Paula

Paula
Chapter 6



Di Koridor sekolah


"Tangan kamu rasanya gimana? Perih? Kaya kebakar?"Tanya Vero.


Terlihat wajah dia yang khawatir. Tapi aku kan bukan siapa-siapanya kenapa dia terlihat sangat khawatir.


"Ehmm.. Maaf aku ga nyaman"Aku menarik tanganku yang sedang digandeng Vero.


"Ohh maaf aku lancang..."Kata Vero.


"Rasanya.. Seperti kebakar"mengelus lukaku.


"Maafin Tanya ya... Aku yakin dia tidak bermaksud untuk nyenggol kamu"kata vero.


"Tak apa.."kataku.


"Ngomong-ngomong, tadi kamu liat aku lagi latihan ya?"Tanya Vero.


"Ehh.. Ternyata dia beneran liat aku tadi. Ahh ketauan"batinku.


"Ah.. Iya"kataku.


"Aku seneng loh, abis liat kamu aku jadi makin semangat latihan tadi"katanya tersenyum.


Aku merasakan mukaku memanas dan pasti memerah.


"Duh.. Aku kenapa sih, yuk paula yuk bisa... Dibilang seperti itu saja sudah membuat aku senang"batinku.


"Ohh.. Hehe"kataku.


"Menurutmu band ku gimana tadi?"Tanyanya.


"Ehmm.. Menurutku drumer dan pemain keyboardnya masih belum bisa selaras. Tapi saat Vero sudah mulai bernyanyi, semua itu tertutupi dengan sua....."kataku terputus.


"Hampir keceplosan..., aku malu mengatakannya di depan Vero"batinku.


"Sua?? Suara?? Suaraku kenapa? Jelek? Hingga dapat menutupi kejelekan lain?"Kata Vero.


"Bu..bukan.. Suaramu indah"kataku lirih.


"Apa?? Aku ga denger tuh?"Kata Vero menggodaku.


"INDAH"kataku dengan cepat.


"Hehe, Makasih ya Paula"Kata Vero tersenyum".


Akhirnya aku sampai di UKS, terlihat tidak ada seorangpun yang tengah berjaga.


"Hmm.. Dokternya pergi kemana ya?"kata Vero.


Aku duduk di kursi, sedangkan Vero pergi keluar mencari dokter jaga.


"Dia kenapa sih sampai segitunya padaku?, apa dia baik hanya padaku atau ke semua orang?"kataku.


Memikirkan itu jantungku menjadi berdetak cukup kencang.


"Tidak mungkin kan aku suka dengannya hanya karena perlakuannya tadi"batinku.


Aku mengenggam kedua tanganku untuk menenangkan diri. Tak lama Vero kembali dengan nafas terengah-engah.


"Hah.. Maaf menunggumu lama... Dokternya telat datang hari ini... Jadi aku akan.."kata Vero.


Dia melihat ke arah tanganku.


"Ehh kok tangamu sudah diperban? Kamu yang melakukannya?"Tanya Vero.


"Iya.. Maaf ya merepotkanmu dan terimakasih ya"kataku tersenyum padanya.


Terlihat Vero yang salah tingkah dan menutup mukanya.


"Ah.. Tidak apa apa kok. Kalau begitu aku kembali ke lab duluan ya"kata Vero.


Dia pun menuju pintu UKS."Ahh tunggu Ver.. Aku..ikut ke lab ya..."kataku.


"Eh.. Kamu memangnya sudah baikan?"kata Vero berbalik.


"Tak apa.. Yang sakit hanya tanganku bukan badanku.. Aku bisa melakukan aktivitas lain dengan tangan ku yang satunya" kataku.


"Baiklah ayo..!!"kata Vero.


Dia mengulurkan tangannya untuk membantuku bangun.


"Ehmm.. Tak apa aku bisa sendiri.."Kataku.


"Yah.... Suatu hari nanti aku akan membuatmu memintaku untuk menggenggam tanganmu.., hehehe.."Kata Vero.


"Hmm.. Hahaha"aku tertawa kecil mendengar omongannya.


"Hehehe.. Kalau kamu tertawa makin manis loh!!"kata Vero menggoda.


Wajahku seketika memerah dan aku berusaha menutupnya.


"Hahaha.. Wajahmu merah seperti tomat.."tawa Vero.


"Ehm.. Vero"Aku berusaha melepas genggamannya.


Tetapi Vero tidak mau melepasnya, bahkan dia malah menariku untuk semakin dekat dengannya. Sekarang wajah kami saling menatap, sangat... Dekat. Aku bisa mendengar nafasnya yang sangat cepat.


