
Kepala sekolah, pak Devan dan wali kelas, mereka juga berkumpul di sofa panjang yang tersusun rapi. Pak Devan duduk di sebelah kiri Rafael, dan wali kelasnya duduk di kursi tunggal yang ada berhadapan dengan tempat duduk kepala sekolah. Dan kepala sekolah memulai pembicaraan " jadi.. bapak ibu sekalian disini, saya panggil untuk menyelesaikan masalah antara siswa kita.. yang kemarin terlibat pertengkaran.. "
" dih! apanya yang pertengkaran, orang Rafael udah bener kok! ngehajar anak itu! " celetuk ayah Rafael.
" eh?? jadi maksud anda anak saya salah begitu!?? harusnya anda nasihatin anak anda itu! masa iya dia mukulin anak saya tanpa ada sebab??!! " sambar Yuda, ayah dari Regan.
' baru juga mulai astagfirullah!!! ' batin pak Devan yang punya insting kuat yang merasa akan terjadi badai lagi setelah ini.
" harusnya anda yang nasihatin anak anda ya!! saya bangga kok anak saya mukulin anak mu! " sahut ayah Rafael.
" wah!! anda belum tau ya siapa saya! kalau anda tahu saya itu siapa, ciut nyali anda nanti!!! " ujar pak Yuda.
wali kelas yang khawatir dengan suasana dia keluarga yang memanas itu, akhirnya membuka suaranya dan berbicara beberapa patah kata " mmm.. anu pak Yuda, pak Mahesa.. kita bisa selesaikan masalah ini baik-baik kan.. jadi- ", belum selesai wali kelasnya berbicara, ayah Rafael memotongnya dan berkata..
" enggak bu! orang-orang kaya bapak ini emang harus dikasih paham ya! heh pak Yud, denger ya, anak mu itu udah bikin adik Rafael masuk rumah sakit!!! " jelas ayah Rafael dengan penuh emosi " bisa-bisanya anak anda mengeroyok anak saya tanpa ada alasan sampai anak saya masuk rumah sakit begitu!! anda bahkan gak mau tanggung jawab atas perbuatan anak anda sendiri!! "
" ngeroyok!??!! bapak jangan ngarang cerita ya!! emang ada buktinya kalo anak saya ngeroyok anak anda?!! " tanya pak Yuda.
Rafael yang sedari tadi diam dan membiarkan ayahnya bicara pun, kali ini buka suara dan menjelaskan apa yang dia temukan " ada.. saya punya buktinya.. "
" dasar anak lancang, mana?? mana buktinya??!! paling juga kamu bohong! "
Rafael tak menjawab ataupun menggubris bentakan dari pak Yuda itu, dia bergegas mengeluarkan HP nya dan memperlihatkan foto Ryan yang sedang terbaring di ranjang rumah sakit, video CCTV yang merekam Regan berada di depan sebuah gedung dengan gerak gerik yang mencurigakan, da rekaman suara Ryan yang membenarkan pernyataan kakaknya yang menunjukkan foto Regan, sebagai 'Ega'. Melihat bukti-bukti itu, pak Yuda masih mengelak tak percaya dia lalu kembali berkata dengan nada yang keras..
" emang kamu pikir, orang yang lari ke depan gedung kantor itu malem-malem itu cuma Regan doang?!!! " ujar pak Yuda.
" ya iyalah, liat aja jaket yang dia pake di vidio itu.. bapak pikir itu jaket dari siapa? saya tau banget itu jaket siapa! " jawab Rafael.
»»————\> **R&B** <————««
Regan terdiam, dia tidak bisa membuka mulutnya karena takut. Sedangkan ayahnya, terus berdebat dengan Rafael. Pak Devan pun ikut membela pernyataan Rafael, karena dia pernah pergi ke rumah sakit tempat adik Rafael dirawat kemarin siang, dengan menjelaskan pandangan Ryan yang saat itu dikeroyok oleh Regan dan beberapa orang lainnya.
BRAAKK!!
merasa kesal selalu kalah berdebat dengan Rafael, pak Yuda menggebrak meja yang berada di depannya itu lalu berteriak dengan lantang " heh anak kurang ajar!!! kamu tau gak aku ini siapa!! aku ini lurah yang paling dihormati di desa ku!! memang kamu siapa berani nuduh anak saya sembarangan!??? "
" kamu tuh bukan siapa-siapa dibandingkan anak saya!! anak saya itu pinter, berprestasi, emang kamu apa!! cuma anak gak tau diri, paling ayah mu itu kerjaannya cuma jadi supir tuh! " ujar pak Yuda meremehkan ayah Rafael.
mendengar pak Yuda yang merendahkan dirinya, pak Mahesa tak bisa menahan amarahnya lagi. Dia lalu menghempaskan cangkir kaca yang ada didepannya hingga hancur berkeping-keping.
