
"Paula.. Besok pelajarannya apa aja?"tanya Michaela.
"Ehmm Bu Ajeng belum ngasih jadwal? Besok bahasa inggris, Fisika, Olahraga"kataku.
"Ohh Fi..si..ka, sama Olahraga. Oke makasih la"kata Michaela.
Akhirnya kita sampai di ruangan yang sepertinya tempat latihan band Vero.
"Ehhmm kok sepi ya?"tanya Michaela heran.
"Iya juga.. Seharusnya dari kejauhan aku bisa denger suara musik entah gitar atau apapun itu. Tapi ini ga sama sekali, apa ga jadi latihan ya?"batinku.
Kami celingak celinguk melihat ke dalam ruangan melalui jendela terlihat ada beberapa orang di dalam.
"Itu ada orang. Tapi kok aku ga liat si pirang ya? Siapa itu namanya ehmm Ve...Ve...Verry"kata Michaela.
"Hahaha Vero la siapa lagi Verry"kata Tommy.
Kami tertawa mendengar ucapan Michaela.
"Kita masuk aja"ajakku.
Kami pun membuka pintu ruangan dan masuk.
"Anoo permisii"kata Michaela lembut.
"Ehmm kok ada adek disini? Kakaknya mana?"kata Dion(Keyboardist).
"Adekk??"tanya Michaela heran.
"Ehh.. Maaf aku kira kamu anak kecil soalnya lucu banget hehe"Dion meminta maaf pada Michaela.
Terlihat wajah tak senang dari Tommy.
"Ahh haha gapapa kok. Beneran aku lucu? Wahh makasih"Michaela tersenyum.
"Ehmm Vero?"tanyaku.
"Vero?? Ohh Vero udah pulang"kata Rendy(Drummer).
"Pulang?? Si kampret itu pulangg?? Padahal aku dah meluangkan waktu buat liat dia latihan"batinku.
Aku kesal dengan perlakuan Vero.
"Karena Vero pulang kalian jadi ga latihan tuh?"tanya Michaela.
"Ahaha latihan kok tapi cuman sebentar, jangan bilang-bilang Vero ya hehe"kata Dion.
"Hmm... Ya udah kalo gitu aku duluan ya Michaela, Tommy. Aku kesini buat Vero tapi Vero nya ga ada"kataku berpamitan.
"Ahh... Kalau gitu aku juga pulang deh. Tom kamu pulang apa masih betah disini?"tanya Michaela.
Terlihat Tomny tertegun melihat sekeliling ruang latihan itu, semua berbau musik. Ditatapnya sebuah gitar dekat Dion cukup lama, hingga Michaela harus menggoyang-goyangkan tubuhnya.
"Tomm.. Tomm.. Tommmyyyy"teriak Michaela di telinga Tommy. Michaela harus berjinjit agar sampai di telinga Tommy.
"Berisik ih, kenapa la?"Tanya Tommy.
"Hmph.. Habisnya kamu di panggilin daritadi ga respon. Aku sama Paula mau pulang. Duluan ya"kata Michaela.
"Ya udah.... Maaf ga bisa anter hati-hati ya"kata Tommy.
"Ehh.. Kamu ga mau pulang Tom??"tanya Michaela.
"Hehe aku ada urusan sebentar disini"katanya.
"Ya udah kalo gitu, selamat tinggal semuaaa"
Michaela melambaikan tangan pada semua orang yang ada di ruangan ini. Aku hanya tersenyum, dan kami pergi.
"Ehmm bro boleh minjem gitarnya sebentar ga?"tanya Tommy.
"Kamu bisa main??"tanya Rendy.
"Hehe sedikit sih. Udah lama ga main, jadi agak kaku sekarang"Dion menyerahkan gitar itu ke Tommy.
Dipetiknya gitar itu oleh Tommy untuk menyesuaikan nada. Tak lama Tommy memainkan sebuah lagu yang terbilang cukup sulit. Rendy dan Dion terbuai akan permainan indah dari Tommy. Terlihat wajah Tommy yang sangat senang memainkan gitar itu seakan jiwanya yang hilang telah kembali. Ketika permainan Tommy telah berakhir Dion dan Rendy bertepuk tangan.
"Wahh hebat-hebat..., kalau Vero tau ada orang dengan bakat seperti ini dia pasti akan senang dan segera merekrutmu untuk gabung sama kita"Kata Dion.
