R&B

R&B
AKU SUKA KAMU



Selang beberapa lama perlombaan pun selesai, tinggal menunggu hasil dari perlombaan itu. Bianca, Rafael dan Abian dibawa pulang kembali ke sekolah, agar mereka bisa pulang ke rumah masing-masing.


di gerbang sekolah saat Bianca sedang menunggu Rafael yang ingin mengantarnya pulang, Abian menghampiri Bianca lalu berdiri di sampingnya " Bianca. " sapa Abian.


Bianca menoleh lalu menyahuti Abian " ya? kenapa? " tanyanya.


" nunggu siapa? jemputan atau ayang~ ? " tanya Abian dengan nada menggoda.


" heheh.. enggak cuma nunggu ketos kok, aku mana punya pacar! "


" ketos mau nganterin kamu pulang? " tanya Abian dan diangguki oleh Bianca " kamu bilang kamu gak punya pacar.. gimana kalo kamu pacaran aja sama aku! biar aku yang antar jemput kamu nanti! " kata Abian.


dengan ekspresi terkejut, Bianca melihat Abian. Hah.. tidak pernah terbayangkan oleh Bianca, kalau Abian akan berkata seperti itu " se-seriusan aja kamu Abian.. ? "


" ya aku serius, aku mau jadi pacar kamu! jujur ya.. aku tuh baper sama kamu.., mm..kamu mau kan jadi pacarku?! " jawab Abian.


" ba.. per..!! " Bianca terheran-heran, mana mungkin Abian terbawa perasaan hanya karena Bianca telah memperhatikannya di mobil beberapa saat yang lalu, tidak pernah dia melihat lelaki yang terus terang begitu, benar-benar berbeda dari yang lain.


" eee.. ", tepat sebelum Bianca menjawab pertanyaan dari Abian, Rafael telah datang dari parkiran motor dan menghampiri Bianca dengan motornya. Bianca menaiki motor Rafael lalu dia pun meninggalkan Abian tanpa menjawab pernyataan perasaan Abian tadi.


sebelum Bianca semakin jauh Abian berteriak " BIANCA AKU SUKA KAMU!!! " Abian berteriak pada Bianca yang telah jauh dari gerbang sekolah.


perasaan Abian pun akhirnya tergantung-gantung, dia mau tahu jawaban Bianca. Benar-benar, Abian kacau sekali saat itu, hari itu adalah hati dimana dia pertama kali menyatakan perasaannya pada orang yang dia sukai, tapi malah dibuat tergantung.


»»————\> **R&B** <————««


Sedangkan Bianca, disepanjang perjalanan dia tidak bisa menahan malu. Wajahnya terus memerah karena perkataan Abian beberapa menit yang lalu, suara Abian yang menyatakan perasaannya itu terus terngiang-ngiang di kepala Bianca yang membuat Bianca jadi salah tingkah. Tapi di satu sisi, dia bingung bagaimana caranya dia menjawab pernyataan perasaan Abian tadi, bagaimana kalau besok dia harus bertemu lagi dengan Abian, dan bagaimana caranya dia menghindari Abian kalau nanti Abian mencarinya.


tapi bukan hanya Bianca, Rafael juga jadi kepikiran oleh ucapan Abian tadi karena dia juga telah menyukai Bianca semenjak dia mulai sering bertemu dengan Bianca. Dia jadi khawatir bagaimana kalau Bianca juga menyukai Abian dan mau menjadi pacar Abian. Di pertengahan jalan, akhirnya Rafael membelokkan motornya ke suatu tempat, membawa Bianca ke sebuah taman yang dimana di taman itu, ada seorang penjual es krim.


" eh..? kenapa kita malah ke taman kak? " tanya Bianca saat Rafael memberhentikan motornya di taman.


" aku mabok mobil tadi, gimana kalo kita nyantai dulu sambil makan es krim? "


" boleh lah, gak lama kan kak? " tanya Bianca lagi.


" nggak kok.. "


yah.. dan akhirnya, mereka berdua ngaso dulu di taman itu, Rafael menghampiri tukang es krim lalu membeli 2 es krim strawberry untuk dia dan Bianca. Setelah membeli es krim itu, Rafael menghampiri Bianca yang sedang duduk di kursi taman, yang tak jauh dari tempat Rafael membeli es krim.


Rafael duduk di samping Bianca, lalu memberikan satu es krim yang dibelinya tadi pada Bianca, dan Bianca menerimanya.


" Abian suka sama kamu Ca? "


mendengar pertanyaan Rafael, Bianca pun jadi terdiam sejenak " ya? "


" Abian suka kamu ya? "


" ahahaha.. mu-mungkin.. " jawab Bianca ragu-ragu.


