Paula

Paula
Chapter 25



"Ahhh hantu!!!"teriakku.


Aku menutup jendelaku dengan kencang dan menutup tirai nya. Aku segera bersembunyi dibalik selimutku. Aku terus memandangi jendela itu. Kali ini terdengar suara rintihan kesakitan.


"Paulaaa!! Ini aku"


Seseorang mengatakan itu, tapi aku tidak tahu asalnya darimana. Dia memanggilku lagi dan terdengar ketukan di jendela. Aku merangkak pelan menuju jendela. Aku mengintip dari balik tirai, terdapat cahaya dari luar.


"Duhh hantunya marah lagi!!"kataku.


"Paula!!!! Paula!!!"dia berteriak memanggilku.


Aku merasa aku pernah mendengar orang dengan suara seperti ini tapi, aku tidak bisa mengingatnya. Tiba-tiba hp ku berdering. Sepertinya itu notifikasi dari Instagram. Aku mengambil hp ku dan melihatnya, itu kak Joseph.




"Gawatt!! Ternyata itu kak Joseph"kataku. Aku segera membukakan jendela dan melihatnya.


"Nona!! Huhu"dia meringis kesakitan dan memegangi kepalanya yang terbentur.


"Maaf kak, ayo masuk"kataku.


Kak Joseph pun segera masuk kedalam. Dia langsung duduk di lantai. Aku pergi ke bawah untuk mengambil salep. Benar saja rumahku sepi, tiada kehidupan disini selain aku. Kenapa tidak ada yang memberitahuku? Huhu. Setelah menemukan salepnya aku kembali ke kamar dan mengoleskannya pada dahi kak Joseph yang bengkak.


"Duhh maaf ya kak aku ga tau kalo itu kak Joseph"kataku mengoleskan secara perlahan.


"Duh perhatian banget deh Nona sama aku. Rasa sakitnya langsung ilang nih hehe"katanya memandangiku.


Melihatnya memandangiku aku berhenti dan membalikan badanku, aku pasti memerah sekarang.


"Ehmm kak Joseph jangan salah paham dulu. Aku melakukan itu karena merasa bersalah. Kan aku yang membuat dahi kak Joseph jadi benjol kaya gitu"kataku.


"Hehe makasih ya Nona"dia berbisik padaku membuat tubuhku bergidik.


"Nona sebentar ya!!"


Kak Joseph turun kembali melalui jendela. Tak lama dia kembali dengan sebuah kantung. Aku mengambil kantung itu agar kak Joseph tidak kesusahan.


"Ehmm kak, kan kak Joseph bisa turun lewat tangga di dalem. Kenapa lewat situ ??"kataku.


"Biar cepet hehe. Nih aku beliin kamu Bapau. Ada yang rasa Coklat, Kacang ijo, Ayam, Strawberry. Kamu mau yang mana?"


"Ehmm.. Kak Joseph tau aja kalo aku laper. Aku ambil yang rasa Ayam aja deh kak"


"Ohh ayam ya?? Sebentar ku lihat dulu mana yang ayam"


Dia memberikan ku bapau yang sepertinya rasa ayam. Bapau itu masih hangat dan aromanya membuatku semakin lapar. Aku menggigit sedikit bapau itu. Rasanya sangat enak, aku melirik ke kak Joseph. Dia memandangiku dengan tatapan lembut sambil tersenyum.


"Enak??"tanyanya.


Aku mengangguk. Aku pamit pergi ke bawah mengambil minuman. Aku mengambil minuman soda sisa tadi siang dari dalam kulkas, kupikir segini cukup untuk aku berdua. Aku mengambil 2 gelas dan membawanya. Sejenak aku berfikir,


"Kan yang mau minun bukan aku aja, tapi kak Joseph doang. Aku ambil yang baru aja ah"kataku


Aku kembali lagi ke dapur lalu aku membuka lemari penyimpanan di sebelah kulkas. Aku mengambil minuman soda yang masih tersegel alias masih penuh.