"Tapi sekarang karena Vero ga ada, kita akan menggantikan Vero. Tom... Ayo ikut band kami. Kami dari tahun lalu sudah lama mencari orang sepertimu"kata Rendy.
"Iya Tom.. ayolah, Vero akan sangat menyukaimu"Kata Dion.
"Hmmm.."tiba-tiba Tommy terlihat sedih.
Dia menaruh gitar itu dengan perlahan di lantai.
"Bagaimana yaa..."kata Tommy.
"Memangnya kenapa?? "tanya Dion.
"Ehmm.. Hehehe makasih ya udah mau minjemin gitarnya. Kalau begitu aku permisi. Selamat tinggal"Tommy segera pergi meninggalkan ruangan itu.
"Ta.. Tapii tunggu dulu, kita belum kenalann....."kata Rendy.
"Dia takut sama kamu kali, mukamu kan agak serem-serem gimana gitu hahaha"kata Rendy.
"Apaan sih wuuuu.. Enak aja, gini gini aku kembarannya Vero ya"Kata Dion.
"Iyaa kamu ari-arinya Vero hahaha"kata Rendy.
"Udah direkam kan tadi dia main?"Tanya Dion.
"Udah kok, kita nanti kasih unjuk Vero"kata Rendy.
Entah mengapa Tommy yang sebelumnya terlihat sangat senang berubah menjadi sedih. Mungkin dia teringat sesuatu hingga membuatnya sedih.
Tommy berjalan dengan badan membungkuk dan perlahan, mukanya pun tertunduk lesu.
"Hahhh..."Tommy menghembuskan nafas.
Setelah dia mengambil sepedanya di parkiran, dia mengayuh sepeda menuju gerbang utama sekolah. Dilihatnya di sisi kiri sesosok perempuan yang tengah berjongkok, dia Michaela. Tommy segera menghampiri Michaela.
"Kukira kamu udah pulang?"tanya Tommy. Gadis itu mengadahkan kepalanya melihat ke arah Tommy.
"Ahh Tommy hehe"katanya.
"Kamu kok belum pulang? Nunggu dijemput?"tanya Tommy lagi.
Melihat senyum Michaela semua kesedihan yang dirasakan Tommy tadi sirna sudah. Dia pun ikut tersenyum, Tommy tidak tahan akan senyuman Michaela.
"Ahh.. Mau aku temenin?"tawarnya.
"Ahh.. Aku ga mau nahan kamu Tom. Jadi kamu bisa pulang duluan. Makasih hehe"
"Yakin nih??"
"Iyaa Tomm, oh iya aku nitip salam buat kedua orang tua kamu ya.."
"Hmm okedeh, kamu jangan nangis ya hahaha"
"Ihh apaan si Tomm... Aku udah gede tau haha"
"Hehhh masaaa? Ya udah aku duluan ya. Dah la"Tommy mengayuh sepedanya meninggalkan Michaela sendiri.
"Mama mana yaa?? aku telpon lagi deh"Michaela menelpon Mamanya.
"Sipp aku bisa liat Michaela dari sini"ternyata Tommy tidak pulang, dia hanya pergi untuk mencari tempat bersembunyi agar bisa mengawasi Michaela.
20 menit berlalu.., Datanglah sebuah mobil berwarna hitam, keluar seorang wanita dewasa yang langsung memeluk Michaela. Itu adalah Mamanya Michaela, setelah Michaela masuk ke mobil. Mereka pergi, Tommy merasa aman dan segera pergi pulang juga.
Di Rumah Paula
"Capek...."aku membaringkan badanku di sofa ruang tamu.
Aku memperhatikan sekeliling, sangat sepi. Sepertinya ibu sedang pergi keluar. Aku pergi menuju dapur untuk mengambil air untuk diminum. Sekalian aku mencuci mukaku di wastafel.
"Ngantukk..."aku menguap.
Setelah minum air aku merasa ada sesuatu yang akan keluar. Aku segera menuju kamar mandi.
"Legaaa..."akupun keluar dari kamar mandi.
Aku kembali ke ruang tamu untuk mengambil tas ku dan pergi menuju kamar. Aku berganti pakaian lalu menyalakan komputerku. Aku bermain Heaven Light seperti biasa. 1 jam berlalu.
"Nakkk kamu sudah pulang?"teriak ibu dari luar. "Aku membuka headphoneku dan menjawab panggilannya.
