
Nampak seorang Murid Laki-Laki dan Perempuan masuk. Keadaan kelas kembali riuh. Aku tidak memperhatikan mereka karen asik dengan pikiranku sendiri, toh lagipula tidak wajib harus memperhatikan mereka kan.
"Wahhh dua anak sekaligus"sahut seorang murid perempuan
"Ceweknya imut banget. Kenalin aku Sena hehehe"sahut seorang murid laki-laki.
"Gue Dito. Duduk di samping gue aja ya hehe, Ketua tolong mundur yaaa demi masa depan temen lo hehe."sahut yang lain.
"Harap tenang"
Teriak Bu Ajeng sembari menghentakkan spidol ke papan tulis. Semua terdiam karena takut.
"Hahh.. Baiklah nak kalian bisa memperkenalkan diri, ahh sebelumnya kalian bisa menuliskan nama kalian di papan tulis agar semua teman kalian tahu"Bu Ajeng memberikan spidol pada salah satu dari mereka.
Aku masih asik dengan duniaku, aku sedang membayangkan mimpi yang ku impikan tadi malam. Mimpi itu terasa nyata, aku bermimpi bahwa aku terjatuh di sungai saat sekolah kami mengadakan camping. Entah apa yang membuatku terjatuh, yang jelas aku terjatuh dan ada seseorang yang menolongku.
Aku merasakan kehangatan dari genggamannya, sebelum aku pingsan aku melihat orang itu nampak khawatir dan terus memanggil namaku. Lalu semua menjadi hitam dan aku terbangun. Saat terbangun sekujur tubuh ku berkeringat dan kepalaku pusing. Aku selesai dengan lamunanku dan melihat penasaran pada murid baru di depan.
"Tommy teruss Michaela.. Hmmm" Aku melihat nama yang mereka tulis di Papan tulis.
"Baiklah kalian berdua bisa duduk di kuris kosong yang sudah di sediakan. Ibu harap kalian berdua dapat dengan mudah beradaptasi. Oh iya Ketua dan Wakil siapa?"tanya Bu Ajeng.
Aku dan Arya mengangkat tangan kami
"Sa..saya Wakil bu"kataku.
"Saya Ketuanya"sahut Arya.
"Ibu minta tolong ya, bantu mereka berdua jika ada kesusahan dan salah satu dari kalian tolong ajak mereka berkeliling sekolah nanti"Ucap Bu Ajeng
"Ahh...Moga aja Ketua yang mau ajak mereka keliling"batinku.
"Yahh emang Michaela ga bisa duduk di samping saya aja bu??"Tanya Dito.
"Hishh apaan sih gue ga mau pindah. Lagian mereka udah di sediain kursi+meja kosong di belakang"kata Arya.
"Hehehe.. Ya kan kali aja bro bisa.."
"Tunggu sebentarrr.. Di belakang?"aku menengok ke arah belakang ku.
Benar saja terdapat 2 kursi tambahan di belakangku. "Duh.. Gimana nih.. Ga enak banget duduk ditengah-tengah gini"batinku. Tommy duduk di belakangku sedangkan Michaela di sampingnya.
"A.. Anuu"kataku lirih.
Aku rasa Tommy tidak akan mendengar ucapanku. Aku mencoba mengintip ke belakang. Tommy terlihat memandangi Michaela sedangkan Michaela sibuk mengeluarkan buku tulis dan alat tulis. Walau ku hanya melihat sebentar, ekspresi Tommny yang tadi dan sekarang sangat berbeda. Yang tadi dia terlihat sangat dingin, tetapi saat dia memandang Michaela aku merasakan kehangatan. Aku bisa merasakan itu hanya dari tatapannya. "Halo.."Michaela tersenyum padaku. Gawat aku ketahuan tengah memperhatikannya.
"Ha..halo"balasku. Seketika Tommy menengok ke arahku dan memberikan tatapan dingin.
"Halo"kataku padanya.
Dia hanya mengangguk dan lanjut memandangi Michaela.
"Aneh ni anak"batinku.
Setelah itu Pak Denis masuk dan pelajaran dimulai.
Fyi, Bu Ajeng ialah walikelas pengganti. Aku dengar bahwa Pak Candra hari ini tidak masuk karena sedang berada di Luar Kota. Di sekolah kami memang wali kelas ada 2 orang, Jika yang satu tidak hadir yang satu dapat menggantikannya.
