OH, YES Hot Bodyguard

OH, YES Hot Bodyguard
Bab 42



Pagi itu Darrel akan membawa Qian ke kediaman Oma Larisha untuk bertemu kedua orangtuanya! Sekaligus meminta restu untuk menikahi Qian lagi nantinya.


Darrel mengemudikan mobilnya sendiri dan Qian duduk disampingnya.


"Der, enak juga ya kerja jadi bodyguard bisa naik mobil semewah ini!" kata Qian.


"Iya gratisan bisa pakai sesuka ku, Qian!"


"Ya,"


"Apa kau benar bisa menerimaku apa adanya sekarang meskipun aku hanya orang biasa pekerjaan ku pun hanya sebagai seorang bodyguard?"


"Aku sudah jatuh cinta padamu Der, mungkin perasaan itu sudah ada sejak kita masih di Beijing! Hanya saja dulu sikap arogan ku membuat aku hanya ingin menikah dengan laki-laki kaya," Qian merasa sangat menyesal atas sikapnya dulu terhadap Darrel.


"Aku sadar harta bukan segalanya, aku tidak butuh laki-laki kaya yang aku mau hanya kau Der, kau selalu melindungi dan menjagaku!" sambungnya lagi.


Cup..


Saat sedang menyetir pun Darrel sempat-sempatnya mencium bibir Qian setelah mendengar ucapan Qian. Langsung saja Qian mendorong tubuh Darrel hingga ciuman itu berakhir.


"Darrel, bahaya lagi nyetir malah cium-cium!" protesnya.


"Hanya sedikit, semalam masih kurang Qi!"


"Hah? Kurang apa maksudmu?" tanya Qian dengan malu-malu.


"Ya itu,"


"Der ini saja masih ngilu tau,"


"Iya-iya lain kali saja kita lakukan,"


Saat sudah setengah perjalanan! Darrel merasa ada beberapa mobil yang mengintai mobilnya, melihat dari spion dibelakang mobil-mobil semakin mendekat kearah mobilnya.


"Qi sabuk pengaman mu sudah terpasang dengan baik kan?"


"Iya Der sudah, memang kena ,,"


Belum sempat Qian menyelesaikan pertanyaannya, Darrel sudah menambah kecepatan mobil dengan sangat cepat!!!


"Der ya ampun pelan-pelan aku takut!!"


Aaaaaa...


Qian berteriak sepanjang jalan, tetapi mobil-mobil dibelakang Darrel yang diyakini oleh Darrel itu adalah musuh group Limson semakin mengejarnya! Darrel pun menekan tombol darurat yang terletak didekat stir mobilnya, tombol darurat itu terhubung pada markas dan paviliun dan dibantai titik yang berisi para anggota group Limson.


Qian menyempatkan diri untuk menoleh kebelakang, dilihatnya beberapa mobil ternyata ikut menambah kecepatan mobil mereka! Dari situ Qian mengetahui bahwa ada yang tidak beres dengan beberapa mobil dibelakang mobil yang dikemudikan oleh Darrel.


"Apa mobil-mobil itu mengejar kita Der?"


"Kau sudah tau?"


"Ta-tapi kenapa Der? Apa salahku, apa mungkin itu suruhan Liu (ibu tiri Qian yang telah tewas) tapi kan Liu sudah tewas??"


"Sudah jangan dipikirkan," dengan santai dan pandangan yang tetap fokus menyetir.


"Ya Tuhan bagaimana ini, apa yang mereka inginkan dariku padahal aku sudah miskin sekarang masih saja dikejar-kejar musuh!" kata Qian.


Qian berpikir jika mobil-mobil dibelakangnya itu mengejarnya, padahal Qian tidak tau saja bahwa yang sedang duduk disampingnya itu memiliki jutaan musuh-musuh. Sebagai ketua group Limson Darrel sudah tidak kaget lagi dengan situasi seperti ini, dimana pun dan kapanpun memang nyawanya akan menjadi incaran setiap musuh-musuhnya apalagi jika pergi tanpa pengawalan seperti sekarang.


