R&B

R&B
KONTAK ZENA



Di pagi itu, Rafael seperti biasa berangkat pagi. Jam 6.30 dia sudah stand by di sekolah entah mencari apa, seperti biasa dia menyambut kedatangan murid-murid lain di gerbang sekolah, sekaligus untuk memantau kedisiplinan para siswa si sekolah itu. Setelah gerbang ditutup, Rafael pun masuk ke dalam gedung sekolah karena jam pelajaran akan segera di mulai.


ditengah perjalanan menuju ruang kelasnya, Rafael menyempatkan diri untuk memberitahukan keadaan Bianca pada wali kelas / guru mapel yang akan mengajar di sana.


melihat belum ada guru di dalam kelas Rafael pun berdiri di ambang pintu kelas 11 MIPA 2, Rafael pun bertanya pada semua murid yang hadir pada saat itu " sekretaris absensi di kelas ini siapa ya? " tanya Rafael.


" saya kak! " Azura mengangkat tangannya, lalu berdiri untuk menghampiri Rafael yang berada di depan pintu kelasnya. Azura dan Rafael sedikit menepi agar tidak menghalangi jalan.


" kenapa ya kak? " tanya Azura.


" aku cuma mau ngasih tau, kalo Bianca Aurellia hari ini izin gak berangkat dulu karena sakit.. "


" sakit?!!! dia kenapa ya kak? "


" semalam dia di tusuk sama maling di rumahnya, jadi gak bisa berangkat hari ini.. " jelas Rafael " udah sih itu aja, aku harus buru-buru ke kelas ku takut guru mapelnya dateng.. "


sebelum Rafael melangkah lebih jauh, Azura mencegahnya dan kembali bertanya " tunggu kak! kalau boleh tau Bia sekarang ada di rumah sakit mana?? kakak tau gak? "


" kalo itu aku aku kurang tahu, kamu bisa tanya kakaknya atau hubungi Bia sendiri mungkin.. " jawab Rafael " ya udah aku masuk kelas dulu ya, soalnya bel masuk udah bunyi "


" i-iya kak, makasih infonya ya kak! "


»»————\> **R&B** <————««


Di depan kelasnya, Azura dapat melihat Rafael yang terlihat sudah berjalan menjauh dari kelas 11 MIPA 2. Setelah mendapatkan informasi dari Rafael, Azura masuk ke dalam kelasnya dengan raut wajahnya yang terlihat cemas dan takut.


Arsha yang memperhatikan raut wajah Azura pun bertanya pada Azura " kenapa Zur? PR matematika mu belum kah? kok muka lu kaya sedih gitu.. ditolak ketos?? "


" iiihhh!! bukan gitu b*go!! ketos tadi ngasih tau ke gue, kalo Bia hari ini gak berangkat school dulu.. "


" oh iyakah? kenapa dia? " tanya Arsha yang sedang duduk menghadap teman di belakang kursinya.


saat itu Azura sudah duduk termenung dengan raut wajah cemasnya, mendengar pertanyaan dari Arsha, Azura pun menjawab dengan nada lemas " ditusuk.. "


mendengar jawaban Azura yang mengejutkan itu, semua murid yang hadir di kelas itu pun mulai mengarahkan tatapan matanya pada Azura karena terkejut, bahkan ada beberapa murid termasuk Arsha yang mendekat ke meja Azura untuk bertanya langsung agar rasa penasaran mereka terjawab.


" ah yang bener deh Zur! lu gak bohong kan?? emang kak Rafael tau dari mana kalo Bia ditusuk..??! " tanya Arsha yang masih tidak percaya.


" ya dari kakaknya lah! kan kakaknya Bia satu kelas sama ketos!! " jawab Azura.


" iya juga ya, kita jenguk aja kali ya abis pulang sekolah ini??.. " usul Arsha.


" emang lu tau Bia dirawat dimana? " tanya Azura.


" lu gak tau? "


" istirahat nanti kita minta kontak kakaknya Bia yuk! " usul Winda.


" boleh tuh! tapi mintanya ke siapa?? " ujar Azura.


" ya ke ketos lah.. kan ketos yang ngasih tau kabar terkininya Bia, ya pasti dia punya kontak kakaknya Bia lah.. " jawab Winda.


tanpa babibu, meskipun takut-takut, beberapa murid yang ingin menjenguk Bianca pun akhirnya mau tak mau setuju dengan ide Winda yang meminta kontak Zena pada ketua OSIS alias Rafael.


Singkatnya, matahari sudah mulai bersinar terang. Bel masuk kelas sudah dibunyikan tanda jam pelajaran ke satu akan dimulai.


⋅•⋅⊰∙∘☽༓☾∘∙⊱⋅•⋅


Tak terasa, waktu berjalan begitu cepat. Jam pelajaran telah usai, dan bel waktu untuk istirahat telah berbunyi. Azura, Arsha and friend yang telah sepakat akan menjenguk Bianca sepulang sekolah, memberanikan diri mereka untuk menemui Rafael demi bisa meminta kontak Zena.


yang akhirnya maju untuk meminta kontak Zena adalah Azura dan Winda, sedangkan denda untuk yang tidak ikut menanyakan kontak Zena pada Rafael adalah patungan uang untuk membeli buah dan cemilan sehat untuk Bianca.


di kelas 12 MIPA 2


Azura dan Winda dengan segala keberaniannya, mendekati kelas 12 MIPA 2 sambil menengok kanan kiri untuk mencari ketua OSIS itu. Salah seorang teman Rafael yang bernama Rey, menghampiri dua gadis cantik asal kelas 11 MIPA 2, karena melihat gerak gerik mereka yang seperti mencari seseorang.


" nyari siapa dek? " tanya Rey.


" anu kak, kak Rafael nya ada? " tanya Azura.


" oh ada sih, tapi dianya lagi kelayaban nyari korban kedisiplinan.. emang kalian ada urusan apa nyari si Fael? " jelas Rey sekaligus bertanya.


" anu kak, kami kesini itu niatnya mau minta kontak kak Zena, kakaknya Bianca buat nanya Bia sekarang dirawat di rumah sakit mana.. " jelas Azura.


" oh kontak Zena, kalo itu aku juga ada! butuhnya sekarang kah? " ujar Rey.


" iya kak! " jawab Azura. Senyum tipis mereka pun mulai terukir, mereka tampak senang bisa mendapatkan apa yang mereka mau tanpa harus berhadapan dengan ketua OSIS.


seusai meminta kontak Zena, mereka berdua pun kembali ke kelas untuk memberitahukan pada teman-temannya. Dan di kelas, terlihat Arsah yang sedang menghitung uang hasil patungan murid yang ikut menjenguk.


Azura dan Winda pun masuk ke dalam kelas, lalu memberitahukan pada teman-temannya kalau kontak milik Zena sudah mereka dapatkan " friend~ aku udah dapet kontaknya nih~ " ujar Azura senang.


" wih bagus tuh Zur! sekarang gimana kalo kita mulai rencanain jadwal kita buat jenguk Bia nanti? " kata seorang siswa bernama Gilang.


" oke! "


『••✎••』Bersambung....