Paula

Paula
Chapter 11



Hari Minggu...


"Pagi yah, bu..."kataku sambil menuruni tangga.


"Tuan Putri tumben bangun pagi?, mau kemana nih?"goda ayah.


"Bangun apanya yah.. Aku bahkan belum tidur"batinku.


"Hehe aku mencium aroma masakan ibu dari dalam kamar. Aku jadi terbangun deh"kataku duduk di kursi.


"Pasti ibu masak lasagna kan?"tanyaku.


"Iya nak, ayahmu ingin makan lasagna. Daripada beli, lebih baik ibu buatkan saja"kata ibu menaruh lasagna di meja.


"Hmm.. Baunya enak banget"aku dengan tidak sabar memakan lasagna-nya.


"Aduh panass!!!,, huhh huhh"


Aku menunjukan ekspresi kepanasan. Aku segera berlari mengambil gelas dan mengisinya dengan air dingin.


"Udah tau baru matang, kenapa langsung dimakan?"kata ayah.


"Hehehe.. Aku laper yah"Aku berjalan kembali ke kursi.


"Oalah bu.. Tuan Putri laper.. Hahaha"kata ayah.


"Aduhh Tuan Putri laper ya, pantesan tadi ada suara krucuk-krucuk. Ibu kira itu suara perut ayah, ternyata kamu, hehehe"goda ibu.


"Ihh.. Ayah, Ibu.. Sudahlah. Aku malu nih"kataku menutup wajahku yang memerah.


"Nih.. Sudah tidak panas, kamu bisa memakannya nak. Dan ini untuk ayah, yang ini untuk ibu"


Ibu membagikan piring yang berisi potongan lasagna padaku dan ayah. Kami menyantap lasagna tersebut dengan penuh kehangatan.


"Gak salah ayah milih ibu, apa aja bisa dilakuin sama ibu nih"kata ayah mencium pipi ibu.


"Hahaha.. Ayah bisa saja, ibu jadi malu nih"kata ibu mencubit lengan ayah.


"Aku tidak tahan dengan kemesraan mereka"batinku.


"Aku sudah selesai, aku akan kembali ke kamar"


Aku berdiri dari kursi dan berjalan menaruh piring makanku di wastafel.


"Ehmm Paula, hari ini kita pergi keluar yuk"ajak ibu.


"Keluar rumah? Ibu kan bisa keluar rumah sendiri kenapa mengajakku?"kataku.


"Lagipula hari ini cuacanya cukup dingin. Brrr.. Lebih baik aku dikamar saja, Berhibernasi"kataku lagi, Aku segera naik ke atas.


"Maksud ibumu, kita pergi jalan-jalan nak. Ibu pengen ke Pantai"jelas ayah.


Aku menghentikan langkahku dan berbalik melihat ayah dan ibu di bawah.


"Pantai?? Pasti akan rame sekali. Apalagi ini hari minggu. Duh malasnya"batinku.


"Ayolah nak, jarang loh kita bisa pergi sekeluarga"kata ibu menunjukan wajah memintanya.


"Terus kakak gimana?"tanyaku.


"Yaaa kita jemput dia lah nanti, kan satu arah ke pantai yang kita tuju"kata ayah.


"Lagipula ibu sudah menelpon nya tadi dan kakakmu setuju untuk ikut pergi"kata ibu.


"Hmm.. Kita akan berangkat jam berapa bu?"tanyaku.


"Jam 10 nanti, berarti 3 jam lagi"kata ibu.


"Yoshh!! Aku bisa tidur 2 jam selepas itu bersiap, lagipula aku bisa tidur di mobil"batinku.


"Baiklah aku juga akan ikut"kataku.


Ayah dan Ibu tersenyum mendengar jawabanku. Aku pun pergi ke kamar dan tidur dengan pulasnya.


"Tolong!!!, Tolong!!! Paula.. Tolong aku!!!"suara perempuan minta tolong.


"Hahh.. Hahh.. Hahh.. Mimpi, itu cuman mimpi"kataku yang terbangun karena mimpi tadi.


Aku memikirkan siapa perempuan yang ada di dalam mimpiku tadi dan kenapa dia minta tolong padaku. Aku tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas dan aku tidak tau ada dimana dia. Aku mengecek jam di HP ku, terlihat sudah jam 9 lewat 10 menit. Tok!! Tok!! Tok!!, terdengar suara ketukan pintu.


"Iya bu.. Paula mandi dulu, jika sudah siap Paula akan turun"kataku.


