
Di jam pelajaran ke 1 itu, Bianca maupun Rafael tidak barada di kelas karena mereka sedikit tidak enak badan. Bianca berencana kembali ke kelas di mapel berikutnya di hari itu, sehingga Bianca bersantai sejenak di ruangan UKS itu. Bianca berbaring menghadap ke arah Rafael, saat terbaring seperti itu dia dapat melihat wajah Rafael yang sedikit pucat dan berkeringat dingin.
' pucet amat itu mukanya, demam atau gimana ya? mmm... cek gak, cek gak.. ' batin Bianca sambil memperhatikan wajah Rafael yang terlihat pucat itu.
Bianca pun akhirnya memilih untuk mengecek keadaan Rafael, dia turun dari ranjangnya dan berjalan mengendap-endap ke arah Rafael agar tak membangunkan Rafael yang sedang tidur. Perlahan, telapak tangannya mulai menyentuh dahi Rafael, dan Bianca dapat merasakan, dahi Rafael panas, begitupun dengan telapak tangan Rafael.
" fix ketos lagi demam! " ucap Bianca " kak, kak.. " Bianca pun mencoba membangunkan Rafael.
Rafael terbangun, lalu menatap wajah Bianca sebentar kemudian dia bertanya " ya? " dengan suara yang lemah.
" kakak demam kah? " tanya Bianca " kalo kakak gak enak badan kenapa sekolah kak? mending pulang aja kak! "
Rafael tersenyum, lalu mengusap puncak kepala Bianca seraya berkata " gak perlu, aku gak apa-apa kok! "
Bianca terdiam sejenak, wajahnya memerah karena malu. Tapi kemudian Bianca melirik gelas teh yang berada di nakas, dia lalu menawarkan teh itu kepada Rafael " eee.. mau minum teh kak? " ujar Bianca sambil memegang segelas teh hangat tadi.
" boleh.. " jawab Rafael, kemudian dia meraih gelas teh itu, dan meminumnya sedikit.
tapi tunggu sebentar, Bianca baru sadar kalau itu adalah teh bekas dia minum tadi. Bianca pun mengambil gelas teh itu lagi dari Rafael dan berkata " eh jangan deh kak! ini punya aku, baru inget! hehe.. " Bianca semakin salah tingkah dan akhirnya keluar untuk mengambil air yang baru di dapur.
di dapur sekolah itu, Bianca mengambil air putih satu gelas lalu membawanya ke ruang UKS. ' ihhh Bianca lu oon banget si!!! bisa-bisanya lo lupa kalo itu gelas minum lo sendiri!!! ' batin Bianca, Bianca pun menepuk dahinya karena salah tingkah.
»»————\> **R&B** <————««
Bianca pun masuk lagi ke dalam ruang UKS itu, lalu berjalan mencari kotak P3K untuk mengambil obat Paracetamol. Setelah mendapatkan obat itu, Bianca melihat tanggal kadaluwarsanya terlebih dahulu, setelah memastikan tanggal kadaluwarsa obat itu masih jauh, Bianca pun memberikan Paracetamol itu kepada Rafael.
" I-ini kak, minum ini aja! obatnya juga! " ujar Bianca sambil menyerahkan segelas air putih dan satu tablet Paracetamol di tangannya.
Rafael pun meraihnya dan mengucapkan " terimakasih.. " lalu dia meminum obat itu.
Bianca lalu menutup tirai yang ada di samping Rafael agar Rafael bisa beristirahat " kakak istirahat deh.. biar cepet ngaruh efek obatnya.. "
Bianca lalu mengambil gelas teh miliknya tadi dan menghabiskannya dengan cepat, Bianca lalu berpamitan pada Rafael kalau dia akan segera masuk ke kelasnya " sa.. saya tinggal dulu ya kak! saya mau masuk kelas aja.. "
" kenapa gak di jam mata pelajaran berikutnya aja? " tanya Rafael dari balik tirai " udah gak apa-apa, tunggu aja mapel berikutnya.. temenin aku disini.. ".
" hehe.. kakak kan cowok kak.. " jawab Bianca.
" emangnya kenapa kalau aku cowok? "
" ya... agak aneh aja gitu, cowok sama cewek di satu ruangan yang sama cuma berdua, gimana kalo timbul fitnah nanti kak? " jelas Bianca.
