OH, YES Hot Bodyguard

OH, YES Hot Bodyguard
Bab 36



Padahal jarak dari markas group Limson ke mansion milik Darrel terbilang tidak terlalu jauh, tetapi rasanya lama sekali mobil yang dikendarainya itu sampai di mansion.


"Ayolah, tubuhku semakin panas dingin begini ada apa sebenarnya aku tidak pernah merasakan ini sebelumnya," gumam Darrel.


Setelah perjalanan kurang lebih dua puluh menit, Darrel tiba di mansion mewahnya jika biasanya ketika Darrel tiba di mansion dia akan lebih dulu berkumpul di paviliun depan untuk minum-minum bersama para anggota group Limson yang berjaga, kini Darrel langsung memarkirkan mobilnya tepat didepan pintu utama mansion.


Darrel turun dari mobil lalu masuk kedalam mansion yang begitu luas tapi sepi sunyi seperti tidak berpenghuni! Tidak lama-lama Darrel langsung berjalan hendak menuju kamar Qian.


Saat melintasi ruangan televisi Darrel malah bertemu dengan Qian yang juga tengah berjalan kearahnya, entah kau kemana gadis cantik itu.


"Der, kau sudah pulang?" suara sendu Qian justru seperti sihir yang mengunci bibir dan tubuh Darrel sehingga sulit untuk berkata-kata.


Sialnya lagi disaat seperti ini justru khayalan Darrel menyelimuti seisi kepalanya, yang tampak dipenglihatan Darrel kali ini malah Qian yang sedang berjalan meliuk-liuk seperti sedang menggodanya.


Ditambah lagi khayalan Darrel justru melihat Qian saat ini, memakai lingerie berwarna putih dengan rambut yang diurai sedemikian cantik dan seksinya.


Sungguh pemandangan yang membuat area dibawahnya berkedut-kedut tak menentu! Terlihat kedua melon import Qian yang ikut bergerak-gerak seiring dengan gerakan kakinya, sungguh sintal dan yang pastinya sangat empuk.


Tetapi sayangnya Darrel tidak pernah merasakan melon import.


"Der!!" dengan nada kencang.


"Hah? Apa?" Khayalan Darrel kembali musnah, karena rupanya Qian malam ini memakai pakaian santai biasa bukan lingerie seperti dalam khayalannya.


"Kau melamun terus, melamun kan apa?" tanya Qian.


"Tidak ada,"


"Malam ini kita tidur bersama lagi kan Der?" Melihat wajah Darrel yang gugup seperti udang rebus seperti ini, membuat Qian selalu iseng ingin terus memancing keberanian laki-laki suci dihadapannya ini.


Darrel menelan salivanya dan semakin gemetaran.


"Ayo kita ke kamar!"


Qian meraih tangan Darrel kemudian membawanya menuju kamar. Setelah menutup pintu kamarnya, Qian langsung berdiri dihadapan Darrel.


"Aku bantu lepas jaketnya ya?"


Darrel tampak kikuk sedekat ini dengan Qian, hasrattnya semakin memuncak dan sepertinya akan segera meledak.


Dengan lemah lembut Qian membuka jaket Darrel lalu menanggalkannya diatas kasur, kemudian dilepaskannya satu persatu kancing kemeja Darrel oleh Qian untuk melihat seberapa tahan laki-laki suci ini.


"Ayolah Der kau kan laki-laki masa tidak mau bergerak??" Dalam hati Qian, otak nakal Qian pun ternyata sudah berteriak-teriak meminta layaknya wanita dewasa lain yang normal dan haus akan belaian.


Apalagi Qian sudah menyatakan cintanya pada Darrel, dan Darrel pun sedang memikirkan pernyataan cinta Qian, tentu saja Qian semakin percaya diri untuk terus memancing ga i rah Darrel.


Sambil melepaskan kancing sesekali Qian yang memiliki jari lentik dan kuku cantik, meraba kecil bagian dadaa Darrel.


"Emthhh Qian," lirih Darrel.


"Der," Qian melepaskan kemeja yang dikenakan oleh Darrel, menjadikan tubuh bagian atasnya polos tanpa sehelai benangpun.


Ditariknya tengkuk leher Qian oleh Darrel kemudian dengan penuh keberanian Darrel mencium bibir Qian dengan penuh ga i rah.


Otw Otw, kalau sampai jebol ini semua ulah Paman Nick dan kalian yang udah ikut meracuni dan ikut nyemangatin Darrel untuk melepas kesuciannya, emak mah polos ga pernah mau ikut-ikutan ngehasut Darrel😂😂