Paula

Paula
Chapter 12



"Hoi.. Paulaaa, Hoi....okitee"


Seseorang menyentuh-nyentuh pipiku. Aku tidak menggubrisnya, aku melanjutkan tidurku.


"Hoii..!! Bangunlahh"


Orang itu masih saja menggangguku.


"Puas kalian sudah membuat singa bangun hah?"batinku.


"Apaa sih??"kataku berteriak.


"Bangun oy dah mau sampe nih"kata kakak mengacak rambutku.


Aku mengucek mataku dan merenggangkan badan. Saat ingin mengusap wajah, aku merasa ada sesuatu di pipiku, seperti air.


"Lah aku ileran kah? Ya ampun. Moga kak Ari sama Kak Juan ga liat"batinku.


Dengan panik, aku segera mengusap air itu dengan sapu tangan yang kubawa. Aku tidak tau bagaimana wajahku tidur tadi. Ahh malunya, aku ingin ngumpet aja deh rasanya.


"Hahaha"aku mendengar suara tertawa kecil dari belakang.


"Liat Juan, lucu banget kan?"kata kakak. Kakak terlihat menunjukan sesuatu di hpnya pada kak Juan.


"Jangan-jangan fotoku tidur lagi"batinku. Aku membelalakan mataku.


"Kak apa yang lucu?"tanyaku.


"Mau tau aja kamu hahaha"kata kakak.


Aku berusaha mengambil hp kakak, tapi kakak menjauhkannya dari jangkauanku.


"Ihh kakak pengen liat, itu pasti foto Paula yaaaa!!!"kataku.


"Kalo iya emang kenapa? Hahaha"kata kakak menunjukan wajah usilnya.


Tamatlah sudah riwayatku, kak Juan pasti sudah melihatnya. Hari ini detik ini juga, wajah tidur Paula Mawar Haris ter-ekspos ke publik.


"Bagaimanapun aku harus mastiin dulu itu aku atau bukan"batinku.


Aku memikirkan caranya bagaimana untuk mengambil hp kakak. Kakak masih saja asik menunjukan sesuatu pada kak Juan. Mereka terlihat tertawa dengan lepas.


"Tolong deh kak, fotoku di hapus ihh.. Malu tau"kataku dengan wajah memelas.


"Hah fotomu? Fotomu yang mana?"tanya kakak dengan kebingungan.


"Yaa yang itu, yang kakak kasih tau ke kak Juan"kataku.


"Hmm.. Daritadi Fajar nunjukin foto kucing la.., bukan kamu"kata kak Juan.


"Yaaaa.. Hahaha GR banget kakak nunjukin foto kamu. Hahaha..."kakak tertawa.


Malunya diriku, aku menutup wajah merahku dan menghadap ke depan lagi. Tapi, aku sekarang merasa lega karena foto saat aku tidur tidak ada.


"Hehehe.. Maafin kakak ya Paula, sebenarnya kakak ambil fotomu saat tidur tadi. Lucu banget sih soalnya"batin kakak.


"Bro.. Mau liat yang lebih lucu ga?"tanya kakak pada kak Juan.


"Mana jar? Anak kucing kah?"tanya kak Juan penasaran.


Kakak menunjukan fotoku pada kak Juan. Kakak tertawa melihat fotoku, berbeda dengan kak Juan yang diam saja. Dia menunjukan sedikit ekspresi terkejut, dan wajahnya agak memerah.


"Hehehe.. Jangan bilang Paula ya"kata kakak lirih.


"Paula.. Nanti kita foto-foto yuk, Hubby pasti ga mau diajak foto. Dia pasti nanti renang sama Fajar"ajak kak Ari.


Dia mengeluarkan kamera dari dalam tasnya.


"Ohh.. Ayo kak"kataku. Tak lama kemudian kami sampai di pantai itu.



"Wahhh cantik banget pantainya"kata ibu.


"Iya tante pantainya cantik, sekelilingnya juga bersih dan Ari suka banget soalnya ga terlalu ramai"kata kak Ari.


"Ohh siapa dulu yang milih pantainya, Ayah gitu loh!!"kata ayah membanggakan diri.


"Iya iya.. Ayah pinter deh"ibu mengecup pipi ayah dengan sengaja.


Itu membuat wajah ayah memerah, ayah terlihat seperti anak muda yang baru pubertas.


"Hahaha.. Ayah lucu banget sih"kata kakak.


"Hahaha ayah kaya kepiting rebus. Merah semua"kataku tertawa.


"Hahaha.. Habisnya ibu gemes liat ayah"kata ibu.


"Awas aja nanti dirumah"kata ayah berbisik pada ibu.


