
Rafael berfikir sejenak untuk menjawab pertanyaan dari Bianca. Akhirnya Rafael memutuskan dan membalas pertanyaan dari Bianca..
' gimana kalo kita ke perpustakaan umum aja? kan kalo belajar enaknya di tempat yang tenang '
begitu usul Rafael. Bianca berfikir sejenak, dia mau belajar bersama dengan Rafael, tapi dia juga ingin bisa makan dan minum, sedangkan di perpustakaan umum tidak boleh makan dan minum, hmm.. pilihan yang begitu berat tapi Bianca akhirnya mengiyakan usulan Rafael karena dia tidak akan menolak kalau sudah menyangkut dengan yang namanya lomba.
' not bad but not good, tapi ya oke lah ' balas Bianca.
...****************...
Di rumah sakit tempat Rafael berada.
" yes! " ucapnya setelah membaca balasan dari Bianca.
Adiknya yang sudah merasa merinding dengan sifat baru kakaknya itu akhirnya bertanya " abang kenapa deh? gak biasanya senyum-senyum kayak wong gendeng begitu.. ", begitu kata Ryan sambil memandang Rafael dengan tatapan aneh.
" gak usah ikut campur! suka-suka akulah, mending lu cepet sembuh aja deh biar terbebas gue! "
" hah... terserah, nih bang cas lagi! " suruh Ryan sambil melemparkan HP nya ke arah sang kakak.
" hih.. asyu.. " gumam Rafael sambil menatap sinis ke arah adiknya.
»»————\> **R&B** <————««
2 hari pun berlalu, hari yang Rafael tunggu pun tiba. Di hari Rabu, setelah pulang sekolah, sekitar jam 14.30 WIB. Rafael datang ke rumah Bianca untuk menjemput Bianca, menggunakan motor ninja kesayangannya. Saat Rafael sampai di rumah Bianca dan Bianca membukakan pintu untuk Rafael, saat melongok ke dalam Rafael tak melihat adanya Zena dan ibu Rosa, dia pun bertanya kemana mereka berdua.
" ibumu sama Zena kemana Ca? " tanya Rafael.
" ibu sama kak Zena lagi pergi ke rumah adiknya ibu di Banyuwangi buat hadirin pernikahan adiknya ibu.. " jawab Bianca.
" oh gitu.. ya udah ayo jalan! " ajak Rafael dengan penuh semangat. Bianca menaiki jok belakang motor Rafael, lalu mesin motor pun dinyalakan dan siap untuk pergi ke perpustakaan umum.
Waktu pun berlalu, Rafael dan Bianca pun akhirnya sampai di perpustakaan umum, Bianca langsung masuk ke dalam perpustakaan umum itu sedangkan Rafael memarkirkan motornya terlebih dulu.
di dalam ruangan perpustakaan umum yang cukup besar itu, Bianca menelusuri rak-rak buku yang tersusun rapi. Bianca mengambil beberapa buku yang berkaitan dengan lomba Cerdas Cermat IPA kali ini, lalu menaruhnya di meja untuk Bianca baca. Rafael yang telah selesai memarkirkan motornya, masuk ke dalam ruang perpustakaan itu dan mencari keberadaan Bianca, setelah menemukan Bianca Rafael pun duduk di hadapan Bianca lalu memulai kegiatan mereka.
sambil membaca buku, Bianca memulai pembicaraan agar tidak terlalu canggung " kak, kira-kira selain aku siapa lagi yang ikut lomba cerdas cermat nya? ", Bianca bertanya.
" oh, selain kamu ada anak dari kelas 11 MIPA 1, namanya Abian Stevanno.. " jawab Rafael.
" oh.. Abian ya, si juara pencak silat itu kan.. "
" iya, kelasnya kan ada di samping kelasmu.. "
" kudengar dia mau ikut pemilihan ketua OSIS.. "
" iya kayaknya, kamu gak ikut? " tanya Rafael.
" mmm... tadinya sih enggak mau, tapi kalo dipikir-pikir lagi... aku tertarik sih! " jawab Bianca ragu-ragu " liat kedepannya nanti aja deh! " katanya lagi.
" iya.. "
mereka berdua pun kembali melanjutkan aktivitas belajarnya di perpustakaan itu, hingga tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 16.40 WIB, sudah mendekati waktu maghrib. Saat melihat ke arah jam tangan yang dipakainya, Rafael pun mengatakan pada Bianca untuk pulang, karena perpustakaan umum itu akan segerakan ditutup 20 menit lagi.
