
Di suatu kamar, Di minggu pagi yang cerah..
"Huammm, aku mengantuk sekali tapi quest ku belum selesai. Sore ini eventnya akan berakhir, aku harus segera menyelesaikannya dan mendapat rare item itu"Gumam Paula.
Ahh tunggu sebentar, aku belum memperkenalkan diri. Namaku Paula Mawar Haris. Saat ini aku berusia 17 tahun dan berada di kelas 2 SMA. Aku bersekolah di SMA dekat rumah karena aku malas untuk pergi terlalu jauh dan aku tidak mau nge-kos. Hmm apalagi yang harus ku katakan ya?. Oh iya aku adalah seorang Hikimokori. Kenapa? Aku bangga menjadi seorang Hikimokori. Jika kau tidak tau apa itu Hikimokori kalian bisa mencarinya di google. Sudahlah segitu saja perkenalannya.
"Paulaa"terdengar seperti ibu.
"Paulaa, ayo keluar!!"Teriak ibu sembari mengetuk pintu.
"Ibuu, quest ku belum selesai. Jadi aku tidak akan keluar dari kamar"Teriak ku.
"Hey!!Hey!! Jika 10 menit lagi kau tidak keluar, kau akan terima akibatnya"Kata ibu.
"I..iya iya bu.."teriak ku.
Sudah 10 menit berlalu tetapi kenapa Boss ini susah sekali dikalahkan. Apa Equipment ku kurang hebat? Atau.., Ahh gawat ternyata harus bersama party untuk mengalahkan Boss terakhir ini. Ahhh bagaimana inii.
"Paula Mawar Haris!! Keluar sekaranggg!! Kau harus sarapan!!"Teriak ibu.
Tak lama kemudian pintu ku sudah terbelah menjadi dua dan yang menyebabkan itu ialah tendangan ibuku.
"Gawatt... Ibu sudah jadi Boss"gumam ku.
"Ayo makan paula!!" ibu menarik tanganku untuk pergi.
"Ta..ta..Tapi buu..."kata ku.
"Apa kau lupa, minggu lalu kau dirawat di rumah sakit karena tidak makan seharian. Apakau ingin sakit lagi??"kata ibu.
"Ahh.. Iya juga sihh, kalau aku sakit, aku tidak akan bisa bermain Heaven Light lagi... Ya sudah bu aku keluar dulu dari game"kata ku.
"Maaf, ibu terpaksa menghancurkan pintumu, nanti akan ibu cari orang untuk mengganti yang baru."Kata ibu.
"Ibuu, kau belajarlah untuk menahan amarahmu. Bagaimana jika kau marah di luar? Apakau akan menghancurkan sekelilingmu??"Aku memeluk ibu.
"Iyaa sayangg"ibu mengelus kepalaku.
For Your Info, Ibuku bernama Diana Bella Haris, beliau mantan atlit beladiri taekwondo. Dia berhenti menjadi atlit setelah menikah dengan ayahku. Dan ibuku adalah seorang yang tidak dapat mengontrol emosinya dengan mudah. Jika dia senang akan tertawa terbahak-bahak dan jika dia sedang marah siap² aja ada barang yang akan hancur. Sampai saat ini aku masih heran kenapa ayahku mau menikah dengan ibu.
Di Ruang Makan
"Paula, besok kau sudah mulai masuk sekolah kan?"tanya ibu.
"I..iya" jawabku.
"Hmm.. Ibu tidak pernah melihat ada yang main kerumah. Kau sudah punya teman kan?"tanya ibu lagi.
"Ahh anuu.. Aku.. Teman ada kok. Mereka kesini disaat ibu tidak dirumah"jawab ku.
For Your Info, aku tidak pandai bergaul. Punya teman di dunia game saja susah apalagi di dunia nyata. Saat pertama kali masuk SMA, ayah memberikan sebuah quest untukku. Questnya adalah mencari teman. Dan jika aku berhasil aku akan mendapatkan hadiah yang aku inginkan. Jangka waktunya sampai aku lulus. Tetapi sampai saat ini tidak ada yang berteman denganku. Huhuhu
"Oh yaa.. Siapa nama teman mu? Perempuan atauu Le La Ki?"tanya ibu.
"Ehmm, namanyaa... "jawab ku kebingungan.
"Hmm.. Kau masih tidak mendapat teman yaaa. Apakah teman sekelasmu membulimu atau gimana? Sudah satu tahun kamu berada di SMA tapi kok tidak ada satupun orang yang mau berteman denganmu"kata ibu.