"Ku kira Nona menyukai J-Seven hanya karena ketampanannya, ternyata Nona juga menyukai karyanya. Aku melihat Nona memiliki semua komik karyanya"katanya.


"Ahh.. Aku baru sekali melihat J-Seven kak. Iya sih aku akui dia memang tampan tapi bukan itu yang membuatku menyukainya. Aku menyukai karya-karyanya. Dari dia masih menjadi komikus amatir sampai debut aku selalu mengikutinya"kataku.


Aku menunjukkan komik pertama yang J-Seven keluarkan. Entah kenapa kak Joseph sangat senang melihatnya. Lalu aku menunjukkan komik yang paling aku suka diantara yang lainnya yaitu White Lily. Sekali lagi dia tersenyum. Selanjutnya kami membahas keseleruhan komik J-Seven.


"Kak dari semua komik J-Seven kak Joseph suka yang mana?"tanyaku.


"Ehmm"kak Joseph melihat-lihat komik yang sudah aku taruh di meja.


"Yang ini, actionnya dapet banget dan ending aku suka. Perjuangannya Elang buat dapetin kekuatannya kembali sangat epik"


"Ohh yang ini? Iya aku suka alurnya, cuman aku kurang suka sama Elang. Dia terlalu lemah sebagai cowok. Dia selalu menbiarkan musuhnya mengalahkannya hingga babak belur. Ya aku tahu sih kekuatannya hilang ya tapi masa dia pasrah aja sih"


"Ahaha iya sih tapi pada akhirnya semua tunduk sama Elang kan. Tak perlu pakai kekerasan, hampir semua musuh yang ia temui tunduk padanya"


"Hmm kak Joseph betul juga. Nih kak aku mau bahas White Lily. Kan selama ini si J-Seven selalu mengeluarkan komik action atau fantasi. Tapi kali ini romantis, dan jujur aku sangat tersentuh membacanya. Aku dapat merasakan bagaimana perjuangan Lily dan si kesetian si Dokter"


"Aku juga penasaran. Kenapa J-Seven bisa membuat komik romantis pertamanya sebagus itu. Mungkin J-Seven mengalaminya atau itu cerita seseorang di dekatnya"


"Aku jadi penasaran dengan kisah asmara J-Seven, dia sangat menutup rapat kehidupan pribadinya. Kak Joseph tau ga J-Seven jomblo apa udah ada yang punya??"


"Yeahh Nona hanya menanyakan J-Seven nih? Aku engga?"


"Tidak hahaha"


"Oke hmph, balikin Bapau yang telah Nona makan"


"Apaa?? Apa aku harus mengeluarkannya lagi??"


"Hmm iya sini aku bedah perutmu Hahaha"


Tiba-tiba saja kak Joseph mengelitiki perutku. Aku merasa geli, aku berguling untuk membuat kak Joseph susah mengelitiki ku. Tapi karena ulahku membuat kak Joseph tak sengaja menyenggol dadaku. Kak Joseph menyadari itu dan langsung berhenti, namun dia tersenyum jahat padaku.


"Ahh kak Joseph.. Aku sudah tidak suci huhuhu"kataku


"Ahh maaf-maaf, aku kan tidak sengaja hahaha. Aku pikir kamu rata Non ternyata punya juga"


"Enak saja!!! Aku tuh punya ya, karena aku memakai baju oversize jadi sering dikira rata. Emangnya aku cowo... Hpmhhh"aku memalingkan wajahku.


"Oh iyaa?? Sini aku pegang lagi, untuk memastikan hahaha"


"Ahh kak Joseph mesum banget sih"aku menutupi dadaku.


"Ahaha bercanda kok... Mau di gedein ga? Aku bisa bantuin loh"


Kak Joseph tertawa sangat lebar. Sepertinya dia sangat puas menggodaku.


"Ihh kak Josephhh"Aku berteriak, aku melempar bantal yang ada di ranjang padanya. Muka ku memerah.


Tak lama kemudian...


Bersambung...