" Ca, udah sore nih.. kita pulang ya? "
Rafael, mendahului Bianca untuk mengambil motornya di parkiran motor. Sesudahnya menaruh buku di rak, Bianca keluar dari gedung perpustakaan umum lalu menghampiri Rafael yang sudah bertengger di motornya. Bianca pun naik ke jok belakang motor Rafael, lalu Rafael menjalankan motornya untuk membawa mereka pulang.
✄┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈
Di tengah perjalanan, Bianca memberhentikan Rafael yang sedang menyetir motor, karena melihat karnaval di sebuah lapangan besar.
" kak, kak! berhenti dulu kak! " ucap Bianca sambil menepuk pundak Rafael pelan.
Rafael pun melambatkan laju motornya, lalu menepi untuk berhenti " kenapa Ca? " tanyanya.
" gimana kalo kita ke sana dulu? " tanya Bianca sambil menunjuk ke karnaval itu dengan ekspresi senang dan diiyakan oleh Rafael.
Rafael pun akhirnya mengarahkan motornya ke arah pasar malam itu sesua permintaan Bianca. Ketika sampai di karnaval itu Bianca langsung turun dan menghampiri segerombolan orang yang sedang melihat atraksi. Di hari itu, Rafael baru melihat ekspresi Bianca yang begitu bebas dan senang, melihat Bianca yang tersenyum ceria tanpa sadar Rafael pun ikut tersenyum.
Rafael menghampiri Bianca yang sedang berada di stand penjual es krim itu, lalu berkata " es krim cone nya dua ya! " ujar Rafael.
penjual itu segera mengambilkan es krim yang Rafael pesan, lalu menyerahkannya pada Rafael. Setelah mendapatkan dan membayar es krim itu, Rafael lalu menghampiri Bianca yang sedang melihat atraksi.
" nih buatmu.. " ujar Rafael sambil menyodorkan salah satu es krim ditangannya.
Bianca meraih es krim yang ditawarkan oleh Rafael, lalu memakannya sambil melihat atraksi itu " terima kasih kak.. " ucapnya.
suara sorak sorai penonton yang ramai, membuat suasana karnaval itu semakin meriah. Di keramaian karnaval itu, Bianca melirik sebuah stand yang menjual aksesoris yang lucu, seperti yang Bianca suka. Bianca lalu menarik tangan Rafael dan mengajaknya melihat-lihat aksesori di stand itu.
Bianca lalu mengambil bando mutiara dan memakainya, dia lalu berbalik badan ke arah Rafael dan bertanya " gimana kak? bagus gak? " tanyanya sambil tersenyum.
" bagus kok! imut.. " jawab Rafael, Rafael lalu melihat gelang couple dengan liontin berbentuk lolipop yang di gantung tak jauh dari bando itu.
( ☝. sumber , Pin****** )
Rafael mengambilnya dan berkata pada penjualnya " berapa harganya bu? "
" oh itu.. 15 ribu kak.. "
" oh sebentar.. " Rafael merogoh sakunya, dan memberikan uang 20 ribu ke ibu penjual aksesoris itu, dan ibu penjual aksesoris itu memberikan kembaliannya.
seusai membeli aksesoris di stand itu, Bianca kembali menarik tangan Rafael ke arah segerombolan orang yang sedang melihat atraksi debus. Bianca tampak senang di saat itu, seperti dirinya yang biasanya, ceria dan periang.
di karnaval itu, Bianca maupun Rafael bersenang-senang menikmati karnaval yang berlangsung itu. Dari makan makanan pedas kesukaan Bianca hingga mendapatkan boneka beruang dari bermain panahan, sampai menaiki bianglala sebelum pulang, di dalam bianglala itu, Rafael memberikan gelang yang dibelinya tadi.
Rafael meraih tangan kanan Bianca, lalu memakaikan gelang yang dibelinya tadi " tadi aku beli ini di penjual aksesoris.. "
mata Bianca berbinar senang ketika melihat gelang yang lucu seperti kesukaannya " bukannya ini gelang couple kak? " ujar Bianca saat Rafael memakaikan gelang berwarna putih pada Bianca.
" iya, tadinya kukira ini gelang biasa, ternyata couple.. " jelas Rafael sambil menunjukkan gelang berwarna hitam di tangan kanannya.
setelah menerima gelang dari Rafael itu, Bianca memandang ke arah luar, melihat pemandangan kota dari ketinggian yang begitu indah.
' kencan? bukan..? ' batin Rafael sambil melihat pemandangan kota.
『••✎••』Bersambung...