OH, YES Hot Bodyguard

OH, YES Hot Bodyguard
Bab 33



Semua urusan dan pekerjaan Darrel selesai di sore hari, dia memutuskan untuk berada di markas terlebih dahulu untuk memeriksa data keuangan dan meeting dengan beberapa anggota group Limson lainya.


Rupanya di sana ada Paman Domanick yang sengaja datang mengunjungi markas untuk bertemu dengan Darrel.


"Paman, kau datang?"


"Sibuk sekali ketua baru group Limson ini, Der aku dengar kau tinggal dengan seorang wanita didalam mansion mu?"


Darrel langsung terkejut karena Paman Domanick ternyata mengetahuinya.


"Darimana Paman tau?"


"Pantas saja tempo hari kau menelpon ku, kau mau merajut kembali cintamu dengan Qian? Wah wah wah, rupanya kau laki-laki setia satu wanita seumur hidup,"


"Kau bicara apa Paman," menggaruk lehernya padahal tidak gatal.


"Sudahlah jangan malu-malu begitu Der, orangtuamu bukankah ada di kediaman Oma Larisha sekalian saja kau kenalkan Qian pada mereka siapa tau hubungan mu dengan Dady mu bisa membaik!"


"Ya, itu rencana ku Paman,"


"Sepertinya sebentar ketua group Limson akan menggelar pesta pernikahan yang sesungguhnya, Der Der kau tau saja wanita cantik memang harus segera dinikahi nanti salah-salah Qian di bawa kabur laki-laki lain, kalau bisa kau DP diawal dulu,"


"Dp diawal?"


"Iya uang muka, agar jalinan cinta kalian kuat! Masa kau tidak mengerti,"


"Apa maksudnya Paman?"


"Begini Der, kalian kan sudah tidur satu atap apa Qian masih perawan hingga saat ini?"


"Tentu saja, aku menjaga itu!"


"Yah sangat tidak asik kau tau, wanita itu akan sangat terikat jika kita sebagai laki-laki sudah merampas kesuciannya,"


"Tidak Paman, nanti saja setelah menikah!"


"Aku tidak mau Paman,"


"Kenapa? Kau tidak tau rasanya sangat luar biasa, uhh bisa-bisa kau seperti terbang melayang ke nirwana Der coba saja,"


"Nanti saja setelah menikahinya Paman,"


"Terlalu lama Der keburu tumpul punyamu, tes Drive dulu lah, atau jangan-jangan kau tidak mau karena tidak bisa?"


"Memang aku tidak bisa Paman,"


"Gampang Der tinggal dorong saja nanti juga masuk sendiri,"


Mengobrol dengan Paman Domanick hanya bisa menambah racun-racun ilmu peranjangan saja, membuat Darrel semakin penasaran dan tidak tahan untuk melakukan apa yang diperintahkan oleh Pamannya yang sudah jelas sudah sangat berpengalaman itu.


"Jangan seperti ayahmu dia payah, melakukan hal itu pertama kali harus minum serbuk dulu kau harus bisa lebih jago dari ayahmu itu Der!"


Lagi-lagi Darrel sangat tidak suka bila disamakan dengan ayahnya, karena bagi Darrel dia harus selalu berbeda dari ayahnya tidak mau dimirip-miripkan, karena ayahnya saja jika diwawancara oleh media selalu mengatakan jika Darrel sangat tidak mirip dengannya bahkan tidak kompeten makanya gagal jadi Dokter hebat seperti dirinya.


"Aku tidak mau sama seperti Dady, Paman,"


"Tentu saja kau harus berbeda darinya!"


Paman Domanick meninggalkan markas setelah berbincang-bincang beberapa hal terkait bisnis dengan Darrel, sementara Darrel yang saat ini tengah duduk di kursi kebesarannya merasa teracuni oleh perkataan-perkataan Pamannya.


"Apa aku harus melakukannya sekarang pada Qian? Apa dia mau? Atau dia akan menolaknya dan marah besar padaku?" Gumam Darrel.


Paman Nick bener-bener deh ga bisa banget liat ponakannya yang masih suci dan polos, langsung aja punya sejuta cara untuk menyeret ponakannya sama kek dia lagi muda semprot sana sini.😂