
Setelah mendengarkan Qian bicara mengutarakan perasaannya, Austin kembali ke markas group Limson untuk menyampaikan apa yang dibicarakannya dengan Qian.
"Bagaimana? Apa Qian baik-baik saja?"
"Dia baik-baik saja Der, hanya saja Qian,"
"Ada apa?" melihat wajah Austin yang terlihat tidak nyaman, Darrel langsung khawatir dengan keadaan Qian.
"Qian akan kembali ke Beijing Der!"
Deg..
Darrel langsung lemas mendengar semua yang dikatakan oleh Austin tentang Qian yang sangat kecewa sampai dia memutuskan untuk pergi jauh lusa nanti.
Malam hari Darrel langsung dibuatnya tidak bisa tidur dan gelisah memikirkan Qian, dulu sempat terpisah dan kali ini Darrel tidak sanggup lagi jika dia harus terpisah kembali dengan Qian.
Tapi bagaimana dengan group Limson yang sangat dicintainya? Apa harus dilepaskan begitu saja? Jujur Darrel sangat dilema malam ini, sebuah pilihan yang sangat sulit setelah ditinggalkan kedua orangtuanya apa kini Darrel harus rela jika wanita yang dicintainya juga akan pergi meninggalkannya?
Tiba menjelang keberangkatan Qian untuk kembali ke Beijing, sama sekali Darrel dan Qian tidak lagi saling bertemu! Hari ini hanya Austin yang mengantar Qian sampai di bandara.
"Qian, jika ada apa-apa atau kau butuh bantuan apapun itu kau harus hubungi aku!"
"Iya terimakasih Austin kau memang sahabat baikku,"
"Kau yakin tidak mau menemui Darrel dulu?"
"Tidak, aku harus check on sekarang!"
"Oke hati-hati Qi, kabari aku ketika kau sudah sampai di Beijing,"
Qian melambaikan tangannya sembari berjalan untuk melakukan check-in dan pemeriksaan!
Langkah kakinya berat hatinya terasa sangat sesak, dia harus kembali menjauh dari Darrel. Entah setelah ini apa Qian akan bisa membuka hati untuk pria lain atau akan terus mengingat Darrel sepanjang hidupnya.
Namun ketika sampai didepan pintu pemeriksaan, satu tangan besar meraih tangan Qian.
Qian terkejut karena tiba-tiba ada yang meraih tangannya, saat melihat tangan besar siapa yang sudah meraihnya Qian semakin dibuat terkejut.
"Der, kau,"
"Jangan bicara, dan ikutlah denganku!"
"Tidak, aku buka wanita hebat dan kuat yang bisa setiap saat melihat laki-laki yang aku cintai hampir tewas dihadapanku!"
Melihat kedua mata Qian yang berkaca-kaca, Darrel langsung meraih pinggul Qian kemudian meraup bibir Qian yang lembab.
Ditengah keramaian bandara pagi hari ini Darrel menumpahkan rasa rindunya dengan memberikan ciuman lembut dibibir Qian, kedua mata Qian meneteskan air matanya sementara kedua mata Darrel terpejam menikmati sensasi bibir manis yang sedang dia l u m at.
Setelah beberapa saat Darrel melepaskan ciumannya itu! Kedua tangan Darrel menangkup wajah sendu Qian.
"Aku akan berhenti!"
"Apa Der? Ulangi aku tidak dengar?"
"Aku akan berhenti sebagai ketua group Limson! Jadi aku mohon jangan tinggalkan aku lagi Qi aku tidak bisa tanpamu,"
Rasanya bahagia sekali mendengar kalimat demi kalimat yang terucap dari bibir Darrel, Qian segera memeluk erat tubuh Darrel. Sementara Austin segera menghampiri Qian dan Darrel untuk membantu membawakan koper milik Qian.
Sebenarnya Austin sudah mengetahui Darrel akan datang dan merubah keputusannya, tetapi Austin ingin Darrel langsung saja yang mengatakannya pada Qian.
"Austin,"
"Apa?"
"Kemarikan kunci mobilnya!"
"Kau akan menyetir sendiri Der?"
"Ya, dan kau naik taxi!"
"Kenapa aku tidak boleh menumpang?"
"Karena aku dan Qian tidak mau diganggu,"
"Sit, Der kau tega sekali padaku!"
Ckckckck...
"Qian boleh ya aku ikut dengan mobil kalian?"
"Boleh, tapi keputusan ada ditangan pemilik mobilnya," kata Qian.
"Bye Austin!"
Darrel benar-benar tidak mengizinkan Austin ikut kedalam mobilnya, karena sudah beberapa hari tidak bertemu dengan Qian membuat Darrel membutuhkan waktu untuk sekedar mengobrol berdua dengan Qian.
"Kita pulang yah!"
"Iya Der,"
Didalam mobil Qian masih bertanya-tanya apakah benar keputusan Darrel untuk mundur dari kursi ketua?
"Der apa kau serius dengan ucapanmu?"
"Tidak ada pilihan lain, aku tidak mungkin menunggu Dady terkena serangan jantung dulu dan kau pergi meninggalkan aku baru aku berhenti, aku memilihmu dan orangtuaku Qi!"
Satu tangan Darrel menggenggam erat tangan Qian kemudian mencium punggung tangan Qian dengan mesra.
Nah gitu kan adem, wis tinggal sahnya aja nih Der!! Aduh ngeri-ngeri sedap emak up bab setelah ini😃😃kalau setelah bab ini ga ke up lagi bab baru itu berati tau ya, ketahan alias kena tolak.🥲