R&B

R&B
GAGAL NGAPEL



" Hah... "


Rafael menghela nafas. Yah... mungkin hari itu sangatlah menyebalkan! haruskah dia seret saja Abian ke gudang sekolah dan mengurungnya di sana, tidak~ dia tidak akan melakukan hal sekejam itu, dia adalah ketua OSIS yang baik, ramah, murah senyum, dan ganteng + cool, benar kan?.


melihat Rafael yang menghela nafasnya, Bianca pun tertawa kecil, merasa senang dengan ekspresi kesal Rafael saat itu, terlihat menggemaskan menurut Bianca " hihi.. lucu ya! "


" heung, apanya yang lucu..! Abian udah gangguin waktuku buat berduaan sama kamu loh.. " ujar Rafael dengan nada seperti anak kecil yang sedang merajuk.


" ah~ udahlah, lagian kan masih ada malem mingguan! kata kakak, malem Minggu ini kakak mau ngajak aku ngapel kan?! " tanya Bianca. Dan itu berhasil membuat Rafael kembali tersenyum semangat.


" hm! iya, nanti aku mau ajak kamu jalan-jalan ke banyak tempat, mall, bioskop, cafe- "


" iya sih iya malem mingguan, tapi aku pasti bakal dilarang ayah sama ibu kalo pulang diatas jam 9, ke satu tempat aja lah! " ujar Bianca memotong ucapan Rafael.


" iya juga, nanti ke cafe aja yuk, malem mingguan pertamaku nih! haha! " jawabnya.


" ganteng kok gak laku. "


JLEB!


Rafael merasa tertusuk, tertampar, tertohok oleh realita. Memang benar apa yang dikatakan Bianca, dia memang ganteng, tapi dia tidak laku, Bianca adalah pacar pertamanya dan baru kali inilah Rafael berpacaran, tapi sudah diganggu oleh Abian, hihi.


" Nca... " Rafael kembali patah semangat " emangnya dulu mantan Nca ada berapa? "


JLEB!


huhu! kini Bianca yang merasa tertamar realita. Sedikit merasa tak bersemangat, Bianca pun menjawab " ya.. ada sih beberapa, cuma.. semuanya cuma cinta monyet. "


" sama tapi beda ya Ca! "


»»————\> **R&B** <————««


Bada Isya, Rafael datang ke rumah Bianca untuk membawa Bianca malem mingguan, alias ngapel. Di jam segitu, kalau tidak nyantai main HP, Bianca pasti akan memakan cemilan sambil menonton series horor thriller. Di malam itu, Bianca bersantai di kamar sambil menunggu kedatangan pacarnya.


dan benar saja, tak butuh waktu lama, Rafael datang ke rumah Bianca untuk malem mingguan bersama Bianca malam itu, takut tak bisa berduaan terlalu lama mungkin.


mendengar suara klakson motor Rafael, Bianca segera merapikan tampilan dirinya. Sedangkan diluar, Rafael sedang mengobrol dengan ayah, diberi wejangan mungkin.


Bianca turun dari lantai 2, menuju ke ruang tamu, dimana ayah dan Rafael sedang mengobrol berdua. Bianca menyapa Rafael


" kak Rafa! "


Rafael menoleh, melihat penampilan Bianca yang tak biasanya dia lihat. Karena selama ini yang dia tau hanya Bianca yang rambutnya diurai, memakai seragam, atau kalau tidak hanya memakai kaos biasa dengan kolor wanita.


Rafael pangling dengan Bianca pada malam itu, rambut Bianca yang biasanya diurai, pada malam itu di kuncir, pakaian yang rapi, dan aroma parfum yang enak.


' jadi ini rasanya punya pacar? ' batin Rafael saat melihat Bianca.


" jangan ngelamun Raf! om tau Bianca cantik, tapi kalo kamu pangling nya kelamaan gitu om jadi khawatir tau~ " goda ayah, yang melihat ekspresi Rafael saat itu.


" eh, hahaha.. iya om.. "


" udah sana ngapel, inget ya Ca jangan pulang kemaleman, Rafa juga jagain Bia ya! " kata ayah.


