OH, YES Hot Bodyguard

OH, YES Hot Bodyguard
Bab 26



Saat melihat tak hanya Darrel yang turun dari mobil, melainkan juga ada sosok wanita cantik yang tentunya Austin kenali dia adalah Qian. Baik Qian maupun Austin sama-sama terkejut karena keduanya bertemu disini.


"Qian,"


"Austin, kenapa kau bisa ada disini? Kau bilang kau sudah mendapatkan pekerjaan di tempat yang lebih baik?"


"Kau tunggulah didalam!" kata Darrel.


"Tapi Der ini Austin, oke aku tunggu didalam," tak ingin lagi membantah.


Qian pun masuk kedalam mansion mewah yang tampak sepi sekali, sampai-sampai Qian merasa dirinya kecil diantara ruangan-ruangan besar yang terdapat di mansion tersebut.


"Ketua, kenapa kau membawa Qian kemari?"


"Kau lihat paviliun diujung pos security depan sana?" tanya Darrel.


"Iya lihat Tuan,"


"Kau tinggal di sana bersama beberapa anggota group Limson yang menjadi bagian inti penjaga mansion ku!"


"Apa? Jadi aku bukan tinggal di mansion utama mu Ketua?"


"Kau butuh Dokter telinga?"


"Ti-tidak ketua, aku akan segera mengeluarkan barang-barang ku dari mansion dan pindah ke paviliun,"


"Bagus!"


Terdapat paviliun di ujung depan sebelah kanan mansion mewah milik Darrel, karena selalu mendapatkan situasi yang secara tiba-tiba tidak bisa ditebak atas serangan musuh atau urusan pekerjaan lainya, Darrel menempatkan beberapa anggota group Limson yang dia percayai di paviliun dekat mansionnya, jadi ketika ada keadaan terdesak mereka bisa langsung pergi secara bersama-sama.


"Satu lagi,"


"Apa lagi ketua?"


"Jangan menyukai wanita yang berada didalam mansion ku!" ujar Darrel dengan suara kecil.


Austin menengok kearah mansion, dia berpikir wanita mana yang dimaksud oleh Darrel. Karena didalam tidak ada wanita lain terkecuali Qian yang baru saja masuk! Darrel memang hanya memakai jasa pelayan diwaktu pagi hari untuk membersihkan mansion dan membuat sarapan setelahnya mereka akan pergi meninggalkan mansion.


Bagi Darrel mansion mewahnya adalah tempat yang tidak boleh sembarangan orang masuk, karena Darrel tidak nyaman dia lebih suka tinggal sendiri apalagi ketika malam hari, Darrel sangat menyukai kesunyian. Tapi entah kenapa justru dia membawa Qian untuk tinggal di mansion miliknya.


"Qian maksud mu ketua? Aku tidak boleh menyukai Qian?"


"Ya!"


"Tapi pekerjaan dan perasaan adalah sesuatu jenis yang berbeda ketua? Lagipula aku sudah terlanjur jatuh cinta pada Qian, kau kan tidak pernah mencintai Qian dari sejak kau menjadi suaminya dulu sampai sekarang, kenapa sekarang tiba-tiba melarang ku?"


Darrel hanya menatap tajam kearah Austin, tetapi melihat tatapan tajam Darrel sudah membuat Austin bahkan gemetar.


"Baik ketua, perlahan aku akan menghapus seluruh perasaan ku untuk Qian,"


"Good!"


"Kalau begitu aku permisi mau mengambil barang-barang dan pindah ke paviliun," Austin segera melangkah menuju mansion untuk mengambil pakaian-pakaiannya.


"Tunggu!"


"Ada apa lagi ketua?" kembali berbalik.


"Jangan panggil aku ketua didepan dia,"


"Baik ketua, aku mengerti," meskipun Austin tidak mengerti kenapa Darrel tetap kekeh merahasiakan identitasnya dari Qian, tapi Austin tidak mau ambil pusing dan akan mengikuti seluruh perintah Darrel.


Setelah melihat Austin memboyong barang-barangnya keluar dari mansion itu, Darrel pun menghampiri Qian yang sedang duduk di ruang tamu.


"Der kenapa Austin bisa ada di mansion ini? Dan kenapa kita juga berada di mansion sebesar ini?"


"Bekerja di perusahaan iklan?"


"Austin bekerja dibidang lain,"


"Bidang apa? Beritahu aku Der!"


Sebenarnya Darrel sangat kesal sekali karena Qian terus menerus membahas mengenai Austin.


"Aku antar kau ke kamar mu,"


"Tidak, jelaskan dulu Austin bekerja dimana?"


Darrel langsung meraih lengan Qian hingga membuat Qian segera berdiri dari sofa yang tadinya dia duduki.


"Der, ini mansion Paman Nick aku tidak mungkin ikut tinggal disini bersama mu!"


Diraihnya pinggul ramping Qian hingga membuat Darrel mendekap tubuh Qian.


"Dia bilang tidak apa-apa karena kau karyawan kantor," bisik Darrel.


Mendapatkan perlakuan seperti ini dari Darrel sungguh membuat seluruh tubuh Qian bergidik geli, dan membuat tubuhnya seketika lemas lunglai.


"Kau mau aku antar ke kamar atau mau tetap didalam dekapan ku seperti ini?'


"I-iya aku mau diantar ke kamar,"


Padahal Darrel menginginkan jawaban kedua dari Qian, yaitu tetap dalam posisi seperti ini tetapi sayangnya Qian memilih untuk diantar ke kamarnya.


Qian sangat takjub saat mendapati kamarnya ternyata jauh lebih luas jika dibandingkan dengan kamar tidurnya di mansion yang dibangun kedua orangtuanya.


"Waw dulu aku berpikir ketika ayah dan Ibu membangun mansion kami yang sekarang disita oleh Bank, aku pikir aku adalah orang paling kaya di dunia ini ternyata kekayaan ku tidak ada seujung kukunya kekayaan Tuan Nick ya Der, ini sangat sangat luas sekali!"


Darrel tersenyum melihat Qian tak henti-hentinya bahagia saat diajak masuk kedalam kamar ini.


"Tapi kenapa Tuan Nick baik sekali mengizinkan aku tinggal di mansion semewah ini ya? Kalau kau kan bodyguard untuk menjaga keamanan mansion ini, tapi aku? Aku kan hanya karyawan biasa di perusahaan iklan miliknya,"


Darrel tidak mau menanggapi lebih jauh rasa penasaran Qian terhadap semua ini.


"Aku akan keluar dari kamar mu,"


"Der, tunggu kenapa buru-buru sekali si?"


Qian meraih lengan sebelah kanan Darrel, baru disentuh bagian lengan saja jantung Darrel sudah cenat cenut tidak karuan.


Darrel tergugup dan tidak berani menatap kearah Qian.


"Terimakasih ya Der,"


"Sama-sama,"


Tetapi Qian belum juga melepaskan tangannya dari tangan Darrel, membuat Darrel hendak melepaskan tangan Qian tapi justru Qian sudah lebih dulu mencium pipi Darrel sebagai tanda ucapan terimakasihnya.


Cup.


Kedua bola mata Darrel memutar rasanya sungguh memabukkan bibir Qian yang lembab menyentuh permukaan kulit pipinya.


"Der pipi mu memerah,"


"Apa?" Darrel menutupi kedua pipinya dengan tangan, lalu buru-buru keluar dari kamar Qian.


Melihat sikap Darrel membuat Qian tertawa lucu, Darrel itu hanya tampangnya saja yang seram tetapi dia sangat lucu jika sedang gugup seperti tadi.