
Dilema melanda pikiran Domanick saat ini, disatu sisi dia sangat menyayangi Darrel dan Darrel sangat layak menduduki kursi ketua! Tetapi disisi lain dia tidak mungkin putus hubungan darah dengan Dady Bright, walau bagaimanapun suka duka telah keduanya lewati dari kecil hingga dewasa.
"Bright tidak perlu kau membuat pilihan seperti ini!"
"Jawab Nick! Jika kau tidak memberhentikan Darrel sebagai ketua, maka kita bukan lagi saudara sedarah!"
"Aku tidak bisa Bright, hanya Darrel yang berhak sepenuhnya memutuskan untuk tetap atau menyerah sampai disini!"
"Kau!! Aku kecewa padamu Nick, aku membencimu camkan itu!" kata Dady Bright.
Sementara itu Qian terlihat sangat kecewa karena Darrel benar-benar tidak mau mendengarkan keinginannya! Dari sini Qian bisa melihat sisi egois Darrel yang membuatnya sangat kecewa, sebagai wanita yang digadang-gadang sangat dicintai Darrel tetapi pada kenyataannya mendengarkan saran darinya saja Darrel tidak mau.
"Dan kau Der, aku bukan lagi ayahmu terserah kau mau mati atau pun tertembak lagi aku tidak akan peduli!"
"Dad, jangan bicara begitu!" kata Momy Anna.
"Kita kembali ke Jerman tinggalkan anak itu mom, anggap saja kita tidak pernah memiliki keturunan!
Ditariknya tangan momy Anna dengan kasar oleh Dady Bright pergi meninggalkan markas group Limson. Sementara Paman Domanick terlihat menghela nafas karena situasi ini terlalu sulit untuk dihadapi.
Tanpa bicara apapun lagi Qian berjalan keluar meninggalkan ruangan perawatan Darrel, Qian merasa sangat kecewa sekali dan tidak tau apakah hubungan ini akan dia pertahanan ditengah keegoisan Darrel, atau Qian menyerah terhadap hubungan ini.
Selama beberapa hari masa pemulihan Darrel tidak pernah sekalipun Qian menjenguk Darrel di markas group Limson, sementara Dady Bright dan Momy Anna telah kembali ke Jerman dengan luka yang sama seperti dulu Darrel mematahkan keinginan Dady Bright untuk bisa menjadi seorang Dokter.
"Apa Qian kemari?" tanya Darrel pada Austin.
Austin menggelengkan kepalanya! Darrel pun menghela nafas padahal Darrelaangat berharap Qian datang walau sebentar.
"Qian pasti sangat kecewa sekali padamu Der,"
"Ya, aku tau! Tapi bagaimana lagi, aku tidak mungkin melepaskan kursi ketuaku!"
"Coba kau pikirkan baik-baik mana yang lebih penting, kursi ketua atau hubunganmu dengan kedua orangtua dan juga kekasihmu jangan sampai kau menyesal Der," kata Austin.
"Bisakah kau menemui Qian? Aku ingin tau kondisinya,"
Setelah diperintahkan oleh Darrel akhirnya Austin pulang ke mansion untuk menemui Qian yang berada disana! Siang hari terdapat beberapa pelayan yang sedang membersihkan mansion tetapi Austin tidak melihat ada Qian di ruangan tamu ataupun di ruangan televisi.
"Apa nona Qian ada?"
"Ada Tuan, didalam kamarnya!"
Austin menuju lantai atas untuk mencari Qian di kamarnya! Setibanya disalah satu kamar, Austin akhirnya melihat Qian yang sedang memasukkan pakaiannya kedalam koper.
"Qian," panggilnya.
"Austin, kau ada disini rupanya,"
Qian duduk ditepian ranjang dan berhenti sejenak memasukkan pakaiannya kedalam koper.
"Kau mau kemana Qi?"
"Aku akan kembali ke Beijing,"
"Kenapa? Apa tidak bisa bicarakan dulu dengan Darrel?"
"Aku sudah bicara berkali-kali dengannya, impianku sederhana sebenarnya! Aku ingin menikah, punya baby dengan suami yang pekerjaannya normal-normal saja!"
"Qian, ikutlah denganku dan bicara lagi pada Darrel,"
"Lagipula Darrel tidak pernah memberi kepastian kapan dia akan menikahi aku, jadi aku rasa memang hubungan kami sulit untuk dipertahankan,"
"Dia sedang banyak sekali urusan di group Limson Qi, tapi percayalah begitu urusan-urusan itu selesai dia pasti akan langsung melamarmu!"
"Lalu bagaimana dengan penyerangan-penyerangan dari musuh yang setiap saat bisa terjadi? Kau mau aku terus melihat laki-laki yang aku cintai terluka? Sekarat? Maaf Austin aku tidak akan sanggup," ujar Qian.
"Kapan kau kembali ke Beijing?"
"Lusa!"