
Keduanya saling melempar senyum malu-malu, Darrel terus menggenggam erat tangan Qian.
Semula Qian mengira Darrel akan membawanya pulang ke mansion, tetapi jalan yang mereka lalui sepertinya bukan mengarah ke mansion.
"Der kita mau kemana?"
"Ad danau indah di pedesaan yang letaknya lumayan dekat dari kota, aku ingin berkemah denganmu disana!"
"Mendadak? Kemah kan butuh makanan, tenda dan lain-lain,"
"Aku memanfaatkan detik-detik kekuasaanku sebagai ketua group Limson untuk memerintahkan beberapa orang menyiapkan segalanya untuk kita!"
"Aku tidak tau jika kau bisa juga memberi kejutan seperti ini,"
"Sepertinya kau harus lebih banyak mengenalku,"
Setelah melakukan perjalanan hampir lima jam dari kota, tibalah Darrel an Qian di sebuah danau yang letaknya disalah satu perbukitan Padang Savana yang terbentang luas sepanjang jalan pedesaan.
Darrel dan Qian turun dari dalam mobil dan sudah terdapat sebuah tenda berukuran besar khusus untuk berkemah, dan beberapa alat masak didepan tenda tersebut.
"Oh my God indah sekali Der,"
Sore itu Darrel dan Qian menghabiskan waktunya untuk berlari-larian disepanjang danau, memancing ikan dan bercerita banyak hal. Sangat tenang dan jauh dari keributan.
Hingga malam pun tiba, Darrel sedang menyalakan api unggun yang dia buat setelah mengumpulkan ranting-ranting pohon disekitar danau.
Sementara Qian sedang memanggang daging untuk menu makan malam keduanya. Saat Qian sudah mengangkat daging tersebut karena sudah mencapai kematangan, Darrel menghampiri Qian.
"Nah ini makan malam kita," ujar Qian Yangs sedang sibuk menata daging diatas piring bersama dengan kentang yang tadi ikut dibakar.
Tapi saat berbalik untuk memberikan makanan pada Darrel, tepat didepan wajah Qian sudah berkilau sebuah cincin berlian yang dipegang oleh Darrel.
"Qian maukah kau menikah denganku?"
Dengan dibawah langit malam yang indah dipenuhi jutaan bintang-bintang, pemandangan disekitar danau yang terlihat berkilau-kilau karena cahaya dari bulan yang mengenai air di danau, membuat suasana lamaran ini sangat romantis.
"Der, apa ini? Kau bisa romantis seperti ini aku sangat tidak menyangka!"
"Karena kau juga wanita yang sangat spesial untukku Qi, aku tidak mau lagi kehilanganmu!"
"Der, aku mau menikah denganmu aku sangat mau!"
Darrel tersenyum lalu kemudian menyematkan cincin berlian itu dijari manis Qian.
Setelah itu Darrel langsung menyambar bibir ranum Qian dengan sangat rakus.
Sambil membuka kancing kemeja yang dia kenakan, Darrel terus memagut bibir sensual Qian! Tetapi karena lobak importnya sudah dalam mode on, Darrel menjadi tidak sabaran.
Sampai akhirnya kemeja yang dikenakan Darrel sudah dia lepaskan dan Darrel segera melepaskan semua pakaian yang melekat ditubuh Qian.
Kini Qian benar-benar seperti toples polos tanpa sehelai benangpun yang menutupi tubuhnya! Ditengah dinginnya malam dan dialam terbuka Qian benar-benar polos dihadapan Darrel.
"Kau dingin Qi?"
"Iya Der, tapi kau bisa kan menghangatkan aku?"
Darrel tersenyum lalu menarik pinggul Qian, dengan setengah membungkuk Darrel melahap melon import Qian yang sudah bergelantungan menantang dihadapan Darrel.
Sementara satu tangan besar Darrel sudah menjelajahi lekuk tubuh Qian dan berakhir dibagian bawahnya yang lebat selebar hutan Amazon! Tangan besar itu menguasai bagian bawah Qian sementara mulutnya terus melahap melon import yang bergelantungan.
"Eungh," saat merasakan jari besar Darrel masuk kedalamnya.
Dia bergerak langsung cepat dibawah sana membuat Qian menggigit bibir bawahnya! Sungguh Darrel semakin hari semakin jago melakukannya.
Karena pergerakan itu begitu cepat Qian pun berhasil mencapai puncak kenikmatannya.