Ibu menunjukan ekspresi kaget lalu tersenyum dan mengabaikan ayah. Aku dan kak Ari mengikuti ibu mencari tempat. Sedangkan yang lainnya masih mengeluarkan barang-barang untuk dibawa dan segera menyusul kami. Setelah cukup lama menyusuri pantai, akhirnya kami menemukan tempat yang sesuai. Aku dan kak Ari menggelar tikar yang kami bawa.


"Yoshh ayo renang!!!"


Kakak yang sudah bertelanjang dada dan hanya menggunakan celana pendek, begitupun juga dengan ayah dan kak Juan. Aku tidak sengaja melihat badan kak Juan, aku memperhatikan dari ujung kaki hingga ujung kepala. Walau tidak terlalu terlihat, tapi aku dapat tahu kalau kak Juan punya perut six pack. Punggung nya sangat lebar, kulitnya putih bersih. Aku juga melihat ada tanda lahir di bahu kanan kanan kak Juan. Cukup lama aku menatap tubuh indahnya. Hingga aku terbuai oleh lamunanku. Aku tersadarkan oleh kak Fajar yang memanggilku.


"Paulaa!! Oy Paula!!"teriaknya.


"Ahh... Iya kenapa kak?"aku kaget mendengar teriakan kakak.


Segera aku mengalihkan pandanganku dari kak Juan.


"Yuk ikut kita renang, kamu kan dulu suka banget renang!!"ajak kakak, dia menarik lenganku.


"Hmm ga dulu deh kak. Paula ga bawa baju ganti lagi. Lagipula Paula ada sesi photoshoot sama kak Ari. Ya kan kak? Hehehe"aku tersenyum pada kak Ari.


"Maaf ya jar, Paula udah aku boking duluan. Anda belum beruntung"kata kak Ari.


Kami semua tertawa mendengar ucapannya.


"Hemph aku ngambek nih"kata kakak memalingkan muka dari kami.


"Yaudah ngambek aja.. Wekk"kataku menjulurkan lidah pada kakak.


Kakak mencubit kedua pipiku. "Aww.. Aw.. Sakit kak, ampun deh!!"kataku berusaha melepas tangan kakak.


Tiba-tiba saja kakak ditarik oleh kak Juan ke pantai. "Ayo kita berenang!!"kata kak Juan.


Kak Juan tersenyum tapi senyum itu punya maksud lain. Mereka pun pergi, aku dan kak Ari juga pergi mencari spot foto yang bagus.


"Bu kita pergi foto-foto dulu"pamitku pada ibu.


"Paulanya, Ariana pinjem dulu ya tante..."kata kak Ari sembari menyatukan tangan (🙏).


"Nanti kalau selesai tolong beliin ibu es kelapa ya.."kata ibu sembari memberi uang.


"Siapp!!"kataku. Aku dan kak Ari pun pergi.


...


Dumm.. Dumm.. Dumm.. Dumm..


...


Terdengar suara dentuman musik dari kejauhan. Aku melihat ada sebuah panggung di depan sana, Sepertinya ada konser disana. Tak lama terdengar nyanyian yang sangat merdu.


"Sepertinya aku kenal suaranya deh!!. Aku pernah denger tapi dimana ya"batinku.


Tanpa sadar, langkah kakiku berjalan menuju ke arah suara itu berasal.


"Paula!! Mau kemana?"teriak kak Ari dari belakang. Aku tersadar setelah kak Ari menarik lenganku.


"Ahh.. Itu aku mau liat konser disana kak"kataku menunjuk panggung.


"Jangan lupa.., Kita disini buat nyari spot foto, nanti kalau udah selesai baru deh kita nonton"kata kak Ari mengelus rambutku.


Entah mengapa aku merasa kecewa karena tidak bisa melihat pemilik suara merdu tadi.


"Hmm.. Moga cepet deh kelarnya"batinku.


Kami menemukan spot foto yang bagus, di tebing dekat pantai. Tempat ini agak jauh dari tempat kami, karena cukup jauh jadi jarang ada orang yang kesini.


"Yapp.. Disini bagus, aesthetic bangettt.."kata kak Ari gemas dengan pemandangan ini.


"Ya udah kak mulai berpose deh, aku ambil dari sini ya"kataku.


"Oke"


Cekrek..cekrek..cekrek.. Kami mengambil banyak foto.


30 menit kemudian...


Akhirnya selesai. Selain, aku memfoto kak Ari aku juga mengambil foto pantai dengan hpku. Kami juga mengambil beberapa selfie bersama dan kak Ari mengupload nya di Instagram.


"Kak jangan lupa tag aku ya"kataku.


"Oke la.." Kami pun pergi menuju panggung konser tadi.


Bersambung...