael mandi dan berganti baju, sedangkan bi Ida dan seorang ART lainnya menyiapkan sarapan untuk Rafael. Setelah mandi dan bersiap, Rafael menuju meja makan untuk menyantap sarapan yang telah disiapkan bi Ida dan seorang ART. Sementara Rafael menyantap sarapan paginya, bi Ida pergi ke kamar Ryan, untuk menyiapkan baju ganti Ryan, dan keperluan lainnya.
selesai menyiapkan keperluan Ryan, bi Ida menghampiri Rafael yang sedang duduk di rumah TV. Melihat bi Ida yang telah datang, Rafael pun berpesan " bi, nanti bibi ke rumah sakit ya bi, jaga Ryan, aku udah bilang pak Adi tadi.. "
" oh iya den.., tapi aden emang mau kemana? " tanya bi Ida.
" saya ada urusan bi.. " ujar Rafael, bi Ida mengangguk lalu pergi bersama pak Adi ( supir pribadi Rafael & Ryan ) menuju rumah sakit, sedangkan Rafael pergi menuju SMP 2 menaiki motornya.
Ketika Rafael sampai di SMP 5 sekolah adiknya saat ini, waktu sudah menunjukkan pukul 09.35 WIB. Rafael bertanya pada satpam di gerbang sekolah, " mmm.. permisi pak! saya mau tanya, kalau boleh tau jam istirahat di sini kapan ya pak? "
satpam itu pun menjawab " jam 9.40 mas, sekitar 5 menit lagi.. eee.. mas nya ada perlu sama kepala sekolah atau..?? "
" itu, saya ada perlu sama salah satu siswa disini.. eee.. bapak kenal sama anak kelas 9 yang namanya Dion? " jelas Rafael seraya bertanya.
" Dion.....? oh temennya mas Ryan ya?! " satpam itu kembali bertanya.
" iya, dia temennya Ryan! bapak kenal? "
" oh ya kenal atuh mas, mas Dion sama mas Ryan kan berprestasi mas! "
" berprestasi? " Rafael bertanya seperti itu karena selama ini, yang dia tau Ryan hanyalah anak lelaki lugu yang tak pernah menunjukkan prestasi apapun pada keluarga nya.
" iya mas! mas Ryan sama mas Dion itu, 2 bulan yang lalu pernah dapet juara 1 mas.. " jawab satpam itu dengan penuh rasa bangga.
" oh ya? kalau boleh tau juara 1 di lomba apa pak? "
" kemarin sih kalo gak salah, mas Dion dapet juara 1 Matematika, terus kalo mas Ryan... itu juara 1 Biologi mas.. " satpam itu menjelaskan.
" kalau boleh tau.. di tingkat apa ya pak? "
" oh, waktu itu sih di tingkat kabupaten mas.. "
mendengar jawaban dan penjelasan dari satpam itu, Rafael tersenyum bangga pada sang adik, yang selama ini tak pernah menunjukkan prestasi yang diraihnya itu. Rafael pun bergumam " pantesan waktu itu jarang banget di rumah, biasanya kan diem terus di rumah.. "
di lorong kelas IX G, Rafael bertemu dengan 2 siswi yang berasal dari kelas yang sama. Dia menghentikan langkah 2 siswi itu lalu bertanya " eee.. permisi, saya mau tanya, di kelas kalian ada yang namanya Dion? "
' anjrit! ganteng banget asliii! ' batin salah seorang siswi. Salah satu siswi yang ditemui Rafael itu pun kemudian menjawab " ada kak, dia sekarang lagi di kelas.. mau saya panggil? " ujar siswi itu.
" mmm.. boleh.. " jawab Rafael sambil mengangguk. Mendengar jawaban Rafael, kedua siswi itu pun bergegas masuk ke dalam kelasnya untuk memanggilkan Dion.