"Ahh... Tidak kok, tidak ada yang membuli ku. Ya ibu kan tahu kalau aku tidak pandai bergaul. Bicara dengan orang asing saja gugup"eluhku.
"Maafkan kami hikss.. karena pekerjaan ayahmu yang sering berpindah-pindah kau jadi begini hiks.."tangis ibu sembari memegang tanganku.
"Tak apa bu... Aku akan berusaha berteman"Aku tersenyum pada ibu.
"Tidak.. Tidak.. Tidakk aku lebih baik menyelesaikan quest ku."kata ku menyilangkan tangan.
"Araa.. padahal ini kesempatanmu untuk bersosialisasi selain di sekolah. Tapi ibu tidak akan memaksamu"
"Ayah kemana bu??"Tanya ku.
"Daritadi kau makan baru sekarang mencari ayahmuu"
"Hehehe"kataku cekikikan.
"Ayahmu membantu tetangga kita yang pindahan hari ini"
kata ibu membereskan piring di meja.
"Ouhh.. kalau gitu suudah ya bu aku mau kembali ke kamar"kataku sembari berjalan menuju kamarku.
"Eitsss. Hari ini tugasmu mencuci piring sayangg"Kata ibu dengan senyum jahatnya.
"Tidakkkkkkkk!!"kataku.
Sore hari....
Aihh.. Aku benci event party. Akhirnya aku tidak mendapat rare item tersebut karena tidak menyelesaikannya. Ya sudahlah aku akan membeli nya saja nanti jika dijual. Aku mengambil manga dan duduk di jendela. Mengapa ibu dan ayah belum pulang juga? Apakah tempatnya jauh?. Untung ibu sudah memasakan makanan untukku jadi aku tidak kesusahan. Aku melihat ke luar jendela. Tampak jalanan yang sepi hanya ada orang yang berjalan sesekali. Tempat tinggal ku berada di pinggiran kota dan berada di sebuah kampung yang asri.
"Hehhhh.. Siapa itu?"gumamku.
Aku melihat seseorang mengenakan hoodie putih berdiri tepat di depan pintu gerbang rumahku. Apa dia seorang pencuri? Tapi, pencuri bukannya beraksi di malam hari?. Tapi tidak mungkin dia pencuri. Mana ada pencuri menggunakan sepatu sneaker yang bagus. Ehh kenapa dia celingak celinguk seperti memastikan keadaan sekitar. Aishh ayah ibu cepatlah pulanggg. Tunggu, dia membawa totebag, apa dia ingin memberikan sesuatu pada ayah atau ibu? Apa aku harus menerimanya??. Tapi kalau itu bom bagaimanaaa??. Ahh kepalaku pusing memikirkannya.
"Loh!!, dia pergi?? Baguslah kembalilah kalau ayah dan ibu dirumah. Hehe maaf ya aku tidak menemuimu"kataku.
Meanwhile
"Sudah 3 kali aku kesini, tetapi tidak ada satupun orang di rumah. Apakah alamat yang paman kasih benar?. Hahh, sudahlah biar paman saja yang mengantarkannya"
Keesokan harinyaa..
"Hahh malam ini aku tidak tidur lagi tapi tak apa. Aku sudah menyelesaikan drama yang sudah lama ingin ku tonton"kataku keluar dari kamar.
"Paula, ayo turun. Sarapan sudah siap"teriak ibu.
"Iya bu aku turun"jawabku.
"Kamu tidak tidur ya semalam?"Tanya ayah.
Bagaimana ayah bisa tahu aku tidak tidur? Apakah ada kantong mata? Bukannya sudah ku tutupi ya.
"A... Aku tidur kok yah, malahan aku tidak bermimpi sama sekali. Itu artinya tidurku pulas"jawabku.
"Benarkah, lalu kenapa kau terlihat lesu, padahal ini masih pagi"kata ayah.
"Ahh... Itu aku hanya tidak terlalu bersemangat ke sekolah hehe"kataku.
"Hmm jangan lupa perintah yang ayah berikan"kata ayah.
"Baik Ayah.... Aku sudah selesai makan, aku akan berangkat."kataku.
"Hati-hati dijalan nak"kata ibu.
"Uang sakumu masih ada? "Tanya ayah.
"Tenang saja yah, masih cukup untuk satu minggu kedepan"jawabku dengan senyum.
Bersambung....