" jujur aku cemburu Ca, hehe.. " ucap Rafael sambil memakan es krim.


" hah? "


Rafael memiringkan duduknya menghadap Bianca lalu dia meraih tangan Bianca dan berkata " aku... juga suka Ca sama kamu.. kamu mau jadi pacarku gak? " ucapnya sambil menatap Bianca dengan lembut.


DAARR!! Bianca terperangah sejenak, dia tak menyangka dihari itu, dia akan mendapatkan dua pertanyaan suka dari dua orang di hari yang sama. Pernyataan suka dari Abian saja masih dia gantung karena bingung, sekarang ditambah oleh Rafael, bagaimana dia tidak bingung kalau sudah seperti ini, dia jadi tidak bisa memilih mau menjadi pacar siapa.


di saat itu, Bianca masih belum bisa memutuskan. Bianca tak menjawab, sama seperti apa yang telah dia lakukan pada Abian. Bianca menghabiskan es krim yang ada ditangannya itu, lalu meminta Rafael untuk pulang saja karena hari sudah mulai sore.


" kak.. kita pulang aja ya, udah sore juga takut dicari mama.. "


Rafael menyalakan mesin motornya, lalu mengendarai motornya sampai ke depan rumah Bianca. Setelah sampai di rumah, Bianca berterima kasih pada Rafael karena telah mengantarkan dia pulang, dan dia segera masuk ke dalam rumah.


✄┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈


Di keesokan harinya, aktivitas berjalan seperti biasanya Bianca berangkat sekolah dan belajar seperti biasa sambil menunggu hasil dari lomba kemarin.


di waktu siang, di jam istirahat Rafael bertemu dengan Winda di kantin, dia menghampiri Winda dan mengajaknya berbicara sebentar " eee.. Winda! "


Winda berbalik badan, dan menghadap Rafael " ya kak? kakak manggil aku? " tanya Winda.


" ya.. aku manggil kamu, mm.. begini, kamu tau gak siapa temen deket Bianca atau sahabatnya mungkin..? " Rafael bertanya berterus terang.


" mmm.. ada dua kak, ada satu laki-laki namanya Arsha satu lagi perempuan namanya Azura.. " jelas Winda.


" oh.. aku boleh minta tolong gak? "


" minta tolong apa kak? "


" mmm.. tolong kamu bilang, ke Azura aku mau ngomong sama dia, tolong bilang ke dia kalau aku tunggu dia di kantin.. "


" hmm.. kalau itu sih, kakak bisa tanya orangnya langsung kak.. itu dia lagi jajan di sana.. " jawab Winda sambil menunjuk ke arah Azura yang sedang membeli cemilan bersama dengan Bianca.


" oh iya! terimakasih ya! "


Rafael segera menghampiri Azura yang sedang berjalan keluar dari kantin, dia memanggil Azura dari belakang " Azura!! "


Azura pun segera berbalik badan ke arah Rafael " ketos.. " gumamnya.


mendengar kata ketua OSIS dari mulut Azura, wajah Bianca pun jadi memerah mengingat kemarin sore Rafael telah menyatakan perasaannya pada Bianca. Azura berhenti melangkah dan berbicara dengan Rafael yang telah berada di hadapannya..


" aku mau ngobrol sebentar sama kamu.. "


" kamu ngobrol dulu aja sama ketos.. aku pergi duluan ke kelas ya! " ujar Bianca, dia lalu berpamitan pada Rafael dan Azura lalu berjalan dengan cepat menjauh dari Azura dan Rafael.


" ihh! dasar gak setia kawan! oh iya, ada apa ya kak..? "


Rafael melihat ke arah Bianca pergi, dia memastikan Bianca telah jauh lalu dia mulai berbicara " mm.. kamu sahabatnya Bianca kan? "


" iya.. "


" kamu tau.. tanggal lahir Bianca gak? "


" hah...??? tanggal lahir Bianca? hari ulang tahunnya kak!!? " tanya Azura bingung.


" iya, hari ulang tahun Bianca.. "


" hmmm, kakak mau surprise in Nca ya kak!! " ujar Azura bersemangat.


" ada deh.. "


" iya deh.. pokoknya ulang tahun Nca itu 2 hari lagi kak! " jelas Azura.


" iyakah!? ya udah, ee.. tapi jangan bilang-bilang ke Bianca ya, kalau aku tanya tanggal lahirnya.. " ujar Rafael.


" selow kak~ "


『••✎••』Bersambung...