Paula

Paula
Chapter 8



Sesampainya di rumah, aku langsung menuju kamarku dan mandi. Setelah itu kami ber5 makan malam bersama. Ayah tidak ikut makan karena lembur.


"Nak Ari ini bukannya dulu teman Fajar saat SMA ya?"tanya ibu.


"Hahh.. Iyakah? Kok aku tidak mengenalnya. Ah bukan karena aku tidak mengenalnya, karena kakak tidak memperkenalkannya padaku dan aku tidak begitu peduli"batinku.


"Hehe iya tante..., sejak masuk kuliah kami jarang bertemu. Kita bertemu kembali karena Juan"katanya.


"Oh iyaa? Apakah Nak Juanda temanmu juga?"tanya ibu.


"Ehmm.. Lebih dari itu tante"katanya dengan malu.


"Ahh.... Percayalah sama tante kalian berdua sangat serasi seperti tante dan ayahnya Fajar dulu, hehehe"Ibu tertawa kecil.


"Hahaha.. Terimakasih tante"


Kak Ariana merangkul lengan Kak Juan yang tengah makan.


"Paula... Kamu sudah berkenalan dengan Ariana?"tanya ibu.


"Sudah bu, kebetulan tadi kita ber-empat bertemu di jalan"kataku.


"Hehe baguslah"kata ibu.


Mereka ber-empat asik mengobrol..., tentang masa lalu, masa kini, dan masa depan. Aku tidak mengerti apa yang mereka bicarakan. Maka dari itu aku segera menghabiskan makanku dan pergi ke kamar.


"Aku duluan"kataku beranjak dari kursi.


"Ehmm dek!!"panggil Kak Fajar.


"Apa?"kataku.


"Minjem kamarmu dongg!!"katanya.


"Buat?"


"Buat main game bareng Juan sama Ari, kau juga ikut saja jika ingin"jelasnya,


"Gak"kataku.


"Ayolah deh!! Ya.. ya.. ya.."kakak melihatku dengan tatapan memohon.


"Ada syaratnya"


"Aku mencium bau mencurigakan"


"Hahaha.. Berikan aku sebuah cheat game"


"Cheat? Game apa?"


"Nanti akan aku tunjukan di kamar"kataku berlalu.


"Oke Paula.. Sekarang kita bersihkan kamar yang berantakan ini"kataku.


Sebelum mereka selesai makan, aku harus segera membersihkan kamarku ini. Buku, baju berserakan dimana-mana. Walaupun berantakan kamar ku adalah yang terharum dari semua ruangan di rumah. Tok..tok..., terdengar suara ketukan pintu.


"Dek.. Kita masuk ya"kata kakak.


"Astaga... Ini belum selesai"batinku.


Kakak sudah mau membuka pintu itu, aku secara cepat menutup kembali pintunya.


"Loh kenapa ditutup?, ahhh.. Jangan - jangan kamarmu Ko..."katanya.


"Beri aku 5 Menit"kataku.


"Oke deh"terdengar suara langkah kaki menuruni tangga.


"Huftt... Ayo Paula"kataku.


10 menit kemudian...


"Dah belom?"kata kakak.


"Udah kok, masuk aja"kataku.


Mereka bertiga masuk ke kamarku. Ini pertama kalinya ada orang asing yang masuk ke kamarku.


"Permisi ya Paula, maaf kita main di kamarmu"kata Kak Ari.


"Tidak apa kok kak.. Sebeneranya aku cukup senang"kataku.


"Ahh.. Gemesin"kak Ari memelukku.


"Hishh Ari kasian Paula, liat tuh sampai susah nafas dia"kata Kak Juan


Ia menarik kak Ari untuk melepaskan pelukannya.


"Maaf Maaf, kalo gitu aku meluk kamu aja dehh.."kak Ari berganti memeluk kak Juan.


"Astaga, pacaran mulu nih anak. Ayo maen cepetan"kakak memisahkan kak Ari dan kak Juan.


"Hahaha" aku tertawa melihat tingkah mereka.


Sebelum bermain kami menentukan peraturan terlebih dahulu.


"Sepertinya seru... Gimana By?"tanya Kak Ari pada Kak Juan.


"Ehm... Lebih seru lagi jika ada taruhan. Gimana?"kata Kak Juan.


"Boleh tuh kak..."kataku.


