OH, YES Hot Bodyguard

OH, YES Hot Bodyguard
Bab 38



Karena Darrel terus tercengang dan menatap kearah kedua melon import tanpa melakukan lagi gerakan apapun, Qian yang sudah tidak sabaran memilih melepaskan kain penutup b r anya sendiri, jika menunggu Darrel melepaskan pengaitnya bisa-bisa tunggu ganti musim dulu saking lamanya.


Saat Qian berhasil membuka penutup kedua melon importnya, Darrel tersentak kaget bahkan sampai tubuhnya mundur kebelakang.


"Ada apa Der?"


"Besar sekali Qi,"


"Iya memang gen keluarga ku seperti ini Der, besar semua!"


Qian meraih satu tangan Darrel membuat tubuh Darrel yang tadi sempat tersentak kaget hingga mundur kebelakang kembali maju kedekat Qian. Satu tangan Darrel itu Qian arahkan untuk menyentuh melon import sebelah kanannya.


"Qi," lirih Darrel saat permukaan telapak tangannya menyentuh benda tak bertulang itu.


Satu tangan besar Darrel bahkan tidak dapat menggenggam seluruhnya melon import milik Qian saking besarnya, tapi itu adalah nilai plus bagi seorang wanita karena melon import Qian berhasil menjadi bara api pada diri Darrel hingga dia mulai menunjukkan taringnya sebagai laki-laki tulen.


Darrel kembali mencium bibir Qian sementara kini satu tangannya lagi ikut menyentuh kedua bongkahan besar dihadapannya.


Saking keenakannya Qian bahkan memejamkan kedua matanya merasakan melon importnya mulai di re mas oleh kedua tangan besar dan berotot itu.


"Ah Der," de sah Qian akhirnya pecah juga.


De sah an yang membuat Darrel semakin semangat untuk mer em asnya lebih kencang lagi. Kedua tangan Qian pun replex saja meraih lobak import milik Darrel.


Membuat Darrel semakin berpacu dalam hasratt yang berlari liar semakin kencang dalam jiwa dan raganya, kini keduanya tidak lagi berbicara apapun! Seolah naf su sudah menghipnotis keduanya untuk terus fokus atas segala rasa yang tercipta diatas ranjang panas malam ini.


Ciuman Darrel semakin turun ke leher dan area punggung Qian semakin turun dan semakin membuat semua tubuh Qian merasakan desir hebat akibat kecu pan-kecu pan nakal Darrel pada kulit tubuhnya.


Tidak disangka ciuman itu kini sudah berlabuh pada melon import yang pucuknya sudah mulai mengeras, Qian sedikit membusungkan dadanya agar terlihat lebih seksi dan menantang dihadapan Darrel.


"Aku boleh meng hi sapnya?" tanya Darrel.


Qian mengangguk memberi jawaban bahwa dia tidak keberatan sama sekali bahkan sangat ingin segera merasakan melon importnya di hi sap oleh Darrel.


Dengan perlahan Darrel membuka mulutnya hingga semakin dekat dan semakin dekat lagi untuk melahap melon import itu.


Melon import milik Qian berhasil masuk kedalam rongga mulut Darrel walaupun tidak akan mungkin masuk seluruhnya karena ukurannya yang terlalu besar.


Tetapi masuk sedikit saja sudah membuat Qian merinding keenakan, terasa hangat dan geli ketika merasakan Darrel mulai meng hi sapnya pelan.


"Ah Der enak Ahh emtth Darrel,"


Satu tangan Qian meremat kepala Darrel sambil sedikit menekannya agar tenggelam semakin dalam dimelon importnya.


Mendengar terus menerus de sah an Qian saat dirinya meng hi sap pelan melon import itu, Darrel pun merasa bangga terhadap dirinya dan merasa ingin melihat Qian semakin keenakan lagi.


Di hi sapnya dengan kencang hingga satu tangan Qian langsung menjambak rambut Darrel.


"Ahhhh Der stop, terlalu kencang!"


Tetapi Darrel tidak peduli sama sekali, dia malah semakin keasikan meng hisap kanan dan kiri dengan kencang dan terus semakin kencang.


Setelah puas menikmati kedua melon import Qian hingga kedua pucuknya bahkan sampai lecet, Darrel pun melepaskan kedua melon import itu.


"Maaf Qi,"


"Tidak apa-apa, kau nakal juga ya Der,"


"Hanya padamu aku begini,"


"Lalu selanjutnya apa Der?"


"Aku buka ya?" Darrel melirik kearah pakaian bawah Qian yang belum dia buka.


Qian pun mengangguk dan Darrel tersenyum sambil kedua tangannya langsung melepaskan seluruh pakaian bagian bawah Qian, hingga tubuh keduanya kini sama-sama sudah polos.


Qian merapatkan kedua pahanya mencoba menutupi sesuatu yang berada ditengah-tengah sana.


"Jangan ditutup Qi aku mau melihatnya dengan jelas,"


"Malu Der, tidak perlu dilihat!"


"Tidak usah malu kita sudah sama-sama seperti ini kan?"


"Iya juga,"


Secara perlahan Qian mulai membuka lebar kedua pangkal pahanya,. membuat sesuatu yang tadi dia tutupi mulai terlihat dengan jelas oleh kedua bola mata Darrel.


"Der,"


Cukup lama Darrel takjub dengan milik Qian,. setelah 28 tahun lamanya akhirnya dia melihat juga apa yang selama ini hanya dia lihat dari video atau pun foto-foto di internet.


Tak tahan setelah melihat milik Qian, Darrel langsung menerkam tubuh Qian dan mulai mengarahkan lobak import miliknya kedalam milik Qian.


"Mana ya?" terlihat Darrel masih berusaha menyasar letak pintu untuk masuknya.


Dan setelah sekian detik meraba-raba akhirnya ketemu juga, ternyata tidak sulit karena memang sudah disetting oleh Tuhan semudah mungkin untuk memudahkan manusia.


Dimasukkannya secara pelan-pelan oleh Darrel kedalam sana, tetapi wajah Qian sudah menampakkan kesakitan akibat hal ini.


"Aw sssthh,"


"Apa sangat sakit?"


"Tidak kok Der," Qian terpaksa berbohong agar Darrel tidak menghentikan aksinya.


Nanti lama-lama othor dorong kenceng nih dari belakang lama banget ini anak polos ya ampun, tinggal sat set sat set aja malah pelan banget kek kura-kura lagi jalan.😀


Maafin Darrel ya guys emang ini anak harus diajarin dulu sama tenaga ahli peranjangan macam Paman Nick sama Paman Gilbert biar bisa sat set sat set...