
"itu cewe kok omongannya nyebelin banget sih. Mentang-mentang deket sama Vero dia seenaknya ngomong gitu"gerutuku.
Aku duduk di bawah pohon besar dan segera menyantap bekalku. Sembari makan aku membuka instagram untuk melihat-lihat. Ada seseorang yang mengirimi ku pesan.
Chat (Instagram)
JoVernon : Hi nona...
P_aul_a : Maaf, anda siapa?
JoVernon : Aku yang kemarin
JoVernon : Pekerja di Book Cafe
P_aul_a : Ohh ini anda, apakah komiknya sudah tiba?
JoVernon : Maksudku mengechat nona untuk memberi tahu kalau manganya sudah tiba.
JoVernon : Dan...
P_aul_a : Dann??
JoVernon : Nona harus kesini :) hehe
P_aul_a : Saya pasti akan kesana
P_aul_a : Sudah ya.., saya mau masuk ke kelas
P_aul_a : Terimakasih informasinya, kak...
JoVernon : Sama-sama nona
Meanwhile
"Ahh.. Dia memanggilku kakak.. Ahh imut bangett. Komik punyaku yang bertanda tangan untukmu saja, karena sudah membuatku senang hari ini"kata Joseph
Sepulang sekolah, aku melakukan piket terlebih dahulu barulah aku pergi ke Book Cafe.
"Wahh hari ini toko ini sangat ramai. Hmm, ada waffle? Ahh aku sekalian ingin mencoba itu deh"batinku.
"Selamat Datang"
Aku segera menuju rak komik, benar saja sudah banyak stok manga J-Seven.
"White Lily?, jadi ini judulnya. Hmm seorang gadis bernama Lily yang sakit sejak kecil. Dia jatuh cinta kepada dokter yang merawatnya. Hanya dokter itu yang mengetahui lily dan hanya lily yang paham dokter. Mereka menjalin hubungan secara diam-diam. Hmm.. Aku harap manga ini happy ending"Gumamku.
"Oh...Jelas komik ini akan happy endingg.. Si dokter dan lily akan...."
"Stoppp... Jangan spoiler"kataku.
Aku menengok ke arah suara dan melihat kakak pekerja kemarin.
"Yoo.. Ini komik mu"Dia memberikan ku komik yang dibawanya.
"Loh... Kak?? ini komik yang akan saya beli"aku menunjukan komik yang ada di tanganku.
"Aku ingin memberi komik ini padamu Nona. Jadi terimalah...!!"memberikan komikpadaku.
"Ahh.. Ti..tidak bisa kak. Ini punya kakak kan? Plastik pelindungnya sudah tidak ada!!"
"Iya ini punya ku dan sekarang ku berikan padamu. Plastik nya kucopot agar dapat minta tanda tangan J-Seven!!"jelasnya.
"Apa...?"aku segera membuka komik itu, benar saja ada tanda tangan J-Seven.
"Apa... J-Seven kesini lagi untuk melakukan fan signing?"tanyaku.
"Ehmm.. Aku akan memberitahumu, tapi kau harus mau makan waffle denganku, bagaimana??"Pintanya.
"Uhmm.. Bagaimana ya?? Aku akan canggung sekali, tapi aku juga mau mencoba wafflenya."gumamku dalam hati.
"Uhmm.. Baiklah saya mau, tetapi bukannya kakak.. Sedang kerja...?"kataku.
"Ahh.. Itu gampang, yang penting aku bisa berduaan denganmu..."jawabnya tersenyum.
Seketika aku merasakan badanku panas dan pasti wajahku memerah.
"Ayoo. Nona duduk di situ. Aku akan memesankan 2 waffle untuk kita. Oh iya Nona mau minum apa?"
"Ehmm.. Coklat panas.."kataku.
"Oh nona suka yang manis, berarti nona juga menyukaiku dong...!! Hehe"katanya.
"Ahh.... Kakak ini kenapa sok akrab sekali dan dia selalu menggodaku... Aku tidak bisa seperti ini teruss..."batinku.
Aku pun berlalu menuju meja yang tadi di tunjuk kakak narsis itu. Tak lama dia pun datang membawa 2 waffle dan satu cangkir coklat panass.
"Jadi.. Siapakah nama nona yang manis ini?"tanyanya.
"Ahh.. Saya Paula, kakak?"tanyaku.
"Aku Joseph sang Mawar Tampan hahahaha "katanya dengan tersenyum.
Aku tertawa kecil mendengar omongannya barusan.
"Wahh.. Baru kali ini aku melihat Nona tertawa, selama ini Nona hanya menunjukan muka seriusmu"katanya tersenyum.
"Apa?? Jadi kau memandangi saya setiap kesini"aku kaget mendengar perkatannya.
"Hehe..., ehmmm iyaa.."katanya.
"Kakak Cabul"kataku lirih.
"Hehh.. Aku tidak cabul, aku hanya suka memandangi ciptaan tuhan yang indah seperti aku dan Nona hahaha"katanya.
Aku memincingkan mata karena sudah sebal dengan kenarsisannya.
"Jadi... Apakah J-Seven kesini tadi?"tanyaku.
"iyaaa.. Dia kesini tapi bukan untuk Fan Signing melainkan bertemu dengan pemilik toko ini, mereka berdua bersahabat. Jadii... pas aku melihatnya aku meminta tanda tangannya karena kemarin tidak sempat.."
"Lalu kenapa kak Joseph.... memberiku ini?"aku menunjuk komik di sampingku.
"Hari ini aku senang, karena Nonamemanggilku kakak. Aku membayangkan secara langsung Nona memanggilku kakak.. Hahaha imut sekalii"sekali lagi aku memberikan tatapan seram padanya.
