OH, YES Hot Bodyguard

OH, YES Hot Bodyguard
Bab 48



Pagi itu Austin sendiri yang menjemput Darrel yang saat ini sedang sarapan bersama Qian dimeja makan.


"Pagi ketua!"


"Ada apa kau kemari?"


"Terjadi penyerangan di pabrik kita, ketua!"


"Sit!!! Apa mereka musuh yang cukup tangguh?"


"Benar, saat ini semua anggota yang berada di markas bahkan sudah dikerahkan untuk membantu anggota group Limson kita yang berada di pabrik!"


"Oke, kita berangkat sekarang!"


Darrel segera berdiri tetapi satu tangan kecil meraih tangannya.


"Qian,"


"Apa tidak bisa berhenti dari bisnis itu? Berhenti mempertaruhkan nyawamu?"


Dilepaskannya tangan Qian oleh Darrel, kemudian Darrel pun bersimpuh dihadapan Qian yang saat ini masih duduk dikursinya.


"Qi, jangan larang aku apalagi membatasi aku untuk melakukan tugasku! Bisnis ini bukan hanya sekedar bisnis untuk uang, tetapi ada banyak anggota didalamnya dan yang paling penting ada jiwa Opa Lan didalam group Limson!"


"Ta-tapi aku takut kau kenapa-kenapa tidak bisakah jangan kau,"


"Aku harus pergi,"


"Darrel!",


Tetapi Darrel tidak lagi mendengarkan Qian yang terus memanggil-manggilnya, bagi Darrel menjaga keberlangsungan group Limson adalah hal paling utama bahkan jika nyawa menjadi taruhannya.


Tanpa diduga ternyata Paman Domanick dan Paman Gilbert telah berada di lokasi bersama dengan Stanley salah satu putra dari Paman Domanick.


Pabrik milik group Limson itu sangat luas besar dan terbentang panjang, disana bukan hanya produksi narkotika tetapi juga senjata api dan minuman keras.


Musuh yang menyerang pun jumlahnya sangat banyak sehingga group Limson sedikit kewalahan, Darrel yang baru saja sampai didepan gerbang pabrik melihat Stanley yang sedang merokok sambil bersandar dimobil mewahnya.


"Stan, kau disini?"


"Hmm," meniupkan zat nikotin ke udara.


"Kau tidak masuk?"


"Sudah ada Dady Nick dan Paman Gilbert didalam, masa masih butuh bantuanku,"


"Lalu untuk apa kau ikut kesini?"


"Menonton,"


"Sit, pergi sana tidak ada gunanya!" umpat Darrel.


Padahal Stanley telah mahir dalam menggunakan senjata dan dalam bertarung pun Stanley boleh lah diadu dengan siapapun, tetapi entah kenapa sikap tengil Stanley membuat orang-orang disekitarnya emosi dibuatnya.


Tanpa menunggu lagi Darrel dan Austin segera membantu para anggota group Limson untuk memukul mundur musuh, sebelum musuh-musuh itu menghancurkan alat-alat pabrik, masalah ini sangat tidak bisa dibiarkan.


Dor..


Dor..


Hiya..


Hiya..


Diarea sekitar pabrik hanya terdengar suara saling tembak menembak dan suara perkelahian sengit diantara group Limson dan musuh mereka, Darrel dan Austin langsung bertarung melawan satu persatu dari musuh.


Terlihat juga Paman Domanick dan Paman Gilbert yang sedang bersembunyi dibalik tembok sambil mengangkat senjatanya untuk bersiap menembak!


Setelah berhasil melumpuhkan beberapa musuh, Darrel mulai menembak dan langsung mendapat serangan balasan. Austin pun segera melindungi Darrel.


Rupanya ada salah seorang musuh yang sejak tadi tidak ikut terlibat dalam pertarungan, tetapi dia diam-diam menunggu kedatangan Darrel yang merupakan ketua group Limson.


Maksud Stanley tidak langsung masuk karena dia harus menganalisa terlebih dahulu dari berbagai sudut, dan benar saja musuh yang diam-diam mengintai Darrel diketahui oleh Stanley.


Sementara Darrel tidak mengetahui kalau ada seseorang yang sedang fokus bersembunyi untuk menunggu waktu yang pas menyerangnya! Buru-buru Stanley berlari untuk melindungi Darrel, ketika berlari masuk kedalam secara bersamaan Stanley mengeluarkan senjata dari kedua sisi dipinggangnya.


Dia melompati benteng sambil berguling tanah tetapi kedua tangannya menembak musuh-musuh yang coba menghalangi jalannya menuju Darrel, sampai saat ini Darrel masih fokus membantai musuh-musuh yang terlihat.


Hingga akhirnya musuh yang sejak tadi bersembunyi itu pun melesatkan tembakannya tepat didaada Darrel.


Dor..


"Tuan!" teriak Austin yang buru-buru menangkap tubuh Darrel yang sudah bersimbah darah.


Satu tangan Austin segera menembakkan senjatanya kearah tembakan itu datang, tetapi Austin tidak mengetahui pasti dimana penyerang itu hingga akhirnya musuh yang bersembunyi itu kembali menembak dan mengenai punggung Austin.


Dor..


Dor..


Dor..


Stanley berhasil menembak bagian dada musuh tersembunyi tersebut, tetapi dia berhasil berlari tanpa pikir panjang Stanley terus mengejarnya dan kembali Stanley tembak dibagian kaki musuh tersebut.


Anggota group Limson yang melihat Darrel an Austin terkapar dilantai, segera menghubungi bagian medis group Limson, kebetulan situasi masih belum bisa dikendalikan oleh group Limson.


Para medis itu dilindungi oleh beberapa anggota group Limson untuk bisa mengevakuasi Darrel dan Austin kedalam ambulance.


Pengumuman GA jam 19.00 malam ya guys, nanti 5 orang pemenang langsung DM IG emak aja, sertakan kategori apa menangnya!!!


@author_noveltoonsopi.