Rafael berdiri menghadap halaman depan kelas IX G, sambil melihat sekitar yang tampak bersih dan rapi. Tak lama kemudian Dion keluar, Dion kemudian menyapa Rafael dari belakang " kakak manggil saya? "
mendengar suara lelaki yang bertanya kepada Rafael, Rafael pun berbalik badan menghadap siswa bernama Dion itu ' jadi Dion beneran sekolah di SMP ini.. ' batin Rafael saat melihat wajah Dion. Seorang siswa dengan sifat yang lugu sama seperti adiknya, tinggi, dan cukup tampan.
" kamu Dion ya, bisa ikut saya sebentar? " tanya Rafael.
" eee.. kemana ya kak? "
" ada hal yang mau saya omongin berdua sama kamu, ini penting.. " jawab Rafael.
" yaudah kak, mau ngobrol dimana? "
" di taman sekolah mu bisa? "
" bisa kak.. "
✄┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈
Mereka berdua pun berjalan bersama menuju taman sekolah, yang berada di sebelah barat dari gerbang sekolah. Di taman kecil itu, Rafael memulai pembicaraan nya dengan Dion " saya gak akan banyak basa-basi, saya mau tanya.. pengeroyokan Ryan semalam itu.. apa kamu tau sesuatu? ".
mendengar pertanyaan Rafael, mata Dion membelalak dia menoleh ke arah Rafael dan tubuhnya mulai gemetaran. Dion terdiam seribu bahasa, dia tidak tau harus menjawab apa, tapi kemudian dia bertanya pada Rafael " si.. siapa kakak? apa kakak orang suruhan kak Ega? "
" bukan, saya Rafael, kakaknya Ryan.. " ujar Rafael memperkenalkan diri, Rafael menarik nafasnya lalu berkata lagi " langsung aja, semalam apa kamu terlibat dalam pengeroyokan Ryan? "
" gak mungkin kak! waktu itu... "
" jelasin "
" malam itu, saya sama Ryan.. pergi ke gedung bekas SMP 2 buat nemuin kak Ega.. sebelumnya saya udah larang Ryan, tapi Ryan tetep mau pergi, waktu kami sampai di sana.. Ryan minta aku sembunyi di gedung.. " Dion mulai bercerita " saya sempat nolak tapi Ryan maksa kak.., akhirnya saya sembunyi, waktu saya sembunyi saya liat Ryan kaya adu mulut gitu sama kak Ega, tiba-tiba temen-temen kak Ega dateng dan mukulin Ryan- "
Rafael pun menyela dan bertanya dengan nada yang tegas " kenapa kamu gak tolongin Ryan?! kamu temen deketnya kan?! "
" saya udah coba tolongin kak! tapi tenaga saya gak cukup buat ngelawan mereka semua, malem itu.. Ryan maksa saya buat kabur.. dia minta saya hubungin polisi.., saya gak bisa apa-apa kak.. akhirnya saya lari sekenceng mungkin terus naik motor yang saya pake buat nemuin kak Ega, saya pergi ke kantor polisi kak.. " jelas Dion, mendengar jawaban Dion Rafael memperhatikan seluruh wajah Dion sampai ke kakinya. terlihat ada beberapa luka lebam di sekitar pelipis dan lengannya.
Rafael menghela nafasnya panjang, lalu dia bertanya lagi " kamu punya foto si Ega? atau kamu punya kontaknya? apapun itu yang berhubungan sama Ega, tolong kamu tau kasih tau saya! "
" saya gak punya foto atau apapun itu kak, tapi yang pasti.. orang itu tingginya kaya kakak, dia punya tato di lehernya.. yang bentuknya ular cobra, terus.. kalo gak salah Ryan pernah bilang kalo kak Ega itu.. sekolahnya di SMA yang sama, kaya kakak.. "
" tunggu.. SMA yang sama, kayak saya.. itu berarti.. " Rafael bergumam.
" SIALAN! "
『••✎••』Bersambung...