
Setelah berhasil keluar dari toilet itu, di kelasnya Bianca hanya bisa menutupi wajahnya yang memerah karena malu, terlebih lagi karena Azura terus menerus menggodanya. Dalam hati Bianca pun terus mengutuki kecoa terbang yang telah membuatnya berbuat hal gila dengan memeluk ketua OSIS itu didepan sahabatnya yang tengil.
" ihhhihihihi~ ciee Ncaa~ peluk-peluk ketos, bisa kali nih jadian.. " goda Azura pada Bianca yang menyembunyikan wajahnya.
Winda yang mendengar Azura ribut terus disamping Bianca menghampirinya dan menanyai Azura " ngapain sih kamu Zur? "
Azura yang memang pada dasarnya anak yang ' ember ' itu pun, akhirnya menceritakan pada Winda apa yang Bianca lakukan di toilet tadi. Winda yang juga satu frekuensi dengan Azura yang ember, ikut meledek Bianca dan malah menceritakannya pada temannya yang lain.
Bianca terkejut mendengar Winda malah memberitahu yang lainnya kejadian di toilet itu, mengangkat wajahnya dan melotot ke arah Winda dengan perasaan kesal, tapi Bianca tak bisa marah ataupun mengamuk pada teman laknatnya itu, karena bagaimana pun, Bianca juga sama seperti teman-temannya yang lain, sama-sama ember dan laknat.
' inikah karma gue... karena gue ember juga kayak temen gue ini.. ' batin Bianca pasrah dengan keadaan.
saat itu Arsha baru kembali dari kantin setelah membeli minuman, saat dia menghampiri Bianca yang sedang digoda oleh Azura, Arsha pun lantas bertanya pada teman ember nya itu " kenapa sih Zur? kok lu ngegodain Bianca terus? demen lu sama Bia? " tanya Arsha.
Azura pun menjawab dengan terus terang pada Arsha dan pastinya dengan ekspresi yang bahagia sekali tentunya " Bianca Sha! meluk ketos tadi dia~ hahahahahaha! ", jawab Azura sambil tertawa.
tapi mendengar jawaban dari Azura itu, Arsha merasa sedikit cemburu. Bagaimana tidak, selama ini dia menyimpan perasaan pada Bianca tapi Bianca tak pernah peka pada perasaannya, dia merasa cemburu karena selama ini.. mengutarakan perasaannya pada Bianca pun Bianca anggap sebagai candaan biasa, sedangkan saat ini Bianca tersipu malu karena seorang laki-laki yang tidak tahu banyak tentang Bianca.
' yah.. kenapa lu cemburu Sha.. lu bukan siapa-siapa dia juga, lu cuma dianggep sebatas sahabat aja udah.. nembak dia pun dia anggep candaan apalagi kalo lu cemburu begini... ' batin Arsha berusaha mengendalikan perasaannya.
Arsha pun tertawa, tertawa terpaksa. Azura tahu nada tertawa Arsha yang terpaksa itu dia tahu banyak tentang Arsha, bahkan dia lebih dekat dengan Arsha dibandingkan dengan Bianca. Saat itu Azura juga tertawa palsu, dia menertawakan dirinya yang memendam perasaannya pada Arsha. Azura tahu Arsha menyukai Bianca, dan dia tidak bisa mengatakan bahwa dia menyukai Arsha, karena dia tahu siapa yang Arsha suka. Tapi, dengan cerita Bianca yang tak sengaja memeluk Rafael saat berada di toilet itu, membuat Azura sedikit senang, karena Bianca mungkin saja akan menyukai Rafael, dan dirinya bisa mempunyai kesempatan untuk menyatakan perasaannya pada Arsha.
»»————\> **R&B** <————««
Jam pelajaran telah usai, sudah waktunya untuk para murid pulang ke rumah mereka masing-masing.
sepulangnya dari sekolah, Rafael seperti biasa datang ke rumah sakit untuk menemani adiknya di rumah sakit, karena lagi-lagi ayahnya harus menyelesaikan pekerjaannya di luar negeri. Di ruang rawat itu, Rafael dijadikan babu oleh adiknya sendiri, meskipun kesal tapi apalah daya Rafael yang sudah berjanji pada ayahnya itu, apalagi bi Ida sedang pulang ke kampungnya untuk menghadiri pemakaman kakaknya.