" emangnya siapa yang berani fitnah aku ya.. ", Rafael lalu menyeka tirai penghalang itu, lalu menahan Bianca pergi dengan memegang tangannya " jangan pergi dulu, aku takut sendiri... " ujar Rafael sambil menatap mata Bianca.
Bianca menatap Rafael sebentar lalu dia mengangguk, mengiyakan permintaan Rafael " iya deh kak.. " jawabnya " mmm.. tapi, lepasin dulu tangan saya kak.. " ujar Bianca, matanya mengarah ke tangannya yang sedang dipegang oleh Rafael.
Rafael pun melepaskan tangan Bianca dengan segera, lalu Bianca kembali menutup tirai penghalang itu agar Rafael bisa beristirahat. Bianca kembali berbaring di ranjang UKS itu, dan memejamkan matanya lagi, karena dia merasa sedikit pusing.
" hmm? " jawab Bianca seraya menoleh ke arah tirai penghalang yang tertutup.
" kita pernah janji kan? kalo kamu udah sembuh kita mau belajar bareng.. " ujar Rafael dari balik tirai.
" ng.. kayaknya per.. nah atau.. " jawab Bianca ragu-ragu " aku lupa.. "
" gak apa-apa kalo kamu lupa, gimana kalo besok atau lusa kita belajar bareng, waktu lomba nya juga kan.. berapa minggu lagi ya? "
" mmm.. mungkin 3 minggu.. " jawab Bianca.
" kalau mau, kamu mau belajar bareng dimana? " tanya Rafael.
" bebas sih.. perpustakaan.. gak boleh makan, aku mau yang bisa makan kak.. " jawab Bianca.
" cafe? resto? atau.. masa minimarket sih.. " tanya Rafael.
" eee.. nanti aja deh kak, konfirmasinya aku pikir-pikir dulu mau dimana.. "
" ya udah.. "
✄┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈
Jam mata pelajaran yang ke satu telah habis, dan mata pelajaran yang lain pun dimulai Bianca turun dari ranjang UKS lalu berjalan perlahan keluar dari ruangan UKS. Bianca lalu pergi menuju kelasnya, untuk bisa mengikuti pelajaran.
Rafael yang masih berada di UKS, menyeka tirai penghalang dan melihat Bianca sudah pergi dari UKS " iya juga.. ini jam pelajaran berikutnya kan.. " katanya sambil menatap ke arah ranjang UKS yang kosong.
di kelas 11 MIPA 2, Bianca tak melihat adanya guru mapel yang duduk di meja guru. Bianca masuk ke dalam kelasnya lalu bertanya pada Azura yang sedang mengobrol dengan Winda.
" ini kita jamkos ya? " tanya Bianca.
" iya.. tadi bu Tyas bilang, guru mapel kita hari ini gak bisa dateng soalnya bapaknya meninggal katanya, jadi dia lagi ngelayat sekarang.. " jelas Azura.
" innalillahi wa inna ilaihi rajiun, tapi kita gak ada tugas kan? "
" gak ada tuh.. alhamdulillah kan! " jawab Winda dengan ekspresi yang gembira riang karena senang tak diberi tugas.
eits, tapi tak sesuai dengan harapan Winda, bu Tyas kembali masuk ke kelas 11 MIPA 2 dan mengatakan kalau guru mapel mereka memberikan tugas yang harus dikumpulkan setelah jam pelajaran terakhir selesai.
semua anak murid yang berada di kelas itu pun menerima tugasnya dengan baik karena mereka bisa saling mencontek karena tak ada yang mengawasi, ya kan?.
sepanjang jam pelajaran itu, Bianca terus terbayang kejadian yang terjadi di UKS beberapa saat yang lalu, karena terus terbayang wajah Rafael, pipi Bianca memerah dan jantungnya berdegup kencang. Terlebih lagi, Bianca kembali terbayang bagaimana Bianca malah memberikan gelas teh nya kepada Rafael, yang membuat Bianca tak bisa fokus pada tugas yang sedang dia kerjakan itu. Karena kesal akhirnya, Bianca memukul meja karena saking salah tingkahnya..
BRAK!
『••✎••』Bersambung...