Terdengar langkah kaki ibu meninggalkan kamarku. Aku bergegas menuju kamar mandi untuk mandi.


15 menit kemudian...


Aku telah selesai mandi, aku memilih pakaian yang akan ku kenakan.


"Hmm mari kita lihat ada apa di dalam lemariku"


Aku membuka lemari ku. Terlihat hanya ada beberapa kaos, celana denim pendek, celana denim panjang, baju sekolah, baju olahraga, dan beberapa hoodie serta jaket.


"Miris"aku menggelengkan kepalaku heran.


Aku heran, kenapa aku tidak seperti cewek lainnya yang memiliki baju banyak dan feminim. Ibu ku juga membelikan baju seperti ini saja.


"Hah.. Lain kali aku harus beli pakaian yang agak feminim lah"kataku.


Aku pun mengambil celana denim pendek berwarna putih dan kaos oblong warna kuning polos. Aku juga mengambil tas selempang kecil berwarna coklat. Tak lupa aku membawa sunblock juga power bank. Aku mengeringkan rambutku lalu mengikatnya menjadi dua. Setelah itu aku turun ke bawah.


Fyi, aku bukan tipe cewek yang senang berdandan, aku lebih suka melakukan perawatan yang membuat aku cantik alami hehe. Jika memang diperlukan aku biasanya hanya menggunakan lipstik dengan tipis ataupun bedak dan bedak yang ku gunakan adalah bedak bayi.


Aku melihat ayah dan ibu yang sudah siap duduk di ruang tamu.


"Ayoo bu, yah. Aku sudah siap"kataku.


"Yoshh!! Semua sudah dibawa bu? Kamera? Pakaian renang ayah? Cemilan? Tikar? Payung? Sunblock?"tanya ayah memastikan.


"Sudah kok yah, semuanya sudah ibu masukan ke bagasi tadi saat ayah mandi"kata ibu.


"Okee kita berangkat sekarang"kata ayah bersemangat.


Ayah pergi duluan disusul aku dibelakangnya, ibu memastikan dulu semua jendela dan pintu belakang terkunci. Tak lama ibu keluar dari rumah menggunakan high heels.


"Bu.. Kita mau ke pantai bukan ke pesta, kenapa paka high heels??"kataku.


"Oh iya ibu lupa hehe"kata ibu setelah melihat kakinya yang ternyata pakai high heels.


"Hahaha ibu ini ada-ada aja, yaudah ayah sama Paula tunggu di luar gerbang ya bu"kata ayah.


Aku dan ayah segera masuk ke mobil dan ibu masuk lagi ke rumah untuk berganti alas kaki. Setelah ibu masuk ke mobil kami pun berangkat. Belum jauh dari rumah


"Yahh, tanda pengenal ibu lupa dibawa yah"kata ibu.


"Aduhh ibu, yaudah sana ambil. Daripada nanti kenapa-napa"kata ayah.


Ibu pun turun dan berlari menuju rumah. 5 menit kemudian ibu kembali lagi.


"Oke kita jalan, udah nih ga ada yang ketinggalan lagi??"tanya ayah.


"Sudah tidak ada yah"kata ibu. Ayah pun menancap gas dan kami mulai jalan lagi.


30 menit berlalu, akhirnya kami sampai di kos tempat kakak tinggal.


"Paula, tolong telpon kakakmu suruh keluar ya. Bilang kita sudah di depan"kata ibu.


Aku pun mengeluarkan hpku dan menelpon kakak.


"Kak.. Kita udah diluar nih. Cepet ayo"kataku.


"Iya bentar, oh iya bilang ayah sama ibu Juan sama Ari ikut"kata kakak.


Akupun menutup telpn dan memberitahukan bahwa kak Juan dan kak Ari akan ikut kami ke pantai.


"Bagus dong mereka ikut, makin banyak orang makin ramai"kata ibu.


"Aduhh kenapa pasangan itu ikut juga..."batinku.


Setelah itu, mereka bertiga muncul dari dalam kos dan langsung masuk ke dalam mobil.


"Nak Juan sama Fajar di belakang ya, Nak Ari sama Paula ditengah"kata ibu.


"Baik tante"kata kak Juan.


Kami pun berangkat menuju pantai. Dilihat dari google maps, perjalanan kami akan berlangsung selama 2 jam. Maka dari itu, aku memutuskan untuk tidur lagipula aku masih agak mengantuk sebenarnya.


Bersambung...