"Oke deal"kata kakak.


"Yeyyy!!! Ayo main"kak Ari mengangkat tangannya ke atas.


Untuk pertama aku satu tim dengan kakak sedangkan Kak Ari bersama Kak Juan. Untuk barang yang di pertaruhkan adalah makanan/minuman yang kita sukai. Aku dan kakak mempertaruhkan 2 buah puding rasa buah sedangkan mereka mempertaruhkan 2 minuman teh.


"Paula.. Ingat kita harus menang, karena kakak tidak mau kehilangan puding yang enak ini"kata kakak mengusapkan pipinya ke puding yang ia pegang.


"Tenang saja kak, aku sudah khatam game ini"kataku percaya diri.


Kami memulai dengan game balapan. Hasilnya sudah dapat ditebak sejak mulai permainan. Aku dan kakak memenangkan game ini.


"Uhhh pinter banget adikku"kata kakak mencubit pipiku gemas.


"Ihh kakak sakit, muji ya muji jangan dicubit juga pipiku"kataku mengelus pipi bekas cubitan kakak.


"Hehehe.. Kemarikan makanan kalian"kata kakak pada Kak Juan dan Kak Ari.


"Maaf ya Hubby, coba aja aku nurut apa katamu tadi"kata Kak Ari.


"Gapapa kok, lagian kamu masih asing sama game ini"kata Kak Juan mengelus kepala Kak Ari.


"Romantisnya Kak Juan, apakah dia akan memperlakukanku seperti itu saat kami kalah nanti?"batinku.


"Paula!!!! PAULA!!!"kata kakak berteriak.


"Ahhh.. Kenapa kak?"tanyaku kaget.


"Ayo main lagi. Sekarang kamu satu tim sama Ari. Kakak sama Juan"kata kakak.


"Oke deh"kataku.


Aku dan kak Ari mempertaruhkan coklat kesukaan kak Ari. Sedangkan kak Juan dan kakak mempertaruhkan snack keripik kentang. Kali ini kami hanya mempertaruhkan satu barang.


"Karena tadi Juan sama Ari kalah, kalian yang pilih deh mau game apa"kata kakak.


"Paula, Kira-kira ada gak game yang mudah dimainin pemula kayak aku?"kata Kak Ari.


"Gak Ada, hehehe"batinku.


"Ehmm kalo game dance gitu kakak bisa ga?"kataku.


"Kayak Ayo Dance gitu?"tanya kak Ari.


"Iyaa.., tapi emangnya kak Juan setuju ya kak?"tanyaku.


"Tenang aja.. Juan aku yang atur hehehe"kata Kak Ari.


Setelah itu, kak Ari membisikkan sesuatu pada Kak Juan. Terlihat wajah kak Juan yang datar saja.


"Kak Ari ngomongin yang tadi yah?"batinku.


"Ehm... Aku sama Juan sepakat kita main game dance"katanya.


"Hmmm... Oke deh"kata kakak.


Kami memulai game kedua.


"Kanan kak, terus atas, kiri, kiri, bawah, atas lagi kak"kataku memberi arahan pada kak Ari.


"Untung lagunya ga cepet yah... Aku jadi ga ketinggalan deh"kata Kak Ari tersenyum.


"Iya nih kak, untung kita dapet lagu yang enak..."kataku tersenyum.


"By.. Liat nih, aku bisa kan.. Hehehe"


Kak Ari menengok ke belakang dan berbicara dengan kak Juan.


"Kak Ari!!! Fokus kak, ini ritmenya dah agak cepet"kataku.


"Ahhh.. Kanan, kanan, kanan, kiri, atas, kiri, atas, bawah, kiri, kiri"gumam kak Ari.


Dan tak lama kami menyelesaikannya dengan score cukup memuaskan.


"Waktunya para cowok beraksi"kata kakak. "Hmmm kita liat saja"kataku.


5 menit kemudian...


"Yahh kak Ari... Cowok-cowok disini udah lemes duluan kak. Ga seru deh... Hehehe"kataku.


"Iya nih Paula, masa skor kita sama mereka beda jauh. Hehehehe, aku ambil ini yaaa"kak Ari mengambil coklat dan Snack di depannya.


"Jar maaf ya ga bisa maen game kayak gitu"kata Kak Juan.


"Hiks... Padahal itu enak"kakak berlagak menangis.


Bersambung...