
" silakan a, teh.. " ucap akang warmindo sembari meletakkan pesanan Rafael dan Bianca di meja. Beberapa saat kemudian, akang warmindo itu kembali lagi, tapi kali ini dia mengantarkan pesanan milik Abian.
" slurrppp~ " Bianca memakan mie yang masih sedikit panas itu.
" gak panas Ca? ", Rafael bertanya untuk sekedar basa basi, yang memang basi.
" nggak, enak kok makan mie panas-panas gini.. " jawab Bianca, kemudian dia kembali pada makanannya yang tersayang.
" hei Nca, tadi waktu aku lewat ruang guru aku denger kamu disuruh bu Emma buat ikut seleksi pemilihan ketua OSIS ya? " Abian menyeletuk.
" iya. kenapa emang, kamu jadi merasa tersaingi ya? " jawab Bianca.
" oh nggak, malah kalo kamu kepilih bagus dong, aku jadi punya banyak waktu buat deketin kamu, hehe! " begitu kata Abian. Dan dia sadar, ada Rafael disampingnya, karena memang itulah tujuannya, membuat Rafael murka, cemburu, dan akhirnya gagal ngapel.
tapi diluar dugaan, Rafael terlihat sangat tenang sambil memakan mie rebus yang ada dihadapannya. Dia meminum sedikit es jeruk di gelasnya, lalu dia menatap tajam pada Abian..
" coba aja kalo bisa, aku mau liat.. gimana caranya kamu deketin pacarku. " begitu kata Rafael dengan santainya, tapi disertai oleh aura membunuh yang sangat kental, yah.. Rafael memanglah orang yang sangar.
" wow~ santai dong bro, sangar banget perasaan.. " ujar Abian.
" t4i! "
begitulah malam minggu Rafael dan Bianca, sedikit melenceng dari perkiraan, tak terduga, dan sedikit menyebalkan menurut Rafael, sambil memakan mie rebus, Bianca dan Rafael menikmati pemandangan jalan yang basah karena diguyur air hujan, bagus kok!
dengan perasaan tak karuan Rafael memandang benci kepada hujan yang sedang turun, dia melahap mie rebus yang tersaji sedikit demi sedikit, Bianca menarik selembar tisu lalu dia mengusap sudut bibir Rafael yang sedikit kotor, dia melakukan itu agar Rafael tidak kesal lagi, maybe..
merasa senang atas apa yang dilakukan oleh Bianca, Rafael tersenyum lalu menggenggam tangan Bianca erat, lalu melirik Abian seakan sedang memberi kode.
' oh.. oke kak, nanti aku rebut Bianca nya, dasar kakak kelas sangar! ' batin Abian, Abian lalu mengangguk dan tersenyum lebar. Dia berdiri dari duduknya lalu berjalan menuju kasir.
»»————\> **R&B** <————««
Mie rebus milik masing-masing telah habis tak tersisa, hujan pun telah reda beberapa menit yang lalu. Rafael berdiri untuk membayar makanan yang dia makan bersama Bianca. Awalnya Bianca menolak makanannya dibayarkan oleh Rafael, tapi karena pada malam itu Rafael ingin menjadi pacar yang baik, maka Rafael lah yang membayar makanan mereka.
" berapa kang? " tanya Rafael.
" tadi pesenannya apa aja a? "
" tadi mie rebus pake telor sama sayur, pedes dua, soda nya satu sama es jeruk nya satu.. udah si. "
" oh.. bentar.. " ucap si akang " totalnya jadi 48 ribu a.. " akang kasir melanjutkan.
Rafael mengeluarkan dompetnya, lalu mengeluarkan selembar uang 50 ribu " kembaliannya ambil aja.. " ujar nya sambil menyodorkan uang 50 ribu itu.
" oh, iya a, terimakasih a~ "
' haah... padahal udah siap uang banyak, nyampenya cuma ke warmindo. Tapi gak apa deh, mie juga enak! ' batin Rafael sambil berjalan menghampiri Bianca yang sedang berdiri di luar warmindo.
Rafael menepuk pundak Bianca, lalu berdiri di sampingnya " mau langsung pulang aja? " Rafael bertanya.
" ke tempat yang bagus. " jawabnya.