" bang ambilin jus dong~ " suruh Ryan dengan ekspresi memelas seperti bayi.
" gak usah sok imut begitu lu! jijik tau gue liatnya, dasar pemalas!! " cibir Rafael seraya berdiri untuk mengambil jus kotak di kulkas.
" kan aku lagi sakit~ "
BUAK!
kesal dengan ucapan adiknya, Rafael melemparkan jus kotak yang diambilnya dari kulkas ke wajah Ryan. Dan ya! lemparan Rafael tepat mengenai wajah Ryan yang penuh dengan bekas luka.
Rafael saat itu sedang berjalan menuju sofa, tapi tak lama kemudian terdengar suara dering telepon yang berada dari HP Ryan. Kebetulan saat itu HP Ryan sedang di charger di dekat sofa itu, jadi Rafael bisa melihat siapa yang menelfon Ryan.
" crush? " ucap Rafael geli, setelah melihat nama kontak yang disimpan oleh Ryan " nih crush mu nelpon tuh! " ujar Rafael sambil melemparkan HP Ryan yang telah dicabut dari charger nya.
" aihhhhh!! ngapain abang baca sih bang! "
" ya siapa suruh lu namain kontaknya pake sebutan crush... " jawab Rafael, tapi sesaat kemudian dia malah teringat pada Bianca setelah mengucap kata crush.
lalu Ryan mengangkat telepon dari 'crush' nya, dan mulai mengobrol dengan orang yang Ryan sebut dengan 'crush' itu. Sedangkan Rafael yang membaca buku, dibuat tidak fokus karena terus terbayang-bayang sosok Bianca yang memeluknya saat di toilet tadi. Karena mengingat ekspresi Bianca saat itu, tanpa sadar dia jadi tersenyum sendiri, lalu terkekeh geli ketika dia melihat ekspresi Bianca yang panik saat memeluknya.
Ryan yang memperhatikan ekspresi tak biasa dari kakaknya, jadi terheran-heran, bagaimana bisa kakaknya yang menyebalkan dan kasar itu bisa tertawa sendiri seperti orang gila, apa yang dipikirkan oleh kakaknya sampai tertawa sendiri seperti itu, benar-benar pemandangan yang langka melihat Rafael tertawa sendiri seperti orang gelo ( gila ), begitu yang difikirkan oleh Ryan saat memperhatikan tingkah Rafael.
saat sedang tertawa seperti itu, entah kenapa Rafael malah jadi merindukan Bianca. Dia lalu membuang bukunya ke sofa lalu mengambil HP nya, untuk...
✄┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈
TING!
Begitu suara dari notifikasi dari HP Bianca yang menandakan ada yang mengirim chat ke WA nya. Bianca yang saat itu sedang belajar di meja belajarnya, teralihkan fokusnya lalu dia membuka isi chat yang masuk ke HP nya.
' Hai Bianca save ya, ini aku Rafael '
melihat isi chat nya yang ternyata dari Rafael, membuat Bianca seketika salah tingkah lagi. Dia tidak tau mau membalas apa, karena tiba-tiba saja.. Rafael mengirim chat ke WA nya!. Tapi Bianca mencoba stay cool dia lalu membalas chat dari Rafael.
' iya kak, hai juga '
Ya, hanya segitu. Template kan? sama seperti yang lainnya kalau di chat nomor baru pasti akan menjawab ' iya '. Tak lama kemudian setelah mendapat balasan dari Bianca, Rafael mengetik...
' lusa mau belajar bareng gak? '
tanya Rafael dengan sat set sat set. Membaca chat dari Rafael, Bianca pun tidak menolak ajakan Rafael, karena sebentar lagi lomba akan dimulai. Bianca pun mengiyakan ajakan Rafael..
' aku sih oke-oke aja, mau dimana emang? '
『••✎••』Bersambung...