Paula

Paula
Chapter 17



Di dekat Tangga, Michaela dan Tommy menunggu Paula


"Ehmm Tommy kamu pindah juga? kok kebetulan sama lagi sekolahnya?"tanya polos Michaela.


"Ehmm... Kamu kan tau la, di SMA kita yang dulu nilaiku bukannya naik malah makin merosot, orang tuaku mikir aku ga cocok sekolah disitu yaudah deh pindah kesini"jelasnya.


"Ya enggak lah, aku kesini kan buat lindungin kamu la. Walau kamu pergi ke antartika aku juga akan ngikutin kamu"batin Tommy.


"Oh iya?? Kita beda kelas sih jadinya aku kurang tau masalah kamu"


"Gapapa kok la. Aku senang disini bisa ketemu kamu lagi. Jadinya ga bosen deh hehe"


"Ahaha iya nih.. Untung ada kamu, kalo ga aku akan susah punya temen ngobrol"


"Oh iya tante apa kabar? Aku denger dia baru keluar dari Rumah Sakit ya?"


"Ahh ibu.. Dia hanya kelelahan karena semangat bekerja. Untungnya, dia tidak lama di rawat, jika lama aku akan sendirian di rumah"


"Kasian tante"


" Iya padahal aku sudah sering peringatin kalau ga perlu kerja terlalu keras"


"Hmm... Dia kerja keras seperti itu buat kamu seorang la. Dia ingin kamu bahagia, semenjak kejadian itu..."Tommy berhenti berbicara.


Suasana berubah menjadi sedih, terlihat mata Michaela berkaca-kaca mendengar perkataan yang dilontarkan Tommy. Tapi, Michaela menutupi itu dengan sebuah senyuman lebar.


"Iyaaa Tom.. aku berterimakasih sama Tuhan karena sudah menjaadi anak Mama"


Tommy tahu bahwa senyuman di Wajah Michaela palsu, tapi Tommy tetap senang mengetahui bahwa Michaela tersenyum dan tidak menangis seperti dulu dan dia ikut tersenyum.


Di kelas


"Sepi bangett"aku memasuki ruangan kelas.


Lalu aku menaruh tempat makanku di laci meja, setelah itu mengecek jam di hpku.


"Lumayan lah masih ada 15menit lagi sebelum masuk, moga cukup deh"aku menaruh kembali hp ku.


Aku mendapati saputangan di dalam tas ku. Aku mengambilnya dan teringat bahwa aku belum mengembalikan sapu tangan ini kepada si empunya.


"Mica?? Emang disekolah ini ada yang namanya Mica ya?. Bentar coba di inget dulu muka perempuan tadi. Hmm.. Dari perawakannya sama rambutnya mirip Michaela sih. Apa ini punya Michaela ya??. Hanya satu cara untuk memastikannya"batinku.


Aku membawa saputangan itu dan meninggalkan kelas. Aku menuruni satu persatu anak tangga dan menghampiri Michaela dan Tommy. Terlihat mereka tengah asik mengobrol, mungkin mereka sudah kenal sebelumnya. Mereka terlihat sangat akrab.


"Ahh... Yeayy Paula datengg"kata Michaela.


Tommy berbalik melihatku.


"Ahaha.. Maaf ya aku lama"kataku.


"Engga kok, kamu cuman 5 menit perginya. Kalo gitu sekarang kita bisa pergi??"tanyanya.


"Ahh tunggu sebentar... Ini punyamu kan?"aku memberikan saputangan pada Michaela.


"Ahh.. Kamu yang aku tabrak tadi pagi ya. Maaf banget yaaa"Michaela menunjukan ekspresi bersalah.


"Ahh gapapa kok akunya juga yang bengong tadi jadi kamu ga sengaja nabrak aku hehe"kataku.


"Kamu gapapa kan la?"tanya spontan Tommy pada Michaela.


"Ahh.. Aku gapapa kok Tom. Kamu baik banget Paula"Michaela tersenyum manis.


"Manisnyaaa.."batinku.


Aku tersipu malu mendengar ucapan Michaela.


"Yaudah ayo kita pergi ke depan dulu"aku berjalan di samping Michaela.


Di sepanjang jalan aku memberitahu satu persatu tempat yang terdapat di sekolah kami.



