OH, YES Hot Bodyguard

OH, YES Hot Bodyguard
Bab 47



Dengan entengnya Darrel menggendong tubuh Qian dengan kedua tangan kekarnya, kemudian direbahkannya tubuh Qian diatas meja makan, detik selanjutnya diatas meja makan itu Darrel menumpahkan segala hal yang dia ingin lalukan terhadap tubuh gadis yang dia cintai itu.


Qian hanya bisa pasrah dan menerima semua yang dilakukan Darrel, tubuh keduanya sama-sama berkeringat larut kedalam permainan Darrel yang sedikit lebih buas dari sebelumnya.


Seolah Darrel sudah paham dan mengerti apa yang diucapkan oleh Pamannya, saat ini tengah Darrel praktekkan.


"Der sssthhh,"


Dibawah kungkungan tubuh kekar Darrel tubuh Qian merasa tidak karuan, rasa teramat nikmat yang Darrel ciptakan membuat Qian semakin ikut menggila kedalam permainan malam ini dimeja makan.


"Qian aku ingin kau juga menikmatinya," lirih Darrel.


Tentu saja Qian pun sangat menikmatinya seluruh bagian tubuhnya tidak ad yang tidak diabsen oleh Darrel, bagian-bagian paling bisa membuat wanita bergetar hebat telah dimainkan sesuka hati Darrel, wanita mana yang tidak ikut kedalam rasa nikmat yang diciptakan oleh laki-lakinya jika permainannya segila ini??


Tak sadar keringat sudah membanjiri tubuh keduanya, tetapi Darrel masih belum mau menghentikan aksinya! Hingga Darrel pun kembali menggendong tubuh Qian menuju sofa di ruangan televisi.


Tidak lama setelah Darrel merebahkannya disofa ruangan televisi, ruangan televisi kini hanya dipenuhi oleh suara-suara surgawi Qian dan Darrel.


Hingga akhirnya keduanya sama-sama merasakan permainannya yang hampir sampai secara bersamaan.


Malam itu keduanya sampai ketiduran disofa ruangan televisi. Pagi menjelang Qian terusik dan menyadari tubuhnya masih dalam dekapan Darrel diatas sofa.


Rupanya Darrel telah terbangun sejak tadi tetapi dia justru masih betah memandangi wajah Qian, padahal ada banyak pekerjaan yang menantinya hari ini, saat Qian terbangun lalu menatap kearahnya! Darrel pun tersenyum manis pada Qian.


"Der, kau sudah bangun sejak tadi?"


"Sudah!"


"Kenapa tidak bangunkan aku?"


Qian berusaha bangun tetapi justru Darrel tetap mendekap erat tubuhnya.


"Der, aku harus ngantor!"


"Tidak perlu, kau diam saja di mansion ini lagipula perusahaan itu milikku jadi untuk apa kau kerja disana!"


"Hei, kenapa kau bicara begitu?"


Darrel terheran-heran sehingga Qian pun akhirnya bisa melepaskan diri dari dekapan Darrel! Lalu memasang wajah kecewa.


"Memang kenyataannya begitu, aku kan single jadi tidak ada yang bertanggungjawab memenuhi kebutuhanku!"


"Qian,"


"Apa? Memang benar kan, kau saja tidak jelas kapan akan menikahi aku,"


"Secepatnya, kau meragukan aku?"


"Hmm,"


"Saat ini pekerjaanku sedang sangat banyak, begitu pekerjaanku bisa renggang aku akan segera bicara pada orangtuaku Qi, jangan khawatir!"


"Baiklah,"


"Baiklah, artinya kau mau kan tetap di mansion menungguku pulang kerja?"


Qian mengangguk sementara Darrel kembali melayangkan ciuman dibibir Qian.


"Stop, tadi malam kan sudah,"


"Anggap saja ini sarapan pagiku, kalau begitu aku akan mandi dulu,"


"Ya sudah, aku akan siapkan pakaianmu,"


Diusapnya lembut rambut Qian oleh Darrel sebelum akhirnya Darrel pergi menuju kamarnya.


Sumpah engga ngerti lagi ini benar-benar revisi dari 2 hari lalu dan bab ini ga bisa lolos sampai hari ini, semoga setelah aku revisi lagi dengan bahasa yang super halus ntoon mau meloloskan, aku nyerah deh nulis dintoon benar-benar menguras pikiran kalau kaya gini ceritanya.