PRAANGGG!!
ayah Rafael lalu berdiri dan mengeluarkan sesuatu dari dompetnya dan berteriak " TADI ANDA BILANG APA??!!! SUPIR DOANG!! NIH LIAT INI LIAT!!!! " bentak ayah Rafael sambil melemparkan sebuah kartu yang dinamakan BLACK CARD ke hadapan pak Yuda. Melihat black card yang dimiliki ayah Rafael, pak Yuda terdiam sejenak.. dia tak bisa berkata apapun lagi.
ayah Rafael lalu menarik kerah baju pak Yuda hingga tubuh pak Yuda tertarik, dia lalu berkata " heh, denger ya pak, anak mu itu udah salah karena udah ngeroyok anak saya!! sadar diri lah! minimal anda menasehati anak anda agar mau mengakui kesalahannya dan minta maaf ke anak saya! tapi anda malah mengagung-agungkan jabatan anda yang cuma lurah itu, terus apa tadi.. hah?? " ujar ayah Rafael seraya mengencangkan cengkeramannya " dengar ya, uangku itu gak terhitung jumlahnya! saya bisa aja membeli harga diri anda, dan membuat anda turun dari jabatan anda sekarang! "
kepala sekolah, pak Devan, wali kelas, dan ibu Regan yang panik pun akhirnya mencoba memisahkan kedua ayah itu sekuat tenaga mereka, dan akhirnya Rafael pun ikut andil dalam memisahkan ayahnya dari pak Yuda yang kelihatannya sudah merasa susah bernafas. Akhirnya ayah Rafael berhasil ditenangkan dan kondisi pun kembali kondusif. Ayah Rafael mencoba bicara dengan halus lalu berkata pada Regan..
" dek Regan.. bisa ceritain kenapa kami mengeroyok anak saya?? " tanya ayah Rafael.
namun Regan tetap diam, wali kelasnya mencoba membuat Regan buka suara, begitupun dengan kepala sekolah dan pak Devan yang mencoba membuat Regan menjawab. tapi segala usaha mereka itu ternyata tak berhasil akhirnya, karena merasa kesal ayah Rafael pun menggebrak meja dengan sangat kuat hingga membuat meja itu berlubang. Karena terus didesak, akhirnya Regan mau tak mau menceritakan alasannya mengeroyok Ryan.
" jadi.. saya punya pacar namanya Melinda, dia itu anak yang sekolahnya sama kayak Ryan, di SMP 5.. tapi saya gak suka, karena Melinda terlalu deket sama Ryan, beberapa bulan yang lalu, waktu Ryan ikut perlombaan dan menang, tapi Melinda cuma juara harapan, terus Melinda cerita ke saya.. kalau Melinda pernah diremehkan sama Ryan dan dia cerita kalau Ryan itu pernah nampar pacar saya, terus nguntit dia sampai ke depan rumahnya.. " Regan mulai buka suara.
" anak anj***, lo ngeroyok adek gue cuma karena pacar lo yang bahkan lo sendiri gak tau pacar lo itu jujur atau enggak!!! " ujar Rafael pada Regan yang kesal dengan jawaban Regan " siapa sih si Melinda, Melinda itu, gue datengin juga ya rumahnya, bakal gue untit dia sampe dia gak bisa tidur!!! " lanjut Rafael.
" gilak ya lo ngeroyok anak SMP!! udah gede tapi kelakuannya kaya bocah!! br*ngs*k! " umpat Rafael.
pak Yuda yang tak menyangka jawaban anaknya itu, tak bisa berkata apa-apa, dia hanya diam dan tubuhnya melemas. Akhirnya untuk menyelesaikan masalah ini, Regan diminta untuk meminta maaf pada Ryan secara langsung, dan dimintai pertanggung jawabannya atas kondisi Ryan saat ini.. meskipun Ryan sudah sedikit membaik..
" saya akan tanggung jawab! saya akan bayar biaya rumah sakit anak anda.. saya minta maaf atas kelakuan anak saya.. " ujar pak Yuda sambil menunduk malu menahan perasaan terhina.
" halah gak usah, saya bukan orang susah! saya bisa kok bayar biaya rumah sakit anak saya sendiri! mindahin ke tempat VIP juga bisa saya! " ujar ayah Rafael " besok, saya mau anak anda, dateng ke rumah sakit dan minta maaf secara langsung ke depan anak saya! kalau enggak, ku bakar rumahmu! " ujar ayah Rafael, setelah itu dia pergi keluar dari kantor guru bersama Rafael.
" dasar anak gak berguna! " hardik pak Yuda pada anaknya, kemudian pergi meninggalkan kantor guru meninggalkan Regan yang membeku dengan perasaan terhina.
『••✎••』Bersambung...