
" BIA!!! "
Azura berteriak karena terkejut. Ya, Bianca pingsan di antara barisan siswi. Arsha yang kebetulan berbaris tepat di samping Bianca dengan sigap langsung menggendongnya dan membawanya menuju UKS. Melihat Arsha yang membopong tubuh Bianca yang tak sadarkan diri, 2 orang anak PMR yang berjaga di belakang barisan para siswa siswi pun mengikuti Arsha menuju ruang UKS.
di ruang UKS itu, terdapat beberapa ranjang tunggal yang berjajar rapi. Karena tirai ranjang di ujung tertutup yang menandakan ada orang dibaliknya, Arsha membaringkan tubuh Bianca di ranjang yang berada di tengah lalu kembali ke lapangan upacara. Anggota PMR tadi pun memberikan Bianca pertolongan pertama berupa memijat dahi Bianca dan mengusap telapak kaki Bianca yang telah dibalur oleh minyak kayu putih.
beberapa menit kemudian, Bianca terbangun. Salah seorang anggota PMR menawarkan teh hangat pada Bianca..
" mau aku bawain teh anget? " tanya anggota PMR itu. Bianca yang masih merasa lemas hanya mengangguk, lalu anggota PMR itu segera pergi ke dapur sekolah untuk mengambilkan teh hangat untuk Bianca, sedangkan seorang anggota PMR lainnya masih memijat kaki Bianca, serta mengoleskan minyak kayu putih di sekitar leher Bianca.
»»————\> **R&B** <————««
Tak berselang lama anggota PMR itu kembali dengan membawa segelas teh hangat di tangannya, lalu dia memberikannya kepada Bianca dan meminta Bianca untuk segera diminum " diminum ya, pelan-pelan aja, itu masih sedikit panas soalnya.. " kata anggota PMR itu.
" kami tinggal dulu ya, kalau kamu butuh sesuatu kamu bisa pencet bel yang ada di sebelah kiri kamu.. " ujar seorang anggota PMR sambil menunjuk ke arah saklar bel yang ada di sebelah kiri Bianca.
Bianca pun mengangguk paham, dan kedua anggota PMR itu pun kembali ke lapangan upacara untuk berjaga-jaga lagi. Akhirnya Bianca pun tinggal berdua saja dengan orang yang ada di sebelahnya, Bianca menaruh gelas teh hangatnya di meja nakas yang berada di samping kanannya dan kembali berbaring.
seseorang yang sedari tadi berada di balik tirai itu pun membalikkan badannya ke arah Bianca, dia lalu mencoba menyeka tirai penghalang yang ada di hadapannya itu untuk melihat siapa yang ada dibaliknya.
tirai pun sedikit bergeser dan wajah Bianca yang terlihat sedang memejamkan matanya itu jelas terlihat oleh orang itu, yang bukan lain adalah Rafael.
" Bianca? " ucap Rafael saat mengetahui bahwa Bianca yang berada di balik tirai itu. Mendengar suara lelaki yang menyebut namanya, Bianca pun membuka matanya dan menoleh ke arah kanan, dimana Rafael sedang menatapnya dengan kebingungan.
" kak Rafael..? " ucap Bianca yang juga tak menyangka kalau orang yang berada disampingnya itu adalah Rafael. Tapi fokus Bianca teralihkan pada luka-luka lebam yang ada di beberapa bagian tubuh Rafael " kakak.. kakak kenapa kak? kok bisa sampe babak belur begitu?! " tanya Bianca.
" oh itu.. itu aku kemarin berantem, gak apa-apa kok, cuma luka kecil.. " jelas Rafael " kamu sendiri kenapa? kamu sakit? " tanyanya.
" iya... bisa dibilang begitu tapi gak gitu juga, tadi saya sempet pingsan kak di lapangan upacara.. " jawab Bianca.
" lah, kan kamu juga baru dibolehin pulang kan sama dokter, kok udah berangkat sekolah aja? "
" biasalah kak, aku kan anak teladan... jadi ya, absen aku waktu aku sakit itu rasanya mengerikan.. makanya saya berangkat aja.. " jelas Bianca.
