R&B

R&B
PASIEN RUMAH SAKIT COMEBACK



Hari itu, masalah pun diselesaikan. Di esok harinya, di sore hari sekitar pukul 16.00 WIB, Regan, ibunya, beserta ayahnya datang ke rumah sakit dengan tujuan ingin meminta maaf. Dan disaat itu juga ada ayah Rafael yang sedang menemani Ryan di rumah sakit. Regan berdiri di hadapan Ryan, dia lalu berkata


" saya... saya mau minta maaf ke Ryan, karena beberapa hari yang lalu saya udah mengeroyok Ryan dengan alasan yang tidak jelas... saya benar-benar khilaf, karena saat itu saya terpengaruh oleh perkataan Meli.. sekali lagi saya minta maaf.. " ujar Regan.


" haaa... akhirnya sadar diri juga ya lo, makanya jangan mau di g*bl*g-g*bl*g in sama pacar lo itu! " sambar Rafael yang sedang bersantai di atas sofa sembari makan cemilan " kalo Ryan masih gak bisa maafin lo... lo harus ngulangin permintaan maaf lo itu ke Ryan sampe Ryan bisa maafin lo sepenuhnya.. "


Ryan dengan ekspresi polosnya itu pun terdiam sejenak, dia takut kalau dia tidak memaafkan Regan dia akan dikeroyok lagi oleh Regan, tapi kalau Ryan memaafkan Regan dengan mudah.... hatinya masih belum ikhlas, apalagi dia jadi trauma dengan hanya melihat wajah Regan saja.


akhirnya dengan susah payah dia berfikir dan bernegosiasi dengan hatinya sendiri Ryan pun menjawab " iya.. gak apa-apa.. "


Regan dan kedua orang tuanya menghela nafas lega, dan mengucapkan terimakasih pada Ryan yang telah mau memaafkan kelakuan Regan yang telah mengeroyoknya. Tapi tidak dengan Rafael, dia justru terlihat tidak puas melihat adiknya memaafkan Regan dengan begitu mudahnya, Rafael pun memutar otak liciknya untuk bisa memuaskan keinginan nya itu..


' dasar adek penakut! minimal diem dulu kek selama satu jam, biar gue bisa bikin si Regan berlutut.. haahhh puter otak dulu deh gue! ' batin Rafael.


Rafael pun tersenyum licik ke arah Regan yang sedang berbicara pada Ryan, dia lalu memanggil Regan untuk mendekat.


" eh Regan.. sini dulu deh! " ujar Rafael sambil mengayunkan telapak tangannya ke atas dan kebawah meminta Regan mendekat.


Regan pun menuruti keinginan Rafael, dia pun mendekat ke arah Rafael lalu bertanya " kenapa? "


" jadi gini, gue juga kan luka-luka gara-gara lo, gimana kalo lo minta maaf ke gue juga " ujar Rafael sembari menatap Regan dengan senyuman liciknya. Regan yang tak bisa berontak itupun akhirnya mengatakan maaf pada Rafael. Tapi..


" eh gak gitu maafnya.. salim lo sama gue! " pinta Rafael sambil mengangkat punggung telapak tangannya ke arah wajah Regan " kan gimana pun juga gue lebih tua 6 bulan dari lo Gan... "


Regan terdiam, dia merasa jengkel dengan sikap ketua OSIS yang ada di hadapan nya itu tapi dia tak bisa berontak apalagi menantang Rafael dan keluarga nya. akhirnya meskipun terpaksa Regan pun mengiyakan permintaan Rafael dan menyalami tangan Rafael.


Rafael pun tersenyum puas lalu berkata " anjing pintar... " seraya menepuk bahu Regan dan kembali bersantai di atas sofa itu " udah lu sana pergi, udah gak ada keperluan lagi kan? " ujar Rafael seakan ingin mengusir keberadaan Regan dan keluarganya.


Regan pun berbalik badan menghadap ke arah Ryan, dia tersenyum basa-basi lalu berpamitan pada Ryan untuk pulang ke rumahnya. Ryan hanya mengangguk dan akhirnya keluarga Regan pun pulang.