"Aduhh gimana cara ngomongnya ya"batinku.
Aku merasa tak nyaman lagi duduk disini. Aku lebih suka di paling belakang tanpa ada yang memperhatikanku. Bel istirahat berbunyi. Aku mencoba berbicara pada Tommy lagi.
"Anu.. Tommy"kataku.
Dia mengabaikan ku lagi. Entah memang dia yang tak mendengar atau sengaja tidak mendengar. Memang saat ini mereka berdua menjadi pusat perhatian, semua anak kelas berkumpul di meja mereka untuk berkenalan. Aku tidak suka basa basi maka dari itu aku tidak ikut mereka dan beranjak pergi ke Kantin untuk makan.
"Ahh. Paula"seseorang memanggilku.
"Aduhh maaf gue ga bisa nemenin mereka, tolong lo yang temenin ya"katanya memohon padaku.
"Tapi..."aku melihat ke arah bekalku.
"Lo bisa lakuin abis makan siang kok, jadi gue mohon ya"katanya.
"Ehmm.. Iya"
"Makasih"dia pergi keluar kelas.
"Hadehh"batinku.
Sebelum pergi, Aku memperhatikan mereka berdua, aku berniat mengajak mereka untuk ke kantin. Aku melakukannya karena mereka tidak tahu kantin ada dimana. Tapi niat itu tidak terlaksanakan karena seseorang yang baik hati telah mengajak mereka berdua pergi, mungkin ke kantin.
"Kalau gitu kenapa ga mereka aja yang ajak Tommy sama Michaela keliling. Kenapa harus aku??"batinku.
Aku pun pergi meninggalkan kelas.
Seperti biasa kantin penuh dengan orang-orang yang kelaparan, Wajah yang familiar berada di meja sebelahku, dia Vero beserta teman-temannya.
Mereka terlihat asik makan sembari mengobrol bersama, tak luput juga, disana ada pacarnya? Tanya dan temannya. Aku masih belum tau pasti hubungan Vero dan Tanya, aku berspekulasi kalau mereka berpacaran.
Terlihat dari tingkah manja Tanya ke Vero. Di sisi lain aku juga melihat Michaela dan Tommy dalam satu meja bersama beberapa anak kelas. Terlihat sedikit kecangungan antara meraka, itu wajar karena Tommy dana Michaela masih baru disini. Dengan lahap aku menghabiskan sisa makananku dan kembali ke kelas. Saat aku akan beranjak pergi, Vero memanggilku.
"Ahh Paulaa.. Ternyata kamu disini"katanya menunjukku.
"Ahh.. I..iya.. Duluan ya.."kataku.
"Yahh udah pergi aja?? Kok cepet banget sih, baru mau di ajak gabung"katanya.
"Ehmm.. Lain kali saja"
"Janji yaaaaa?"tanyanya.
"Ver.. Udahlah jangan gangguin dia, ga liat apa mukanya ga seneng gitu"kata Tanya sebal.
"Duhh pacarku kenapa sihh.. Cemburu yaa"Vero mencubit hidung Tanya.
"Bener kan mereka pacaran"batinku.
Aku memperhatikan tingkah mereka. Mumpung Vero asik dengan Tanya, aku mengendap-endap untuk pergi agar tidak terlihat Vero.
"Anu..."Lagi lagi seseorang memanggilku. Tapi emang bener manggil aku ya?.
"Paula kan?"katanya lagi.
Aku berbalik ke arahnya dan ternyata itu Michaela dan Tommy.
"Ahh.. I..yaa aku Paula, ada apa yaa..?"kataku dengan gugup.
"Ehmm... Kata Dito kamu yang nemenin kita keliling ya?"tanya Micahela.
"Ahh aku lupa harus mengajak mereka berkeliling dulu"batinku.
"Ahh.. Iya, kalian mau kelililng sekarang?"tanyaku.
"Kalau kamu luang, kami ingin pergi sekarang. Maaf ya merepotkanmu"katanya.
"Ohh.. Kalau gitu.. Aku taruh ini dulu di kelas kalian bisa menungguku di bawah tangga"
"Okee"kata Michaela, Tommy mengangguk. Kami bertiga berjalan bersama.
Bersambung...