OH, YES Hot Bodyguard

OH, YES Hot Bodyguard
Bab 45



Paman Domanick baru sadar maksud pertanyaan Darrel, jadi keponakannya itu ternyata sudah melepas masa perjakanya.


"Tunggu dulu, jangan-jangan kau sudah tidak perjaka lagi sekarang?" tanya Paman Domanick.


Darrel menggaruk-garuk kepalanya antara malu untuk mengakuinya tapi ingin juga mengaku agar mendapatkan banyak ilmu.


"Dadymu harus tau ini Der! Bright anakmu sudah tidak perjaka lagi sekarang!" teriak Paman Domanick.


"Paman stop it! Sitt!" Darrel mencoba membungkam mulut Paman Domanick.


Keduanya bahkan terlibat pertarungan seru didalam ruangan bilyard! Paman Domanick menangkis satu tangan Darrel kemudian Darrel melawan menggunakan satu tangannya yang lain dengan menyerang bagian perut Paman Domanick, tetapi lagi-lagi Paman Domanick membalikkan keadaan dengan memutar tangan Darrel.


Tidak menyerah Darrel terus memberikan perlawanan, hingga akhirnya bogem mentah Darrel berhasil berhadapan dengan wajah Paman Domanick.


"Kau kalah Paman!"


Kembali Darrel turunkan bogem mentah yang hampir mengenai tulang hidung Paman Domanick, kemudian Paman Domanick pun memberikan tepuk tangan atas kemampuan bertarung Darrel yang jelas mampu mengalahkan kekuatannya.


Prok.


Prok.


Prok.


"Kau layak jadi ketua! Tepatnya ketua tidak perjaka!"


Ckckckck..


"Ayolah Paman berhenti meledekku!"


"Jadi bagaimana, kapan kau melepaskan itu? Bagiamana rasanya? Apa Qian masih orisinil? Beri tahu Paman!"


Semua pertanyaan itu menjadi bola liar yang tidak mungkin Darrel hindari.


"Semalam, tentu saja aku yang pertama!"


"Wow luar biasa, pasti nikmat sekali bukan seperti kau sedang melayang-layang di angkasa saat memasuki lubang sempit itu?" tanya Paman Domanick disertai gelak tawa renyah.


"Cih," Darrel hanya mendesis.


"Hei tidak perlu malu-malu kita ini kan laki-laki, kau bisa berguru pada Paman,"


"Aku hanya tidak menyangka ternyata aku bisa melakukannya,"


"Kau ini, bertarung saja kau hebat tapi urusan seperti itu kau tidak yakin pada diri sendiri, berapa kali kalian melakukannya hah?"


"Hanya sekali Paman!"


"Payah!! Kau benar-benar amatir Der! Sekali hanya membuat pening kepala,"


"Aku takut Qian marah jika aku memintanya lagi, Paman,"


"Kau salah Der, Paman beritahu kau ya. Wanita itu paling senang dengan laki-laki yang nakal yang bisa membuatnya menjerit-jerit, bukan dengan laki-laki malu-malu dan lemah lembut seperti mu! Kasar sedikit lah Der!"


"Apa? Kasar Paman? Aku rasa aku tidak mungkin melakukan itu,"


Plak..


"Kau itu ketua mafia! Wajahmu garang sekali jika menghajar musuh, lakukan seperti itu ketika diatas ranjang maka wanitamu akan merengek untuk kau terus menghajarnya, percayalah pada Paman!"


Darrel terdiam dan perkataan-perkataan Paman Domanick sepertinya telah berhasil menyebar keseluruh jaringan otaknya! Itu terbukti karena saat ini Darrel sudah memiliki niat untuk mempraktikkan apa yang dikatakan oleh Pamannya.


Obrolan itu harus berakhir karena hari sudah mulai malam, Darrel keluar dari ruangan bilyard sementara Paman Domanick masih stay didalam ruangan bilyard karena Paman Gilbert akan menemuinya untuk bermain bilyard bersama.


Flashback di ruangan bilyard off!


Selama perjalanan pulang ke mansion posisi duduk Darrel didalam mobil terus bergeser ke kanan kirinya, dia merasa ada sesuatu yang sudah mulai mengeras dan mengganjal dibawah sana.


Setelah obrolan panas dengan Pamannya, Darrel semakin tidak bisa menahan gejolak hasrattnya terhadap Qian, sementara Qian yang saat ini duduk disamping Darrel tidak merasakan ada sesuatu yang aneh pada Darrel.


Qian menatap kejendela kaca mobil memandangi langit gelap dan lalu lalang kendaraan di jalan raya kota.


"Der, nanti malam aku buatkan spaghetti saja ya!"


"Terserah kau saja,"


Akhirnya mobil tiba di mansion mewah milik Darrel, keduanya turun dari mobil. Qian kembali melihat-lihat sekeliling mansion.


"Ada apa?"


"Jadi mansion mewah ini milikmu kan ketua?"


"Kau masih penasaran apa saja yang aku punya?"


"Tidak juga, aku hanya ingin mengenalmu lebih dalam saja!" kilah Qian.


"Aku akan mengatakan apa saja yang aku punya tapi siapkan kertas yang panjang karena itu sangat banyak!"


"Kau berlebihan sekali,"


"Aku serius,"


"Sudahlah, aku mau mandi lalu membuatkan mu makan malam!"


"Hei Qian aku belum menyebutkan semua yang aku punya!" panggil Darrel tetapi Qian sudah berlalu pergi.


Melihat bagian bokong padat dan bulat milik Qian membuat Darrel semakin dilanda gejolak hasratt yang menggebu-gebu.


"Qi, aku tidak tahan sekali!" gumam Darrel seraya memperhatikan bagian belakang tubuh Qian.


Guys maaf ya semalam emak engga up satu babnya karena emak ketiduran setelah dibuat pusing sama Faizo, ceritanya emak taro naskah dan sudah lolos kontrak terus TTD disurat kontraknya, ehh malah salah isi nama dan TTD dong🤦


Harusnya dikolom untuk penulis emak malah isi dikolom pihak wali, alhasil engga tau deh itu gimana nasibnya 😂


Yang emak up di Faizo itu novel Stanley Limson, sikembar anak Domanick sama Lindsey.


Dah lah segitu aja curcolnya!! Btw isi otak Darrel sekarang pas udah tau rasanya cuma seputar ranjang terus ya😃 apalagi punya Paman gendeng kaya Nick udah deh itu lobak yang tadinya jinak bakalan brutal.