" siap om! " Rafael mengangkat tangan kanannya ke dahi, seakan sedang hormat " ayo! "


Rafael berpamitan pada ayah, lalu dia keluar dari ruang tamu untuk menuju ke halaman rumah dimana motornya terparkir. Bianca telah bersiap di atas motor Rafael, dan Rafael segera mengemudikan motornya menjauh dari halaman rumah Bianca. Merasa sudah jauh, ayah menutup pintu rumah dan kembali ke ruang TV untuk menonton bola.


Langit bertabur bintang, bulannya pun bersinar terang saat itu, angin berhembus lembut, membuat malam itu terasa sejuk, sempurna!. Bianca memeluk Rafael dengan cukup erat, dan Rafael suka itu, Rafael merasa itu adalah hal paling romantis yang pernah dia alami, setelah sekian lamanya dia single dan tak pernah berpacaran.


" kita mau kemana kak? " tanya Bianca.


" ke tempat yang aku suka, kamu suka makan kan? "


tiba-tiba, Bianca merasa ada air yang menetes dari atas kepalanya, tapi untungnya dia sedang memakai helm. Bianca merentangkan telapak tangannya, ternyata gerimis.


tadinya itu memanglah hanya gerimis kecil, tapi lama kelamaan malah semakin besar dan akhirnya turunlah hujan, yang bahkan mereka berdua tidak menduganya, gak habis fikri deh..


dan pada akhirnya, karena hujan semakin besar saja Rafael pun menepi dan mereka pun berkahir di... WARMINDO.


" ck! nyebelin ih, ini malem mingguan pertamaku udah gagal aja! " Rafael mengeluh.


" gak apa-apa, mie rebus juga enak! lagian hujan itu berkah, jangan dihujat kak.. "


" iya deh.. apa boleh buat, hujannya sungguh diluar BMKG, atau BMKG udah kabarin tapi akunya yang gak liat?! entahlah.. " Rafael menggumam " kang, pesen kang! " Rafael memanggil seorang pegawai di warmindo itu.


" mau pesen apa a? " tanya akang warmindo.


" mie rebus nya satu kang, sama minumnya... es jeruk satu, kalo Nca? "


" aku mie rebus satu, kasih cabe, sayur and endog, minumnya soda aja! "


" kalo aa mau kasih sambel? " tanya akang warmindo lagi.


" oh iya boleh kang, dikit aja ya kang! "


akang warmindo itu segera pergi ke dapur untuk menyiapkan pesanan dia sejoli ini.


✄┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈


Selagi mie rebus nya dimasak, Rafael mengobrol dengan Bianca, tapi beberapa saat kemudian alangkah terkejutnya dia. Melihat kedatangan Abian, yang sepertinya akan membuat malam minggunya ini benar-benar gagal total.


Abian belum menyadari ada Rafael dan Bianca di sana, dia pergi ke kasir warmindo untuk memesan makanan. Ketika dia berbalik, EAAA! dia menyadari ada Rafael dan Bianca disana, Abian kemudian tersenyum nakal.


' hihi.. kak ketos nih, gangguin ah! akan ku buat dia gagal ngapel! ' batin Abian.


" hei, halo Nca, ketos~ " Abian menyapa mereka berdua, dan disahuti oleh Bianca.


PLAK


tidak seperti Bianca yang menyahuti Abian, Rafael justru menepuk jidad karena merasa frustasi, kesal, dan muak. Tapi, sepertinya kali ini Abian tidak akan bisa duduk berhadapan dengan Bianca ataupun Rafael, karena Rafael duduk di samping tembok dimana kursinya hanya ada dua dan saling berhadapan.


tapi apalah Abian kalau menyerah mengganggu orang, dia pun akhirnya memilih duduk di kursi yang ada di samping kanan Rafael.


" ngapain kesini? " tanya Rafael dengan nada yang terdengar cukup malas.


" hujan kak, tadinya aku mau ke rumah temen eh ujan, makanya aku ngaso dulu disini! " jawab Abian " lumayan kan bisa gangguin kalian ngapel!?? "


" terang-terangan banget ya anda! " ujar Rafael.


" oh iya dong, aku mah orangnya jujur, kan kalo bohong dosa~ "


" t4i! "


『••✎••』Bersambung...