
Keduanya sama-sama tertidur pulas, ditengah malam sebenarnya Darrel sempat terbangun dari tidurnya dikarenakan ternyata lobak import itu sudah merasakan yang namanya kecanduan pada hal tersebut.
Darrel mendelik kearah Qian, tapi sepertinya Qian sudah sangat kelelahan dan tidurnya sangat nyenyak, tentu saja Darrel tidak tega jika harus membangunkan Qian hanya untuk memuaskan naf sunya yang terus menerus on power hingga tengah malam gini.
"Tidurlah, nanti lagi kasihan Qian dia sudah kelelahan!" ucap Darrel pada miliknya sendiri.
Meskipun lobak importnya tentu tidak akan bisa mendengar apa yang dikatakan oleh Darrel, tetapi sebisa mungkin Darrel berusaha meredam hasrattnya yang tak kunjung padam.
Padahal baru melakukannya satu kali tetapi Qian benar-benar tepar dibuatnya, akhirnya Darrel pun gelisah dan terjaga hingga pagi harinya karena ulah lobak importnya sendiri.
Pagi hari, sinar mentari pagi sudah menyapa kedalam celah jendela kamar mewah itu! Tubuh Qian merasa enteng selayaknya sudah berolahraga tadi malam.
"Hoam, segarnya!" ucap Qian.
Saat menoleh kearah samping, dilihatnya Darrel yang terlihat sangat lesu dan sedang duduk bersandar pada headboard.
"Der kau kenapa? Kau sakit?"
Darrel menggelengkan kepalanya, tetapi Qian yang melihat wajah Darrel sangat lesu merasa sangat khawatir.
"Apa mungkin ini karena kita melakukannya jadi kau kelelahan dan sakit, ya Tuhan kalau begitu kita jangan lakukan lagi ya Der!"
Mendengar Qian berbicara begitu Darrel langsung berusaha keras bersikap tidak lesu lagi.
"Tidak Qi, aku sehat dan tubuhku segar!" ujar Darrel.
Qian tidak tau saja Darrel lemas lesu pagi ini karena semalaman dia menahan hasrattnya gara-gara Qian yang baru satu kali tapi sudah tidur pulas, alhasil lobak import itu terus mengeras hingga membuat Darrel gelisah dan tidak bisa tidur.
"A-aku akan mandi," kata Darrel.
"Perlu aku mengantar mu ke kamar mandi Der?"
"Tidak usah, tubuhku sangat sehat pagi ini!"
"Ya sudah, aku mau turun dulu kebawah untuk melihat sarapan apa sudah siap,"
"Hmm,"
Dengan berjalan sempoyongan Darrel masuk kedalam kamar mandi, didalam kamar mandi Darrel langsung mengeluarkan unek-uneknya.
Sementara Qian yang baru saja turun dari atas ranjang, merasakan sesuatu dibawah sana ternyata masih perih.
"Aw ssth, ini pasti karena ulah Darrel! Tapi, bukan ulahnya juga, toh aku juga yang mau,"
Ckckckck..
Dengar menahan rasa perihnya Qian tetap melakukan aktivitas seperti biasa, meskipun sesekali dia akan meringis tapi itu tidak terlalu menganggu aktivitasnya dipagi ini.
Darrel yang selesai mandi dan Qian yang baru saja membawakan sarapan kedalam kamar untuk Darrel, keduanya bertemu kembali tapi sama-sama merasa canggung.
"Kau sudah mandi Der?"
"Sudah, ku mandi lah!"
"Iya, hari ini kau akan pergi bekerja lagi Der?"
"Tidak, hari ini aku akan pergi denganmu!"
"Pergi denganku? Kemana?"
"Rahasia!"
"Baiklah kalau begitu aku mandi dulu!"
Setelah menunggu Qian hingga selesai mandi, keduanya sarapan bersama didalam kamar. Semua menu sarapan sudah tandas diatas meja, keduanya sama-sama merasa sangat lapar pagi ini.
"Ayo, aku yakin mereka sudah menunggu kita!"
"Mereka siapa?"
Hari ini rencananya Dady Bright dan momy Anna akan menghadirkan Misha wanita yang akan dijodohkan dengan Darrel di kediaman Oma Larisha, mungkin Paman Nick dan Bibi Britney pun akan turut hadir di kediaman Oma Larisha.
Sehingga Darrel merasa inilah waktu yang tepat untuk mengenalkan Qian pada mereka semua, mumpung ada Paman Nick dia pasti akan membantu Darrel menolak perjodohan itu dan lebih setuju Darrel dengan Qian.
Makanya Der daripada tersiksa semalaman, lain kali bilang aja diawal Qian aku maunya berkali-kali gitu, jangan jaim minta sekali taunya begadang karena si lobak ga mau tidur 😄😄😄
Kayanya Darrel doang yang sekali, yang lainnya pasti nambah Der apalagi Opa Lan dulu beuhh bukan maen pagi siang sore, sampai didekat kompor pun jadi Der.