"Paula di kamar bu..."teriakku.
"Nak keluar sebentar yuk"tak lama ibu sudah berada di balik pintu kamarku.
"Kenapa bu??"tanyaku.
"Udah ayo keluar aja"
Aku pun keluar kamar, aku mengikuti ibu menuju ruang tamu. Terlihat disana ada 2 orang tamu, sepertinya aku mengenalnya hanya dari mendengar suaranya.
"Michaela??"batinku.
"Maaf ya lama, ini anak tante sayang, namanya Paula"ibu memperkenalkan aku.
Dugaanku benar, itu adalah Michaela. Tapi untuk apa Michaela ada disini, aku bertanya-tanya.
"Ahh.. Paulaa, Haiii"Michaela melambai padaku. Aku membalas lambaiannya.
"Kok kamu disini??"tanyaku.
"Lohh kalian udah saling kenal??"tanya Tante Farah.
"Iyah maa.. Dia temen sekalas aku di sekolah yang baru"Kata Michaela.
"Mahh?? Jadi tante Farah ibunya"batinku.
"Oh iyaaa.. Wahh kalau gitu kamu harus temenan sama Nak Michaela, la... Bantu dia kalau kesusahan disekolah"kata ibu.
"Ahaha iya"aku hanya mengiyakan perkataan ibu.
Tante Farah dan Ibu asik mengobrol sedangkan aku dan Michaela hanya saling diam. Michaela tengah asik menonton video di HP nya. Aku mengintip apa yang dia tonton, ternyata Video K-pop.
"En Ce Te Dream??"kataku pelan.
"Hahaha.. NCT Dream laa.. Aku suka banget sama mereka, selain visualnya bagus. Suara dan dance mereka juga bagus. Lagu-lagunya juga enak"tiba-tiba Michaela berbicara seperti itu.
"Oh iya??.. Keren juga mereka"kataku.
"Oh iya laa.. Aku bisa minta id line kamu?? Buat nanya-nanya"tanyanya.
"Ahh bentar aku lupa id linenya. Aku ambil hp dulu"aku pergi ke kamar untuk mengambil hp.
"Ahhhhhhhhh"aku berteriak dari kamar.
"Eh.. Paula kenapa??"kata Ibu, Tante, dan Michaela menghampiriku.
"Ga adaaa.... Disini ga adaaa.. Di bawah kasur juga ga ada. Duh dimanaaa??"aku mencari hp.
Saat aku memeriksa tas ku, tidak ada hp ku di dalam. Aku mencari ke seluruh sudut kamar, tapi tidak bisa menemukannya.
"Ada apa laaa??"tanya ibu yang langsung membuka pintu kamarku.
"Buuu.. HP Paula ga adaaaa"aku menatap ibu dengan wajah sedih.
"Kamu udah cari disini?"tanya ibu lagi
"Udahh"
"Coba telpon..."kata Michaela. Ibu menelpon ku tetapi tidak terdengar nada dering hpku.
"Hpku di silent, percumaaaa huahhh"
Aku duduk di pinggir kasur dengan lesu seraya membayangkan letak terakhir hpku. Setelah 5 menit berfikir aku segera mengenakan celana panjang dan sweater.
"Buu.. Paula ambil hp dulu yaaaa, Dadah"kataku seraya berlari keluar rumah.
"Ehh kamu mau kemana nak?"tanya ibu.
"Ke sekolah bu. Sepertinya hpku tertinggal disana"kataku.
"Aku temenin ya"Michaela berdiri dari duduknya.
"Terimakasih tapi aku bisa sendiri kok, sudah ya aku pergiii..."
Aku berlari menuju halte bis yang biasa menbawa ku ke Sekolah. Sesampainya disana, aku melihat jadwal bis selanjutnya tiba, bis selanjutnya akan tiba dalam 10 menit lagi. Aku pun duduk dengan diam, tanpa melakukan apapun. Sangat membosankan, ada beberapa orang disini. Semuanya sibuk dengan urusan masing-masing. Ada yang bermain game, buka sosmed, mendengarkan musik, nonton video, baca komik. Semua dilakukan di hp, ada rasa iri dihati melihat mereka.
"Kamu pasti kedinginan ya disana... Huhuhu tunggu Mamah nak"batinku. Bis pun datang dan aku segera menaikinya.
Bersambung...