Setelah kejar-kejaran cukup lama akhirnya mobil Darrel berhasil didahului oleh dua mobil musuh, sementara dua mobil lainnya berada dibelakang mobil Darrel.


Mau tidak mau Darrel harus menghentikan mobilnya, dia tidak mau sampai musuh menggeruduk mobil mahalnya dan membuat mobil mahal itu sampai lecet.


"Der, kita terkepung! Sebaiknya kau tunggu saja dimobil biar aku yang turun dan menjelaskan pada mereka, aku yakin mereka musuh-musuh mendiang ayahku yang mengejar aku sampai kesini!"


Cup..


"Darrel, tetaplah dibelakang ku dan jangan berisik jika tidak mau aku me lu mat bibir mu lagi seperti barusan!" kata Darrel.


Membuat kedua mata Qian berkedip-kedip dengan cepat, dan kepalanya mengangguk.


"Gadis pintar!" puji Darrel.


Darrel dan Qian keluar dari dalam mobil dengan posisi Qian berada dibelakang tubuh Darrel.


"Letakkan senjata!" teriak salah satu musuh yang berada dibalik pintu mobilnya.


Darrel dengan santainya mengeluarkan pistol yang bersembunyi dibalik betis kaki kiri dan kanannya, dibuangnya pistol itu oleh Darrel, kemudian dikeluarkannya lagi pistol-pistol yang terselip dipinggangnya.


Semua itu Darrel buang dihadapan musuh!


"Ayolah keluar jangan bicara padaku sambil bersembunyi begitu, itu sungguh tidak asik!" kata Darrel.


"Tuan Darrel ikutlah dengan kami baik-baik maka kau dan gadis itu kami biarkan hidup," kata salah seorang musuh.


"Benar kau sudah terkepung Tuan!" sahut yang lainya.


"Ikut dengan kalian? Aku masih ingin berada di dunia,"


Para musuh itupun celingak-celinguk tidak mengerti dengan ucapan Darrel, mereka semakin bersiap dengan senjata ditangan masing-masing.


Darrel mengangkat satu jarinya ke udara kemudian meraih pinggang Qian dan memeluk tubuh Qian sembari menunduk.


Dor.


Dor.


Dor.


Beberapa sniper anggota group Limson yang sudah standby begitu Darrel membunyikan tombol darurat langsung serempak menembak para musuh dari jarak jauh!!! Sniper-sniper itu sangat terlatih jadi sekali membidik mustahil jika akan meleset.


Darrel melindungi Qian hingga kembali masuk kedalam mobilnya. Hanya butuh beberapa detik saja para sniper itu menghabisi seluruh musuh-musuh yang mengepung Darrel.


"Sit lama sekali mereka,"


Sementara Qian hanya melongo dengan situasi dihadapannya, dengan kedua matanya sendiri Qian melihat satu persatu musuh-musuh itu tumbang tertembak yang entah siapa penembaknya.


"Der i-itu mereka tertembak sungguhan kah?"


"Iya, kau takut?"


"Tapi siapa yang menembak mereka Der? Aku tidak lihat?"


"Sini mendekat lah!"


Qian menurut dia mendekatkan wajahnya pada Darrel, kemudian Darrel menunjuk dari jendela mobil beberapa sniper yang hanya terlihat sangat sedikit karena dari kejauhan.


"Nah yang itu, itu, itu kau bisa lihat?"


"Oh iya Der itu seperti ada orang di sana!"


"Sepertinya mereka sudah mati semua, kita lanjutkan kembali perjalanan kita ya!"


"Tapi Der kenapa mereka mau membantu kita? Apa mereka teman-teman mu?"


"Iya mereka teman-teman ku Qi!"


Darrel melajukan mobilnya dengan aman tetapi Qian masih belum mengerti kenapa bisa terjadi kebetulan-kebetulan seperti tadi.


Udah Qi jangan dipikirin nanti pusing sendiri 😁😁 pokoknya selagi kamu ada didekat laki-laki yang sekarang ada disamping mu itu, semua masalah bisa selesai hanya dengan mengangkat satu jari tangannya saja!!