"Hoii.. Jangan menatapku seperti itu nona. Aku takut tatapan seram perempuan"
"Hahh.."aku menghela nafas.
"Aku.. pulang..!!"kataku.
Aku mengeluarkan uang seharga waffle dan coklat panas tersebut dan berdiri dari dari kursi yang kududuki.
"Tungguu... Aku hanya bercanda Nonaa."katanya menahan tanganku.
Secara reflek aku menarik tanganku darinya karena merasa risih.
"Maaf.. Kak!! Aku tidak suka kita yang bukan siapa-siapa terlalu akrab. Dan maaf aku jug tidak bisa menerima komik ini secara gratis, jadi aku akan membayarnya sesuai harga di toko ini"aku mengambil uang dan menaruhnya di meja
"Tapi... Aku ikhlas memberimu komik itu Nona"katanya.
"Hah.. Hari ini kenapa sih, aku bertemu dengan cewek yang suka marah-marah dan cowok yang sok akrab. Aku harus segera pulang, aku takut akan bertemu hal aneh lagi jika telalu lama diluar."kataku.
Sesampainya di rumah, aku segera menuju kamarku untuk istirahat. Entah mengapa hari ini sangat melelahkan. Aku ingin tidur sebentar sampai jam makan malam, tetapi... Hp tidak mengizinkanku untuk tidur. Selalu terdengar suara notifikasi dari HP ku, saat aku lihat ternyata itu hanya pesan dari kak Joseph. Aku hanya membacanya dari notif. Dia banyak sekali mengirimkan permintaan maaf.
"Sebenarnya kakak tidak salah, hanya aku saja yang kurang nyaman. Harusnya aku yang minta maaf sama kakak..."gumamku.
Muncul notif chat lain dari layar hpku. Itu merupakan notif dari kakak.
Chat
Kakak : Hoy
Kakak : PUBG SKUY
Paula : cuman berdua?
Kakak : Nopee sama temen kakak...
Paula : Kalo gitu aku ga mau ngomong yaaa...
Kakak : Kenapa? Padahal kakak mau memamerkan suara
kamu yang kawai klo lagi maen...
Paula : Kakak setan, cukup keluarga kita aja yang denger
orang lain jangan wkwk
Kakak : Ya udh kakak mau ngajak Juan sama pacarnya...
Paula : Oke ku tunggu...
"Ternyata kak Juanda sudah punya pacar. Wajar saja sih, dia tampan, tinggi, dan sepertinya loveable. Walaupun dia padaku bersikap agak dingin tapi biasanya cowo seperti itu care banget sama cewenya"gumamku.
Aku menyalakan komputer ku dan membuka game. Tak lama aku mendapat undangan untuk bermain bersama. Terlihat ada karakter lain selain kakak. Sepertinya itu kak Juanda dan pacarnya.
(Voice Chat)
"Yoo.. Paulaa kau bisa dengar kan?" - fajar
"Hmm.." - Paula
"Haii Paulaaa...!!! Aku Ariana temen Fajar dan pacar Juanda" - Ariana
"Hmm namanya ternyata Ariana. Jangan bilang belakangnya
Grande lagi? Hehe" gumamku dalam hati.
"Haii kak Ariana" -Paula
"Juann... Kamu juga harus mengenalkan diri ke Paulaa.." - Ariana
"Sudah, bahkan kami sudah pernah bertemu" - Juanda
"Ohh yaa?? " - Ariana
"Sudahlah perkenalannya bisa saat match. Kita mau main
dimana nih gaes??" - Fajar
"Seperti biasa" - Juanda
"Miramar?? Baiklah" - Fajar
Match pun dimulai. Kami memilih tempat yang memiliki loot agak banyak karena kami berempat.
"Hei, paula??" - Ariana
"Iya kak??" - Paula
"Apakah kau juga bermain untuk pertama kalinya
sepertiku?" - Ariana
"Ehmm tidak.. Aku cukup sering memainkannya" - Paula
"Benarkah??? Kalau begitu kau bisa mengajariku kan.
"Mereka berdua tidak mau mengajariku huhu. Katanya aku harus belajar sendiri" - Ariana
"Baiklah" - Paula
Aku menjelaskan dasar game ini untuk selebihnya biar kak
Ariana yang mempelajarinya.
"Wahh lihat aku bisa nembak.. Hahaha" - Ariana
"Yeyy selamat-selamat haha" - Fajar
"Jangan kau tembak sembarangan, nanti musuh akan mengetahuinya" - Juanda
"Aku hanya senang, akhirnyaaa" - Ariana
"Kak, aku menemukan sesuatu yang sangat berharga" - Paula
"Wahhh... Flare gun. Ayo kita cari tempat yang aman untuk menembak" - Fajar
"Disini sudah cukup" - Juanda
"Sini biar ku tembak. Aku hanya harus menembaknya kan?? - Ariana.
Aku menjatuhkan flare gun dan kak Ariana mengambilnya.
"Kau harus menembaknya ke a.." -Juanda
Kak Ariana sudah menembakan Flare gun tetapi tidak ke atas melainkan ke depan.
"Bagaimana ini harta kita yang berharga terbuang sia-sia, huhuhu" - Fajar
"Inilah mengapa aku tidak mau bermain dengan perempuan" - Juanda
"Ehem.." - Paula
"Ehh... Hahaha salah yaa.. Tenang pasti ada lagi.." -Ariana
"Ha.. ha.. Pistol beserta isinya sangat langka disini." - Juanda
"Hahah kau bodoh Ari, kupikir kau pintar di segala hal,
hahaha" - Fajar
"Hahaha aku bodohh karena tidak mengetahuinya wek" - Ariana
"Hahaha.. Ayo kita pergi ke tempat lain saja" - Paula
Bersambung...