R&B

R&B
AKRAB



BRAK!


Bianca memukul mejanya karena kesal tak bisa fokus pada tugasnya itu. Azura yang duduk di samping Bianca pun menoleh dan bertanya " kenapa sih Ca? "


Bianca dengan wajah tanpa dosanya, menggelengkan kepalanya dan menjawab " oh, nggak kok tadi itu ada nyamuk! nyamuk iya nyamuk! " begitu jawabnya seraya mengibaskan tangannya ke kanan dan ke kiri.


" masa sih? lu kenapa sih, dari semenjak lu balik dari UKS jadi aneh begitu kelakuannya! coba deh Ca, kamu ngaca.. muka mu merah tau.. " ujar Azura yang tidak percaya pada jawaban sahabatnya itu.


" hah?? iyakah?? itu, aku agak gerah gitu loh.. kalo aja kita punya kipas disini.. " jawab Bianca semakin ngawur, dia pun kembali mengibaskan tangannya seolah-olah sedang merasa kepanasan.


" ?? panas banget tah? mukanya sampe mirip kepiting rebus! " ujar Azura sambil memperhatikan langit yang lumayan cerah dan hangat. Azura pun mengiyakan jawaban dari sahabatnya yang satu ini, karena memang cuacanya sedang sedikit panas dan kebetulan Bianca duduk di sebelah jendela.


»»————\> **R&B** <————««


Sambil berfikir, sesekali Bianca mengendarkan pandangannya ke arah jendela, yang dibawahnya ada lapang basket, dan taman sekolah di samping nya. Saat Bianca menengok ke arah jendela lagi, matanya beradu tatap dengan Rafael yang berada di lapang basket, yang sepertinya sedang ingin menuju ke lorong kelas. Rafael berhenti sejenak karena tiba-tiba tali sepatunya terbuka, lalu dia tak sengaja menatap ke arah jendela kelas Bianca, dan malah beradu tatap dengan Bianca.


Bianca yang sadar Rafael sedang menatapnya dari bawah, mengalihkan pandangannya ke arah buku tulisnya. Dan untuk yang kesekian kalinya, Bianca jadi salah tingkah. Melihat reaksi sahabatnya itu, Azura pun berdiri dari tempat duduknya dan mencoba melihat ke bawah jendela, tapi sebelum Azura melakukannya Bianca sudah menghalangi jendela itu dengan tubuhnya.


" lo mau ngapain!?? " ujar Bianca yang sedikit panik, ketar ketir, dan semakin salah tingkah. Azura mencoba menyingkirkan tubuh sahabatnya itu dari jendela, dengan ekspresi meledek.


" hayoloh~~ ada apa itu dibawah~ coba ah! minggir dulu, aku mau liat! " ujar Azura.


" enggak! gak ada apa-apa kok! udah duduk lagi aja~ "


" hha! " Azura berhasil menyingkirkan tubuh Bianca dari pandangannya, lalu segera melihat ke arah bawah. Tapi.. dia tak menemukan apapun di bawah sana, hanya dua ekor kucing ras yang sedang kawin " gak ada apa-apa.. malah yang ada kucingnya mang Barjo yang lagi kawin anjir.. " ujar Azura yang tidak menemukan apa-apa itu.


" ha.. hahahaha! Azura liat b0k3p!!! ", melihat Azura yang tak menemukan apapun, Bianca pun berpura-pura tertawa. Azura yang mendengar Bianca menuduhnya sedang melihat b*k3p sambil tertawa hanya bisa menggelengkan kepalanya, merasa kesal dengan tingkah sahabatnya satu itu.


" anak anjir! kukira ada apaan ternyata cuma kucing yang lagi kawin! " ujar Azura sambil tertawa kecil, lalu dia berjalan kembali ke kursinya.


Bel istirahat berbunyi, Bianca mengajak Azura untuk pergi ke kantin untuk membeli makanan. Arsha yang sedang mengobrol dengan temannya berteriak dan berkata " Ca!! gue nitip soda!! ".


Bianca mengiyakan permintaan Arsha dan melanjutkan perjalanannya menuju kantin bersama Azura. Tapi sesampainya di kantin, Bianca masih harus mengantri. Dan kebetulan ada Rafael di barisan ke 1, tepat di depan Bianca. Saat Rafael melangkah maju, Rafael menoleh dan saat dia melihat Bianca Rafael menawarkan kepada Bianca untuk mendahuluinya..


