
Darrel membiarkan Qian tetap menganggapnya seorang bodyguard biasa yang bekerja di perusahaan iklan milik group Limson, mobil mewah itu melaju meninggalkan perusahaan iklan group Limson.
"Oh my God aku lupa meninggalkan Austin.di kantor, aduh dia pasti akan marah,"
"Kau tinggal dengan Austin?"
"Iya, aku tinggal dengan Austin kami masih tinggal di hotel,"
Membuat Darrel menengok kearah Qian begitu mendengar Qian tinggal di hotel dengan Austin.
"Maksudku beda kamar, tapi nanti aku dan Austin akan mencari rumah yang berdekatan,"
Darrel tak lagi memberikan tanggapan, tiba lah mobil Darrel di hotel tempat Qian menginap.
"Terimakasih atas tumpangannya,"
Darrel mengangguk sebenarnya Qian masih ingin bicara lagi tapi Darrel benar-benar tidak berinisiatif bertanya apapun pada Qian, dengan terpaksa Qian pun turun dari mobilnya.
Mobil Darrel pergi begitu saja membuat Qian menghembuskan nafas panjangnya.
"Laki-laki itu tidak pernah berubah masih sama seperti dulu, tidak pernah banyak bicara bedanya dulu tampan tapi sekarang malah lebih tampan lagi, eh ya ampun apa-apaan mulutku ini!" Gumam Qian.
Sore itu Austin benar-benar dibuat panik karena Qian tak ada di kantornya padahal keduanya sudah sepakat untuk pulang kerja bersama, hingga akhirnya Austin tiba di hotel dan langsung menuju kamar yang ditempati oleh Qian terlebih dahulu untuk mengetahui apakah Qian sudah pulang.
Tok.
Tok.
"Qi, Qian apa kau sudah pulang Qi?"
Klek.
"Asutin kau berisik sekali, iya ini aku sudah pulang tadi aku pulang diantar oleh Darrel,"
"Darrel? Darrel mantan suamimu?"
"Iya, dia juga ternyata bekerja sebagai bodyguard di perusahaan Paman Nick, aneh kan aku bisa satu tempat kerja dengan mantan suamiku," Qian tertawa kecil.
"Tetap saja kau kan bilang ingin memulai hidup yang baru, jadi kau harus tau batasannya,"
"Iya, aku mengerti lagipula bisa saja Darrel sudah memiliki istri lagi kan! Satu tahun berlalu aku yakin Darrel sudah menikah lagi,,"
"Kau kecewa?"
"Tidak, untuk apa aku kecewa,"
"Ya sudah bye!"
Qian kembali menutup pintu kamarnya, tetapi pada saat Austin hendak membuka pintu kamar hotel miliknya, seseorang menutup kepala Austin dengan plastik hitam sehingga Austin tidak bisa melihat apapun, hanya ada lubang sedikit untuk bernafas diplastik yang menutupi kepalanya itu.
Seseorang membawa Austin masuk kedalam mobil.
"Kalian siapa? Pecundang, hanya bisa menutup kepalaku! Hadapi aku secara jantan!" Austin terus berontak.
Austin dibawa menggunakan mobil dengan kepala yang tertutup Austin benar-benar tidak tau dia akan dibawa kemana, dan siapa orang yang melakukan ini padanya.
Hingga tiba di sebuah markas Austin dibawa kedalam lalu didudukkan disebuah kursi dengan masih ditutup kepalanya.
"Aku dengar kau bekerja di perusahaan iklan?" tanya seorang pria.
"Siapa kau, dan darimana kau tau?"
"Aku tau kemampuan mu meskipun masih tergolong payah tapi jika dilatih lagi kau bisa menjadi asisten pribadi ketua kami disini, apa kau berminat?"
"Katakan dulu siapa kau?"
Dibukanya penutup kepala itu sehingga Austin dapat melihat sekelilingnya yang merupakan markas yang sangat mewah dan luas.
"Kalian siapa?"
"Kami anggota group Limson,"
Austin mengetahui sedikit tentang group Limson karena group Limson adalah mafia besar yang terkenal ke berbagai negara.
"Apa benar ini markas group Limson? Aku sangat mau bergabung dengan kalian, aku akan banyak berlatih,"
"Kalau begitu tanda tangani disini maka kau resmi bergabung bersama kami,"
Tentu saja ini adalah sebuah kebanggaan yang sangat besar bagi Austin, mimpi apa dia semalam sampai-sampai bisa bergabung di group mafia besar seperti ini. Tanpa ragu-ragu Austin menandatangani surat perjanjian kerja tersebut.
"Perkenalkan ini ketua kami yang baru!"
Salah seorang anggota group Limson menunjuk kearah kursi yang diduduki terbalik membelakangi Austin, kursi itu berputar dan Darrel adalah orang yang duduk dikursi kebesarannya.
"Darrel? Kau?"
Austin mengingat-ingat kembali bagaimana kemampuan Darrel yang tidak pernah terkalahkan sekalipun oleh musuh, kemampuan menembak dan bertarungnya yang sungguh luar biasa semua rasa penasaran Austin kini terjawab sudah, pantas saja Darrel begitu ahli dan tidak terlihat seperti orang yang bekerja sebagai bodyguard, rupanya Darrel adalah ketua group Limson.
Guys pokoknya ikutin terus ya ceritanya, karena selanjutnya itu bakalan makin ser ser an deh sama Darrel dan Qian, jangan lupa likenya ya🙏🙏