Bianca melihat jam di layar HP nya, layar HP nya menunjukkan pukul 20.10 WIB, masih belum terlalu malam. " masih jam delapan sih, ya udah aku ikut kakak aja. "
Rafael tersenyum, " yaudah ayo jalan! " ucapnya dengan semangat.
dari warmindo itu, Rafael membawa Bianca menggunakan motornya ke sebuah tempat, yang Rafael bilang adalah tempat yang bagus. Saat di perjalanan dia bilang, tempat itu adalah tempat yang paling Rafael sukai, karena sangat damai, sejuk dan indah. Rafael juga mengatakan kalau tempat itu adalah tempat yang sering dia kunjungi bersama ibunya saat ibunya masih hidup.
setelah melewati perkebunan kelapa, mereka bertemu dengan sebuah gerbang. Rafael membuka gerbang itu dengan kunci yang dia pegang di tangannya dan mereka berdua mulai masuk ke dalam.
" kok gelap ya kak? kakak gak bawa aku ke tempat yang aneh-aneh kan? " kata Bianca setelah menengok ke kanan kiri.
tapi Rafael tak menjawab, Bianca menengok ke arah Rafael berdiri, Rafael tak ada.
" k, kak! kak! kakak dimana sih, jangan sembunyi lah gak lucu tau! ih kak!! " Bianca berteriak.
saat Bianca sedang resah, Rafael muncul dari belakang dan menyalakan lampu-lampu yang ada di tempat itu. Tempat yang tadinya terlihat menyeramkan dan gelap, menjadi terang benderang karena cahaya lampu. Rafael menggenggam tangan Bianca lalu bertanya " bagus kan? "
BUK!
Bianca memukul pelan lengan Rafael, " ngapain sembunyi sih, gak lucu tau! ". Rafael hanya tertawa kecil melihat tingkah laku Bianca yang menurutnya menggemaskan. Beberapa detik kemudian Rafael menarik Bianca ke pelukannya.
" kamu suka gak? " tanya Rafael sambil memeluk Bianca.
Bianca mengangguk pelan.
Rafael melepaskan pelukannya, lalu dia menuntun Bianca untuk masuk lebih jauh ke dalam. Bianca dan Rafael mulai berjalan masuk, mereka disambut oleh tumbuhan bunga anggrek, mawar, dan bunga azalea yang tersusun rapi dan berkelok membentuk jalanan, jalan yang mereka pijak terbuat dari banyak batu hias, dan terdapat banyak pohon bonsai, serta di ujungnya terdapat gapura melengkung yang terbuat dari tanaman anggur.
Bianca memasuki gapura itu, dan di depannya ada kolam ikan berbentuk bulat dengan jembatan di tengahnya, lalu Bianca dituntun untuk ke sebuah gazebo, dimana disana, Rafael telah menyiapkan kejutan untuk Bianca.
" kok bisa sih kakak kepikiran bawa aku ke tempat ini? " tanya Bianca sambil berjalan.
" ini kan taman punya ibu sama aku, nanti kalo kamu jadi istriku.. taman ini bakal jadi milik kita berdua! "
hati Bianca berdebar ketika Rafael mengatakan kata ' istri ', dia tidak berfikir hubungan mereka akan sampai ke jenjang pernikahan nanti, tapi kalau sampai ke jenjang pernikahan pun Bianca tidak akan menolak.
Bianca duduk di gazebo itu, lalu Rafael membuka tutup sebuah kotak kue black forest. Dia menyalakan lilinnya, dan di atas kue itu tertulis kata ' Bianca ♡ Rafael Forever ' .
Bianca tertawa kecil, lalu bertanya " apa ini? "
" buat ngerayain, kamu sebagai pacar pertama dan terakhirku.. " jawab Rafael " ayo tiup bareng-bareng.. "
Bianca tak bisa berkata-kata lagi, dia tersenyum lalu meniup lilinnya bersama dengan Rafael. Lalu tanpa sadar Rafael mencium kening Bianca, mata Bianca sedikit terbelalak, dia terkejut dengan apa yang dilakukan Rafael, tapi Bianca juga senang, senang bisa menjadi pacar pertama untuk Rafael.
『••✎••』Bersambung...