" oh gitu... " Rafael mengangguk " ya udah, kamu lanjut istirahat aja dulu.. saya juga mau istirahat.. "
" iya kak.. "
Bianca menarik selimut yang ada dibawah kakinya untuk menyelimuti tubuhnya, dari cela tirai yang bergeser tadi Bianca bisa melihat wajah Rafael yang sedang berusaha tidur. Bianca tersenyum, lantaran dia kagum dengan sosok Rafael yang menurutnya adalah lelaki sempurna, tapi semua fikiran sempurnanya itu terhempas oleh kenyataan bahwa Rafael adalah ketua OSIS yang kejam, dan ber aura sangar ( menurut Bianca ).
Rafael yang merasa seperti diperhatikan pun, mengintip dengan mata kirinya, lalu dia berkata pada Bianca " aku ganteng ya? jangan diliatin terus nanti kalo aku senyum kamu diabetes loh.. "
' aaaaaaaa!! harusnya gue diem aja tadi, mana ketos gombal nya good nusuk banget lagi!! aaaaa gimana dong??!!! ' batin Bianca sambil menutupi kepalanya dengan selimut.
Sekitar pukul 07.20 WIB, upacara bendera selesai dilaksanakan dan para siswa diberi jeda waktu 10 menit untuk ke kantin dan membeli makanan atau minuman. Azura dan Arsha, masuk ke dalam ruang UKS setelah membeli cemilan berupa roti coklat di kantin.
begitu mereka membuka pintu dan masuk kedalamnya, mereka diperlihatkan sosok Bianca yang sedang memejamkan matanya dan tertidur pulas. Azura dan Arsha berjalan mengendap-endap agar tak membangunkan Bianca yang sedang beristirahat. Tapi tetap saja, telinga Bianca yang tajam dapat mendengar suara langkah kaki kedua sahabat nya itu.
karena rencana mereka sudah gagal, akhirnya Azura dan Arsha pun tak mengendap-endap lagi karena Bianca ternyata sudah terbangun. Mereka mendekat ke ranjang Bianca dan menanyakan keadaannya
" gimana Ca? udah mendingan? " tanya Arsha.
" iya Ca, tadi aku kaget banget sumpah! ngeliat kamu jatuh gedubrak gitu.. " sahut Azura.
Bianca tersenyum dan menggaruk kepalanya pelan lalu menjawab " iya gak apa-apa kok, aku udah mendingan sekarang.. "
" lagian kamu sih Ca, nekat banget berangkat padahal belum sembuh total gitu! " ujar Azura.
" ya.. daripada aku absennya banyak! kan rugi kalo aku cuma rebahan mulu di rumah sakit, gilak aku tuh gabut nya minta ampun! " jelas Bianca.
Azura yang melihat pundak lelaki dari balik tirai yang sedikit bergeser itu pun lalu bertanya pada Bianca, siapa orang yang ada di sampingnya itu " Ca, itu cowok yang disamping lo tuh siapa sih? lo kenal gak? "
" oh.. dia ketos.. " jawab Bianca dengan santai.
mata kedua sahabatnya itu membelalak tak percaya kalau orang yang berada di sebelah Bianca itu adalah si ketua OSIS. Azura lalu bertanya lagi tapi kali ini dengan volume yang sekecil mungkin, lebih tepatnya dia berbisik pada Bianca " Ca.. kok ketos bisa ada di samping lo sih, abis lo masuk kesini atau.. "
Bianca pun menjawabnya dengan berbisik pula " gak tau.. dari tadi, mungkin sebelum aku dibawa ke sini kak ketos udah disitu duluan.. " jawab Bianca.
" gak ngapa-ngapain lo kan dia? "
" nggak, aman kok.. udah jangan khawatir, aman itu selow.. "
Azura pun hanya mengangguk percaya pada perkataan sahabat nya itu, lalu dia berpamitan pada Bianca untuk masuk ke kelas karena bell masuk akan berbunyi, lalu keluar dari ruang UKS.
" jangan lupa bilangin guru mapel nya ya, kalo gue lagi di UKS! " ujar Bianca pada kedua sahabatnya itu yang akan segera pergi meninggalkan ruang UKS.
" aman! " jawab Arsha.
『••✎••』Bersambung...