Saat tiba di Perpustakaan Michaela berkata bahwa dia ingin melihat perpustakaannya sehingga kamu memasukinya.


"Wahh besar juga ya, apakah koleksi buku disini lengkap?"tanyanya.


"Ahh.. Aku kurang tahu sih, soalnya jarang ke perpustakaan hehe"kataku.


"Kalau gitu besok kita perpustakaan ya, kamu mau kan nemenin aku??"dia memperlihatkan wajah yang sangat lucu saat memohon padaku.


"Ahh.. I..iya kalau kau mau"aku tanpa sadar menyetujui ajakannya.


"Woah genk ini lagi"batinku saat tak sengaja melihat kumpulan Vero dan Tanya.


"Wahh Paulaaa"Teriak Vero ketika melihatku.


"Shhhhhh!! Jangan berisik"kata seluruh penghuni perpustakaan pada Vero.


"Ahh.. Maaf maaf"katanya dengan pelan sambil tersenyum.


"Kenapa Vero sangat antusias saat bertemu dengaku"batinku.


Aku sangat heran dengan tingkah laku Vero. Vero kemudian menghampiri kami.


"Ahh.. Mereka siapa la?? Kayaknya baru liat deh?"tanya Vero.


"Ohh.. Mereka murid baru di kelasku. Michaela, Tommy perkenalkan ini Vero dari kelas 2-5"


Vero mengulurkan tanganya, Michaela menjabat tangan Vero tapi tidak dengan Tommy. Tommy awalnya memandangi Vero dari atas ke bawah lalu dia mengabaikannya.


"Tommy.. Kamu ga boleh gitu, ayo jabat tangannya Vero"kata Michaela.


"Iya.. aku minta maaf"Ujar Tommy pelan. Lalu dia menjabat tangan Vero dengan terpaksa.


"Beneran aneh ini anak"batinku.


"Kalian ngapain disini??"tanya Vero.


"Kepo"ucapku pelan.


"Hahh?"


"Michaela pengen liat perpustakaan"


"Ehmm kita lanjut apa kalian masih betah disini?"tanyaku.


"Ahh.. Maaf ya aku kalo udah liat tumpukan buku suka terlena sendiri"kata Michaela.


"Ya udah ayo"kataku


"Aku ikut dongg ya ya??"Vero mengikuti kami keluar.


"Heh?? Bukannya kamu lagi ada urusan disini? Lagipula di dalem ada Tanya kan?"kataku.


"Ahhhahahaha.. Gapapa kok.., ehmm aku bilang dulu deh, jangan ditinggal yaaa"dia kembali masuk ke dalam


"Dia lucu ya haha"kata Michaela.


Tommy kaget mendengar perkataan Michaela.


"Lucu??"batinku.


"Ahhahaha"aku hanya bisa menanggapinya dengan tawa.


Tak lama Vero kembali dengan Tanya.


"Iya iya.. Ayo kamu ikut juga"ajaknya.


"Laa Tanya ikut juga gapapa kan?" Tanya Vero padaku.


"Gimana kalo ketambahan satu orang lagi? Kalian gapapa?"tanyaku pada Michaela dan Tommy.


"Ehmm gapapa kok makin banyak orang makin asik"Michaela tersenyum.


Tommy mengangguk tapi dengan ekspresi sebal.


Di halaman belakang sekolah


"Jadii aku perkenalkan diri lagi ya, Aku Vero Mattieu Louis, aku ada di kelas 2-5, Vokalis band tercinta di sekolah ini Adorez.... Hahahaha"kata Vero.


"Kyaaaa Pangeran Vero ada disini"teriak sekumpulan perempuan disini.


Vero melambaikan tangannya pada mereka.


"Jadi di gedung ini ada kolam renang sama ruangan serbaguna biasanya dipakai untuk ngumpul atau ada event"kataku sambil menunjuk gedung di samping.


"Wahh Vero kamu banyak fansnnya ya"kata Michaela.


"Oh iya dong hehehe, aku ganteng, suaraku bagus, aku juga baik hati dan tidak sombong. Kamu mau daftar jadi salah satu fans ku? Hahaa"kata Vero.


