
"Di masa depan saya akan jadi adik ipar kakak, hehehe"kata Vero.
"Hmm.. Kamu ganteng, tapi kenapa rambutnya di pirangin gini? Kamu masih sekolah kan? Masih SMA aja udah belagu. Hmph"kata kakak.
"Ahh rambut saya dari lahir warnanya begini kak, Ibu saya orang Perancis"
"Hmmm.. Emang bener la?"
"Lahh Paula ga tau apa-apa kak. Udahlah ayo kita pergi"kataku.
"Ehmm Ver makasih ya udah nemenin"kataku gugup, wajahku memerah.
"Hehehe.. Aku seneng kok nemenin kamu"Vero tersenyum lebar.
Aku menarik kakak untuk pergi dan meninggalkan Vero sendiri disana.
"Yoshh.. Kita curi hati kakaknya dulu, baru Paula.."batin Vero yang memperhatikan aku pergi.
"Laa.. Jangan deket-deket dia lagi deh"kata kakak.
"Loh kenapa kak??, Vero keliatannya baik. Lagian Paula ga deket sama dia kok, Veronya aja yang humble sama siapa aja"
"Eh.. Kakak mencium aura-aura kebrengsekan dari dia, hehehe. Jadi kamu jangan temenan sama dia apalagi sampai pacaran"
"Dihh emangnya kakak Roy Kimochi yang bisa nyium-nyium hahaha"aku dan kakak tertawa bersama.
"Hmm.. Iya sih Vero agak aneh, udah jelas-jelas dia punya pacar tapi dia masih aja deketin aku. Mudah-mudahan si Tanya ga nuduh aku yang sembarangan deh"batinku.
Kami sampai di Mobil, benar kata kakak, terlihat kak Juan yang tengah mengompres kaki kak Ari dengan es batu di kursi belakang.
"Ahh.. Kak Ari kenapa?"kataku.
"Tadi aku ga liat jalan la, jadinya kesandung deh. Untung deket mobil jadi Hubby ga capek gendong aku"katanya.
Aku membayangkan kak Ari digendong oleh kak Juan dengan gaya putri, betapa romantisnya mereka berdua. Kak Juan rela basah-basahan demi gendong kak Ari karena susah membawa payung. Dan seketika terlintas bayangan aku yang menjadi kak Ari.
"Tidak Paulaa.. Inget kak Juan udah punya pacar"batinku.
"Mana es kelapa ibu?"tanya ibu tiba-tiba.
"Bu.. Apa kak Juan tidak menjelaskan padamu?, Penjual es kelapanya cuman 1 yang buka dan itu sangat jauh lalu tiba tiba hujan turun. Wooshhh"
"Hahaha.. Ibu bercanda la, ya udah ayo yah kita pulang".
"Bu..bu tau ga tadi Paul.."kata kakak.
Aku segera membekap mulut kakak dengan tangan. "Udah bu ga usah dengerin kakak ayo jalan"
"Ehmmm.. Ehmmm"
Kakak bersuaha berbicara tapi tidak terdengar jelas karena aku masih membekapnya.
"Hah?? Kakak ngomong apa? Paula Cantik? Oh iya jelas Paula Cantik"kataku menggoda kakak.
"Ehmm ehmmm ehmm ehmm"kakak mencubit pipiku, aku membuka mulutnya.
"Hahhh udara segar"kata kakak.
"Hmph sakit tau"kataku ngambek.
"Makanya jangan iseng hehe"kata Kakak.
Perjalanan pulang kami sangat panjang karena jalanan macet sehingga kami sampai rumah cukup malam. Kami mengantarkan kak Ari ke klinik dekat kos kakak terlebih dahulu setelah itu baru mengantarkan mereka ke kosan.
"Laa.. Kamu ga mau makan dulu?"tanya ibu.
"Ehmm engga deh bu.. Paula capek banget nih"kataku.
"Aku ke kamar duluan ya bu, oh iya duit yang ibu kasih buat aku ya hehe"lanjutku.
"Yaudah jangan lupa kamu mandi dulu baru tidur. Inget TIDUR!!! jangan ngegame"kata ibu.
"Ahh haha iya iya, Selamat malah Bu, Ayah"aku pergi menuju kamarku.
Seperti kata ibu, aku mandi terlebih dahulu. Aku merasa sangat gerah dan butuh penyegar. Saat mandi aku memikirkan kejadian di Pantai tadi. Vero yang menemaniku dikala ada Tanya, fakta tentang kak Joseph, Romantisnya kak Juan. Mereka bertiga adalah pria yang baik sejauh ini, dan akhir-akhir ini aku sering berhubungan dengan meraka.