"Apa ini.. Wajahmu semakin memerah Paula... hahaha"kata vero berbisik lembut padaku.


"Ahh.. Veroo.. Kita tidak boleh begini. Kamu sudah punya pacar"kataku


Aku masih berusaha melepaskan genggamannya. Setelah lama berusaha melepaskan diri, akhirnya Vero melepaskanku dan aku segera berlari meninggalkan UKS dan Vero .


"Hahh.. Hah.. Dia kenapa sih, ahhh aku juga kenapa sih"batinku.


"Paulaa tunggu!!"teriak Vero yang mengejarku di belakang.


Aku segera masuk ke dalam lab disusul oleh Vero.


"Sayang.. Kenapa kamu ngos-ngosan?"kata Tanya.


"Tadi abis kejar-kejaran dulu sama Paula..., iya kan?"Kata Vero.


Aku menggelengkan kepala.


"Paula... Kamu kok gitu sih. Hatiku sakit nih.. Ahh"Vero berlagak seperti orang kesakitan di jantungnya.


"lebay deh!"kataku lirih.


"Jahattt. Huhuhu"sekarang dia berakting menangis.


Setelah itu kelas selesai, untung saja aku tidak bersama Vero lagi. Jika tidak aku tidak tahu apa yang akan terjadi.


"Bukannya Tanya pacar Vero ya?, kok dia bisa sih bertingkah seperti itu di depan Tanya."Gumamku.


Hari sudah berlalu, tak terasa sudah sore saja. Saat ini aku sedang menunggu bis yang mengarah ke rumahku. Bosan menunggu aku bermain game di handphone. 10 menit kemudian bis nya datang. Aku beranjak dari kursi dan berjalan menuju pintu bis. Saat aku ingin masuk hpku berbunyi. Berisik sekali, aku melihat dan ternyata Kak Joseph menyepamku. Semua chat nya bertuliskan bahwa aku harus segera kesana karena ada J-Seven. Aku tidak jadi naik bis untuk pulang.


Chat (Instagram)


JoVernon : J-SEVEN ADA DISINIIIIII !!!! CEPATLAH DATANG


P_aul_a : Iya kak.. Apa benar saat ini J-seven ada disana?


JoVernon : Iya.. Dia ada disini. Segeralah kesini.... Dia akan segera pergi 1 jam lagi.


Jovernon : Nona sudah pulang sekolah kan?


P_aul_a : Sudah kak.. Baiklah aku kesana sekarang


Aku berlari kesana. Dengan berjalan kaki aku akan sampai dalam 20 menit. Jika dengan berlari mungkin hanya 10 menit hehehe.


10 menit kemudian


"Hahh.. Hahh.. Capekk"kataku dengan nafas terengah-engah.


Aku memasuki toko itu dan mencari kak Joseph.


"Ehmm.. Kak Joseph mana ya? Terus J-Seven mana?"batinku.


"Ehmm.. Maaf.. Kak Joseph kemana ya?"tanyaku pada salah satu karyawan.


"Ahh..Boss dia ada disini kok"katanya.


"Boss? Maaf saya menanyakan kak Joseph"kataku.


"Ah Iya!! Joseph..!!, dia sedang keluar. Apakah ada perlu dengannya?"tanyanya.


"Ano... Tidak apa"kataku. Tiba-tiba hpku berbunyi,


Chat (Instagram) :


JoVernon : Nona maaf sekali aku ada urusa mendadak, jadi aku tidak bisa menemanimu bertemu J-seven ╯﹏╰


P_aul_a : Ehmm.. Yahh saya sendiri nih? Apakah J-seven mau bertemu dengan saya jika tidak ada kakak?


JoVernon : Tenang saja nona, aku sudah mengatakan bahwa nona ingin bertemu dengannya dan dia setuju untuk bertemu dengamu.


JoVernon : J-seven mengenakan pakaian serba hitam dan juga masker. Nona segera temui dia ya


JoVernon : Kalau gitu aku pergiii....


P_aul_a : Kapan Kak Joseph kembali?


JoVernon : Hehh.. Apakah Nona sudah merindukanku? Hehe


JoVernon : Aku akan kembali pukul 7 malam, kita tidak akan bertemu hari ini︶︿︶


P_aul_a : Tidak! Siapa yang bilang saya merindukanmu? Sudah sana kak Joseph urus urusannya dahulu. Saya akan mengobrol ria dengan J-seven.


JoVernon : Ahh seandainya aku ada disana. Nona berjanjilah padaku kau tidak akan jatuh cinta pada J-seven, dia sangat tampan.


P_aul_a : Kita lihat nanti (σ≧▽≦)σ


Bersambung...