"Hahaha.. Akan ku pikirkan nanti. Tommy suka musik mungkin kamu bisa ajak dia masuk band mu"


"Ohh benarkah?? Kebetulan aku butuh bassis lagi"katanya.


Terlihat raut wajah kesal dari muka Tommy yang tengah melihat ke Vero.


"Tidak.. Terimakasih"kata Tommy.


Kami semua tertawa melihat ekspresi lucu dari Tommy. Kami lanjut berjalan menuju kelas.


"Oh iyaa kalian kenapa pindah kesini?"Tanya Vero.


"Ohh.. Orang tua ku pindah ke daerah dekat sini. Jadinya aku ikut pindah deh"jelas Michaela.


"Aku ngikutin Mica"kata Tommy pelan.


"Apa yang kamu bicarakan Tom?"kata Vero.


Tommy menggeleng.


"Ohh kalau ada apa-apa kamu bisa bilang padaku atau Paula, ya kan laa?"kata Vero.


"Hah?? Ahh.. Iya"kataku.


"Vero terlalu dekat dan percaya diri"batinku.


"Ahaha benarkah? Tapi aku tidak mau merepotkan kalian "kata Michaela tersenyum.


"Kamu boleh dekat dengan Vero ya, tapi jangan sampai suka sama dia hmph"kata Tanya pada Michaela.


"Ahaha tenang aja Tanya. Aku hanya ingin berteman dengan kalian semua"kata Michaela.


"Ehmm laa bisa ngomong sebentar ga?"Vero menarik tanganku hingga aku berhenti.


"Tunggu sebentar ya"kataku. Vero dan aku menjauh.


"Ahh... Gimana gantungan kuncinya??"tanyanya. "Dia cuman bertanya tentang gantungan kunci??"batinku.


"Ahh... Seperti yang ku bilang di Line, aku sangat menyukainya. Makasih ya Ver"kataku.


"Hehehe"dia tersipu malu.


Aku melihat tingkah laku Vero agak aneh, gak mungkin kan dia salah tingkah di depanku.


"Udah itu aja??"tanyaku.


"Ehmm mau liat aku latihan ga?"


"Latihan apa?"


"Latihan band lah, aku kalo ada yang liatin lebih semangat hehe"


"Bukannya fans mu banyak yang liat Ver?"


"Hahaha.. Ga tau aja aku pengen kamu liat aku"


Terlihat mukanya memerah.


"Hmm.. Tanya?"


"Dia ga bisa karena mau pergi ke mall sama temennya, kamu liat yaaa"


"Hmmm baiklah"


"Asikk hehe nanti band kami punya sebuah kejutan". "Benarkah??"


"iyaa hehe kita punya lagu baru"


"Hmm udah ayo, Tanya mukanya dah nyeremin tuh haha".


"Hahaha iya ayo".


Bel masuk berbunyi kami pun kembali ke kelas masing-masing.


"Paula makasih ya udah nemenin"kata Michaela.


"Ahh iyaa"


Aku duduk di kursiku, dan Michaela duduk di kursinya. Pelajaran selanjutnya pun dimulai. Tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 4 sore, terlihat langit yang sudah agak kemerahan. Angin berhembus memasuki ruang kelas. Pelajaran terakhir pun berakhir, aku merapihkan buku. Setelah memberi salam pada guru, semua orang berhamburan ke luar kelas.


"Ayo kita pergi ke tempat karaoke"kata seorang cewek.


"Ahaha ayo ayo udah lama kita ga karokean"kata yang lain.


"Hahaha ayo, aku ingin melupakan cowok bodoh itu huhuhu"kata yang lain.


"Ayo deh hahaha"


"Asik ya punya temen, coba aja aku punya"batinku.


"Paulaaa"seseorang memanggilku.


"Kamu kok diem aja? Masih ada urusan disini?"Michaela menghampiriku.


"Ah.. Iyaa aku mau liat Vero latihan dulu"kataku.


"Hmm latihan apa?"


"Ehmm latihan band, kamu mau ikut?"kataku.


"Ahh aku boleh ikut??"terlihat wajahnya yang senang.


"Ehm.. Boleh kok"kataku.


"Tommy ikut ga?"tanya Michaela.


Dia mengangguk. Kami keluar dari kelas.


Bersambung...