»»————\> **R&B** <————««


Di hari Senin di minggu ke 3 Bianca bersekolah di semester barunya itu, Bianca bangun dari tidurnya di pukul 04.10 WIB. Setelah bangun dari tidurnya itu, Bianca langsung mandi dan bersiap untuk menunaikan ibadah sholat subuh. Setelah sholat, Bianca bersantai sebentar menunggu hari sedikit lebih terang. Tepat di jam 05.30 WIB, dia memakai seragam sekolah nya dan turun ke lantai 1 untuk menyantap sarapan pagi yang disiapkan oleh ibu.


" aduh Bia, kamu tuh baru pulang dari rumah sakit kemaren loh, masa udah mau berangkat sekolah aja.. " ujar ibu yang khawatir pada Bianca.


bagaimana tidak, di hari Sabtu kemarin Bianca memaksa ingin pulang ke rumah karena sudah merasa lebih baik dan sehat, meskipun sempat dilarang oleh ibu dan ayahnya, Bianca tetap keras kepala dan tetap pada pendiriannya. Akhirnya ayah pun menyerah dan menanyakan pada dokter apakah Bianca bisa pulang di hari Minggu. Setelah dokter mengecek kondisi Bianca, akhirnya dia memperbolehkan Bianca untuk pulang ke rumah.


kak Zena yang saat itu juga sedang berada di meja makan sambil menyantap sarapannya itu juga ikut menasehati Bianca " iya loh Ca, kalo sampe kamu lemes di upacara bendera gimana? "


" ya aku minta tolong PMR "


" dasar kepala batu! " ucap kak Zena yang kesal dengan jawaban asal dari Bianca.


akhirnya, semua anggota keluarga yang berada di meja makan itu pun memilih pasrah daripada harus berdebat dengan anak yang keras kepala itu. Bianca menyantap sarapan pagi, setelah selesai menyantap sarapan paginya, Bianca bersiap-siap memakai sepatu, dan setelahnya seperti biasa ayah mengantarkan kedua anak perempuan itu ke sekolah.


Di sekolah, lebih tepatnya di ruang kelas 11 MIPA 2, sudah ada beberapa siswa yang sudah datang lebih pagi karena memang tuntutan piket. Bianca menyapa teman-temannya itu lalu duduk di kursinya untuk menunggu kedua sahabat nya datang ke sekolah.


sambil menyapu lantai kelas, Winda yang memang bertugas piket di hari itu pun berbasa-basi dengan Bianca " pulang dari rumah sakit hari apa Ca? " tanya Winda.


" kemarin Minggu Win.. oh iya btw hari ini ada pr apa Win? " Bianca balik bertanya.


" nggak ada sih, Minggu kemarin itu hampir aja bu Gisel ngasih kita PR, tapi gak jadi karena udah keburu pulang, beruntung banget kan! " jawab Winda dengan penuh semangat.


Bianca pun hanya tertawa mendengarnya. Tak lama kemudian dua sahabatnya itu datang, dan menyapa Bianca dengan gembira.


" waaaaahh pasien rumah sakit comeback!! " ujar Azura kegirangan melihat sahabatnya telah kembali dari rumah sakit.


" iya! gimana Ca, udah rada baikan? " tanya Arsha.


" alhamdulillah dong udah baikan gue, gue kan wonder women!! " jawab Bianca.


saat mereka sedan asyik berbincang-bincang, bell sekolah berbunyi menandakan upacara bendera akan segera dimulai. Bianca, dan teman-temannya yang lain pergi menuju lapangan upacara, begitupun dengan yang lainnya. Upacara bendera dimulai dengan cukup tenang, hingga bendera merah putih dikibarkan Bianca masih merasa baik-baik saja.


tapi... setelah bendera merah putih selesai dikibarkan, dan memasuki amanah pembina upacara, Bianca mulai merasa lemas di sekujur tubuhnya. Tiba-tiba matanya berkunang-kunang dan telinganya berdenging, Bianca mulai merasa pusing dan mulai kehilangan keseimbangan lalu dia..


BRUKK!


" BIA!!!???! "


『••✎••』Bersambung...