"Apa salah satu dari mereka mau jadi temanku ya?, aku agak canggung dengan kak Juan, untuk kak Joseph aku hanya membahas komik atau novel, kemungkinannya Vero sih, tapi apa Vero mau jadi teman ku??"
"Dan lagi dia selalu diikuti oleh Tanya dan temannya, saat ini juga Vero tengah punya pacar. Tapi kakak bilang aku tidak boleh dekat dengannya, iya sih aku ga perlu dengerin kata-kata kakak. Tapi kan aku ga mau buat kakak kecewa kalau aku dekat dengan Vero"
Setelah mandi aku memakai baju tidurku dan mengeluarkan barang dari tas. Ada Hp, Dompet, Kamera, Gantungan kunci semuanya lengkap tak ada yang hilang. Tunggu dulu, gantungan kunci??.. Aku merasa tidak pernah memiliki gantungan kunci ini, ini punya siapa ya? Apa aku membelinya tadi??, tidak aku hanya membeli topi.
LINE!!! (Notifikasi dari Line)
Ada chat masuk dari Line, aku melihatnya dan itu dari Vero.
Ternyata dari Vero. Gantungan ini lucu banget. Makasih ya Ver. Lalu hpku berbunyi lagi, kali ini dari Kak Joseph
Aku melihat lihat foto yang dikirim oleh kak Joseph, ada ada saja dia. Bisa-bisanya malah foto aku, tapi cakep juga hehe. Tak terasa, aku terlelap dengan hp masih di tanganku.
Pagi hari...
"Nakk.. ayo bangun udah jam 6"Ibu membangunkan ku dengan suara lembut sembari mengetuk pintu kamar.
"Iya bu.. aku bangun"
"Setelah siap, kita sarapan, ibu buat nasi goreng"setelah itu ibu pergi.
Aku segera bangun dan merapikan tempat tidurku. Lalu mandi dan mengenakan seragamku. Saat menyisir rambut aku melihat ada sesuatu yang janggal di kamarku.
"Oalahhh. jaket kak Juan, lupa dibalikin.. bodoh banget sihh"kataku menepuk dahiku.
"Gimana cara balikinnya ya? apa aku titip ke kakak aja ya?? tapi pertama aku harus mencuci jaket ini dulu"aku melipat jaket itu dan memasukannya ke tas. Kebetulan ada laundry kilat yang tak jauh dari sekolah, jadi saat istirahat aku bisa menaruhnya dan saat pulang akan aku ambil. Setelah selesai bersiap aku turun untuk sarapan.
Sekolah...
"Selamatt.. untung belum di tutup gerbangnya"aku menghela nafas lega.
"Minggir!! minggir!!"seseorang berteriak.
Dia tengah berlari, semoga dia tidak telat karena pak satpam sudah mau menutup gerbang. Aku melanjutkan jalanku dan Brukk!!!.
"Aww.. hati hati dong"aku tertimpa badan kecil perempuan ini. Loh.. ini perempuan yang tadi lari kan.
"Aduhh maaf kak? eh anuu. Pokoknya aku minta maaf ya"Dia berdiri dan lalu membantuku berdiri.
"Ehm.. seragammu jadi kotor deh, ehh.. sebentar ya"dia merogoh saku roknya.
"Ahh ini pakai ini buat bersihin debunya"
Dia memberikan sapu tangannya padaku. Aku membersihkan bagian yang kotor.
Bel masuk berbunyi...
"Ehmm maaf yah aku harus duluan, sekali lagi aku minta maaf"dia berlari meninggalkanku.
"Heii.. saputanganmu"aku belum sempat mengembalikannya.
Aku pun segera berlari juga menuju kelasku.
"Hah.. untung belum ada Guru masuk"aku segera duduk di kursiku. Tak lama Wali Kelas ku datang.
"Loh.. bukannya hari ini pelajaran Pak Denis ya? kok yang masuk Bu Ajeng?"batinku.
"Selamat Pagi anak-anak"Sambut Bu Ajeng di depan kelas.
"Pagi bu.."ucap kami serempak.
"Maaf ibu menggangu waktu kalian sebentar, Hari ini ada murid baru yang masuk ke kelas kita.Ibu harap kalian bisa akrab dengannya".
Setelah mendengar ucapan dari bu Ajeng kelas menjadi riuh.
"Wahh siapa bu cewe apa cowo?"kata murid laki laki.
Semoga Cewe cantik deh"kata yang lain.
"Ihh moga cowo, cowo disini jelek semua"kata seorang murid perempuan.
"Iya betul haha"sahut perempuan lain.
"Sudah tenang-tenang kalian akan segera tahu. Nakk ayo masuk"kata bu Ajeng mempersilahkan anak itu masuk.
Bersambung...