OH, YES Hot Bodyguard

OH, YES Hot Bodyguard
Bab 25



Setelah Darrel pergi berlalu meninggalkan Qian, selanjutnya Qian memasuki ruangan kerjanya sementara Darrel pergi untuk mengurus satu pekerjaan penting.


Hari ini Darrel akan menyerang sebuah markas mafia yang telah berani menjual senjata ke salah satu negara yang biasanya dipasok oleh group Limson. Tak ingin sedikit pun memberikan ruang bagi group mafia lain untuk berkembang, Darrel harus selalu sigap menjaga wilayah kekuasaan group Limson.


Setibanya di markas group Limson semua para anggota group Limson sudah siap untuk menuju lokasi tempat yang akan mereka serang, begitu juga dengan Austin setelah menaruh pakaiannya di kediaman Darrel, buru-buru Austin datang ke markas untuk bergabung.


"Kalian semua siap?"


"Siap!" serempak.


Sementara Austin menjawab tapi dengan nada yang tidak semangat.


"Sebagai asisten pribadi ku seharusnya suaramu lebih lantang dari mereka," ujar Darrel.


Austin menoleh ke kanan dan kirinya karena Darrel berbicara tapi tidak sambil melihat kearah Austin, sehingga Austin pun bingung sendiri.


"Kau!" ujar yang lainnya.


"Oh aku? Siap ketua!" dengan lantang.


Setelah itu mereka pun langsung menuju markas yang akan mereka porak porandakan.


Sore harinya saat jam kepulangan kantor sudah tiba, seperti biasa Qian berjalan menuju loby sebenarnya Qian menantikan janji Darrel yang akan mengajaknya pulang bersama hari ini.


Kedua mata Qian menoleh kearah pos security karena Darrel bilang dia bekerja di dekat pos security kantor, tetapi Qian tidak mendapati Darrel ada di sana.


Dengan sedikit kecewa Qian pun berpikir Darrel lupa dengan janjinya, akhirnya Qian pun memberhentikan taxi kemudian masuk kedalam taxi tersebut.


Baru saja taxi yang ditumpangi oleh Qian melaju beberapa saat, sebuah mobil mendahului taxi tersebut kemudian berhenti mendadak tepat didepan taxi. Membuat supir taxi langsung menginjak rem dan taxi pun berhenti secara mendadak.


"Astaga, ada apa ini?" tanya Qian yang terkejut karena supir rem mendadak.


"Maaf nona ada mobil yang berhenti mendadak didepan kita,"


Qian mencoba melihat mobil yang berada didepannya, rupanya Darrel turun dari mobil tersebut kemudian menghampiri taxi yang ditumpangi oleh Qian.


"Darrel,"


Tok.


Tok.


Darrel mengetuk kaca mobil taxi tersebut, kemudian Qian pun membuka jendela kacanya.


"Turunlah,"


"Aku pikir kau lupa dengan janji mu Der, tadi aku sudah menunggu mu tapi kau tak kunjung datang,"


"Sekarang aku sudah datang,"


"Tapi aku sudah terlanjur naik ke taxi ini Der,"


Darrel mengeluarkan sejumlah uang dan memberikannya pada supir taxi tersebut.


"Aku sudah membayarnya, turunlah!"


"Baiklah,"


Qian turun dari mobil dan keduanya berjalan menuju mobil Darrel.


"Ini Der," menyodorkan uang.


"Tidak perlu,"


"Tapi kau kan pasti butuh uang itu untuk menyambung hidup,"


Darrel memicingkan matanya saat mendengar Qian mengatakan hal yang tidak mungkin dia alami, penerus group Limson butuh uang hanya segitu untuk menyambung hidup itu sungguh mustahil.


"Traktir aku makan lain kali,"


"Baiklah, aku akan mentraktir mu makan lain kali dan aku janji akan membelikan mu makanan yang enak apalagi nanti aku akan merasakan gajian pertama dalam hidupku Der rasanya pasti menggembirakan,"


Darrel menatap wajah Qian yang saat ini sedang tersenyum bahagia karena nanti dia akan merasakan rasanya mendapatkan uang dari hasil keringatnya sendiri, selama ini Qian dimanjakan oleh harta ayahnya dan kini dia sudah bisa mandiri dan bisa menghasilkan uang.


"Der kita ke alamat ini ya, aku akan bertemu pemilik apartemen yang akan aku sewa,"


"Tidak usah sewa apartemen,"


"Loh kenapa memangnya? Aku tidak mungkin tinggal di hotel selamanya, tarifnya kan mahal,"


Tapi Darrel tak lagi memberikan penjelasan lebih lanjut mobil pun melaju kearah hotel yang menjadi tempat Qian menginap.


"Der ini kan hotel tempat ku menginap, kok kita langsung pulang? Lalu bagaimana sewa apartemennya?"


"Kemasi barang-barang mu dulu!"


"Oh iya juga ya lebih baik berkemas dulu baru nanti bertemu pemilik apartemen, jadi bisa langsung pindah kau cerdas juga,"


Setelah tiba di hotel Qian pun mengemasi pakaian dan barang-barang pentingnya, kemudian ditemani oleh Darrel Qian melakukan check out dari hotel tersebut.


Keduanya kembali ke mobil untuk pergi menuju suatu tempat.


Tiba akhirnya di sebuah mension mewah dengan gerbang berwarna hitam yang menjulang tinggi.


"Waw ini mansion siapa Der?"


"Atasanku,"


"Apa ini mansion milik Paman Domanick?"


"Ya,".


"Untuk apa kau membawaku kesini?"


"Kau akan tinggal disini mulai sekarang!"


"Hah? Ta-tapi ini kan mansion sangat mewah dan ini milik Paman Domanick, aku tidak mungkin tinggal disini,"


"Aku diperintahkan oleh Tuan Nick untuk membawa mu tinggal disini!"


"Oh ya? Apa kalian sangat dekat?"


Darrel tak lagi menjawab pertanyaan Qian karena sudah waktunya keduanya untuk turun dari mobil. Saat mendengar suara mobil Darrel, Austin yang sudah berjaga didepan pintu utama mansion pun seger berlari menghampiri Darrel.


Ampun deh Darrel, tinggal bilang aja iya Qian kamu engga perlu sewa apartemen karena kamu akan menjadi nyonya di mansion ku yang mewah ini!!! Beres kan ngapain Ayang Nick aku kau fitnah🥱