" eh, Bianca.. duluan aja.. " katanya sambil memundurkan dirinya.


Bianca pun menolaknya " eh enggak deh kak! aku juga gak terlalu jauh antriannya- " sebelum Bianca selesai bicara Azura memotongnya dan memukul lengan Bianca pelan.


" eh enggak! kita mau kok! ayo Nca! kita duluan ya kak.. terimakasih banyak~ " ujar Azura sambil menarik tangan Bianca. Dan akhirnya mereka berdua pun mendahului Rafael, dan memesan makanan mereka. Setelah selesai memesan dan mendapatkan apa yang mereka beli, Bianca dan Azura langsung pergi menuju kelasnya dan berterimakasih sekali lagi pada Rafael.


di lorong kelas, sambil berjalan Azura menyenggol tubuh Bianca sehingga Bianca terhuyung lalu dia menggoda Bianca " cieee akrab nih ye.. sama ketos~ "


" ihh! apasih nggak kok! " jawab Bianca kesal.


" ah~ masa~ kok mukanya merah sih, atau jangan-jangan... tadi yang kamu liat di jendela itu ketos ya~~~ " ujar Azura, terus meledek Bianca.


" dih! nggak ya sorry! " sahut Bianca, lalu dia berjalan lebih cepat dari Azura dan meninggalkan Azura di belakangnya. Azura hanya tertawa lalu berlari kecil mengejar langkah kaki Bianca.


✎﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏


Mereka berdua pun sampai di kelas 11 MIPA 2, Bianca lalu menyerahkan soda yang diminta Arsha, dan meminta uang gantinya pada Arsha " nih nyed! jangan lupa ongkirnya.. " ujar Bianca.


" hah?? ongkir? yang bener aja ih!! nih! " Arsha lalu dengan terpaksa memberikan uang ongkir yang diminta Bianca itu, lalu Bianca berjalan ke arah tempat duduknya. Dia duduk berhadap-hadapan dengan Azura dan muka menyantap cemilan yang dibelinya sambil mengobrol.


tak lama kemudian, makanan dan cemilan yang mereka beli telah habis dimakan, Azura meminta Bianca untuk mengantarnya ke toilet untuk buang air kecil.


" Ca, temenin gue yuk! ke toilet! " pinta Azura.


" oh hayu atuh, aku juga mau ke toilet.. " , dan mereka berdua pun pergi ke toilet bersama.


Toilet itu terbagi menjadi 2, yaitu toilet laki-laki dan toilet perempuan, setelah mereka berdua selesai buang air kecil dan mencuci tangannya, mereka berdua keluar dari toilet dan bertemu dengan Rafael yang baru saja keluar dari toilet.


" habis dari toilet Ca? " tanya Rafael, yang melihat Azura dan Bianca keluar dari toilet.


" iya kak.. "


Tiba-tiba! entah datangnya dari mana, tapi datang seekor kecoa yang terbang di hadapan Bianca dan malah menempel di pundaknya. Karena takut, reflek Bianca memeluk Rafael seraya menjerit " kyaaa!! kak tolong kak! Aaaaa!!! " jerit Bianca sambil memeluk Rafael, sedangkan Azura berjalan mundur menjauhi Bianca.


melihat Bianca memeluk Rafael dengan erat seperti itu, Azura hanya bisa menutup mulutnya dengan tangannya dan menggeleng tak percaya dengan kelakuan sahabatnya itu. Tapi.. Azura juga bisa memahami bagaimana Bianca, apalagi Bianca sangat takut pada kecoa.


Rafael menenangkan Bianca, lalu dia mencoba meyakinkan Bianca kalau kecoa itu sudah terbang pergi menjauh " Ca, tenang Ca.. kecoa nya udah pergi kok.. "


Saat Bianca mengangkat wajahnya dari tubuh Rafael, dia melihat Kecoa itu memang sudah terbang entah kemana. Bianca yang sadar telah memeluk Rafael itu, langsung membungkuk di depan Rafael " maaf ya kak, aku gak sadar!! ", ucapnya. Lalu Bianca menarik tangan Azura untuk segera keluar dari toilet itu.


' kecoa anj***!!!!!! sialaaaaaaaaannnn!!!!! ' batin Bianca.


『••✎••』Bersambung...