Paula

Paula
Chapter 2




Setelah perjalanan selama 30 menit, akhirnya aku sampai di sekolah. Aku melihat orang-orang saling berkumpul dengan temannya untuk melepas rindu dan hanya aku seorang yang sendirian, tapi aku tidak peduli. Aku juga tidak butuh teman, tapii kedua orangtuaku sangat berharap aku memiliki seorang teman. Apa aku bisa mendapatkannya?.


Saat aku tengah asik berjalan, seseorang menabrakku dari belakang. Seorang cowo yang cukup tinggi dan berkulit agak kecoklatan. Ya tuhan dia sangat manis.


"Ahh.. Maaf aku tidak sengaja"katanya. Dia menunduk meminta maaf dan berlari menuju sekolah.


Terdengar suara teriakan perempuan-perempuan memanggil seseorang.


"Vero - samaaa!!!!"


"Tunggu kami pangerann!!!!!"


"Kenapa anda lari, Kembalilah Vero!!!"


"Apakah vero cowok yang menabrakku tadi?"batinku.


Sudahlah lagi pula aku tidak terlalu peduli. Aku pun melanjutkan langkahku ke dalam. Aku melihat daftar pembagian kelas di mading. Ternyata, aku berada di kelas 2-1, sepertinya pembagiannya dibagi secara acak. Aku pun menuju kelasku yang berada di lantai 2 dan aku menempati tempat duduk di pojok belakang dekat jendela. Sebisa mungkin aku tidak ingin terlihat oleh orang-orang.


Tak lama kemudian seorang guru masuk ke kelas dan memperkenalkan diri sebagai wali kelas kami.


"Anak-anak, kita membutuhkan seorang ketua kelas beserta wakilnya kira-kira diantara kalian ada yang mau mengajukan diri?"Tanya Pak Candra.


Seketika kelas menjadi ribut dan semua orang saling menunjuk untuk menjadi ketua kelas.


"Harap tenang!!, jika tidak ada yang mau mengajukan diri


berarti mau tidak mau bapak akan menunjuk secara acak". Semua terdiam dan kenapa mereka semua menundukkk??.


"Hmmm.. Untuk ketua kelas bapak akan menunjuk, Ahh Arya Dwi Rama dan wakilnya Paula Mawar Haris"kata pak Candra.


"Apaa!! Kenapa aku terpilih menjadi wakil, ahh tidakk aku pasti akan jadi sibuk. Aku tidak bisaaa bagaimana nasib game, manga, novel, anime, drama di rumah. Aku akan mengajukan keberatan"gumamku dalam hati.


"Tidak ada penolakan yah... Baiklah ketua kelas, kamu bisa tolong ke kantor dan mengambil jadwal kelas kita. Bapak lupa membawanya"kata Pak Candra.


"Ahh.. Mimpi apa aku semalam... Huhuhu"gumam ku lirih dengan wajah cemberut.


Sore hari...


Hah... Untung saja hari ini aku tidak sibuk, jadi aku tidak terlambat pulang. Yahh walaupun sebenarnya aku tidak akan sibuk sih, yang akan sering sibuk itu ketua kelas sedangkan aku hanya wakilnya. Aku akan sibuk jika aku menggantikan ketua. Aku mengecek instagram sembari menunggu bis tiba. Aku melihat bahwa telah terbit komik terbaru dari komikus kesukaanku. Dia adalah J-Seven, seorang komikus yang sering mengeluarkan komik bertema fantasi. Tetapi kali ini dia menerbitkan komik bertema romantis.


"Apakah dia ingin mencoba hal baru?. Kalau begitu aku pergi ke toko buku dulu untuk membeli komiknya"batinku.


Chat


Paula : Bu.. Hari ini aku agak telat pulang, aku akan ke toko buku untuk membeli manga.


Ibu : Baiklah nak...


Ibu : Oh iya, bisakah ibu menitip belikan bubuk puding kopi merk A??


Paula : Berapa buah?


Ibu : 2 saja nak


Paula : Baiklah...



Aku pergi menuju toko buku yang biasa aku datangi. Toko buku ini sangat lengkap. Bahkan manga yang lama dan jarang yang menjualnya, merekapun ada disini.


"Hmm.. Aku sudah mengelilingi toko ini selama 10 menit, tetapi mengapa aku tidak melihat manga itu. Apa aku salah membaca tanggal perilisannya?Apa toko ini belum menyediakan komiknya?"Gumamku.


"Apa aku tanya saja pada orang itu ya?" aku melihat ada pekerja toko ini yang sedang menata buku di dekatku.


"A..ano, permisi apa komik terbaru karaya J-Seven belum


ada disini?"tanyaku padanya.


"Ohh.. Komik itu.."Tersenyum.


"Maaf sekali, komik itu sudah terjual habis"katanya.


"Apaa?? S-sudah habis"kataku.


"Tan..da tangan??? Ahh seandainya saya tahu. Jikapun saya tahu saya tetap tidak bisa menghadirinya karena saya sekolah"kataku dengan wajah tertunduk.


"Ehmm sepertinya nona sangat menyukai J-Seven, bagaimana kita bertukar kontak SNS, jadi aku dapat mengabari nona kalau ada sesuatu terutama tentang J-Seven?"Katanya.


"Ahhhh.. Saya ada instagram, apakah itu bisa?"tanyaku.


"Tentu, apa id nya?"tanyanya.


Aku memberitahu id instagram ku padanya. Aku sebenarnya tidak suka berhubungan dengan orang asing, tapi demi informasi J-Seven, tak apa lah.


"Kalau begitu saya pulang, te.. terimakasih"aku pergi meninggalkan toko itu dan pergi menuju mini market terdekat untuk membeli puding rasa kopi.


Meanwhile...


"Hahhh.. Aku lupa menanyakan namanya. Nona itu sering kesini untuk membeli manga ataupun membaca. Gadis yang menarik"Tersenyum.


Akupun kembali ke rumah dengan perasaan kecewa. Andai saja aku tahuu... Andai saja fan signing terjadi hari minggu... Andai sajaa... Andai saja... Dari jauh aku melihat ibu tengah mengobrol dengan seorang wanita paruhbaya. Sepertinya itu tetangga baruku. Ahh gawat ibu melihatku, dengan wajah yang tersenyum ibu memanggilku untuk mendekatinya.


"Paula, ini ibu Farah. Dia tetangga baru kita" kata ibu.


"Oh.. So..sore bu Farah" aku menunduk hormat.


"Sore cantik... Kamu sekolah dimana?"tanya bu farah.


"Sa..saya sekolah di SMA X bu. Saya pamit pergi duluan ya..."Aku pergi ke dalam rumah.


"Bu Farah cantik sekali"gumamku dalam hati.


Akupun segera mandi, selepas itu aku berbaring sebentar di kamar. HP ku berbunyi, ku lihat kakak mengirimiku pesan.


Chat


Kakak : Dek, sibuk ga sekarang?


Paula : Engga kok kak. Kenapa?


Kakak : Jadii... Ada game baru. Kakak harus menulis review game tersebut...


Kakak : Saat ini kakak sibuk.. HuhuhuT_T


Kakak : Jadi kakak tidak sempat...


Paula : Ehmm apa judul gamenya??? Tapi kakak harus membayarku yaa...


Kakak : *Nama Game*, kamu bisa mendownloadnya di playstore.


Kakak : Tenang sajaa.. Kakak akan membelikan makanan kesukaanmu...


Kakak : Lagipula nanti kakak pulang. Kakak ada urusan di daerah B


Kakak : Dan kemungkinan akan selesai agak malam. Mau balik ke kos jauhh


Paula : Baiklah...


Kakak : Makasih cantik... Uhh kau sangat baik. Andai saja kau bukan adikku.. :v


Paula : Kakakkkkkkkk!!!!!


Aku pun mencari game yang kakak sebut tadi.


"Ohh.. Ini toh gamenya. Seperti harvestmoon tapi online. Baiklah mari kita mainkan."gumamku.


Aku pun mendownloadnya dan tak lama game itu selesai di instal.


"Terimakasih ayah atas wifi yang cepat ini..."aku menyatukan kedua telapak tangan di atas dahi.


"Ehh... Wait a sec... Bukannya nama pengembang ini nama kakak ya?? Jadi ini proyek game pertamanya, kelihatannya dia tidak sendiri. Juanda Dirgantara?? Mungkin ini teman kakak."


Aku memainkan game itu sembari menulis review. Dari jalannya game, bug yang terlihat dan lain-lain di sebuah kertas. Setelah 1 jam bermain aku mendengar teriakan seseorang.


"Ibuu... Aku pulang"terdengar suara laki laki


Bersambung...