OH, YES Hot Bodyguard

OH, YES Hot Bodyguard
Bab 35



Lama terdiam dikursi kebesarannya sampai-sampai Darrel tidak sadar sejak tadi dua orang anggota group Limson datang menghampiri dirinya.


"Tuan!!!"


"Yang kencang!" ujar satu orang lainya.


"Teriak?"


"Iya,"


"Tuaaannnnnnn!" berteriak sangat kencang sampai membuat gendang telinga Darrel nyaris meledak.


"Kau gila?" sahut Darrel.


"Ma-maaf Tuan habisnya daritadi saya memanggil anda tetapi anda terus saja melamun!"


Darrel pun menyadari memang sejak pembicaraannya dengan Paman Domanick membuat Darrel terus melamun tentang bentuk tubuh Qian yang seksi.


Membayangkan Qian sedang memakai lingerie seksi dengan tubuh yang sintal berada didekatnya, sayangnya lamunan itu harus buyar karena teriakan salah seorang anggota group Limson.


"Ada apa?"


"Bahan baku pembuatan barang black paradise kurang sedikit Tuan, persediaan di gudang juga mulai menipis apa besok kami belanja persediaan sampai full gudang Tuan?"


"Iya yasudah,"


"Kalau begitu kami permisi dulu,"


"Tu-tunggu!" Darrel berdiri dari kursi.


Sedangkan kedua anggota group Limson kembali berbalik karena Darrel sepertinya ingin bicara lagi.


"Ada apa Tuan?"


"Apa kalian punya kekasih?"


"Tentu saja Tuan, kami kan anggota group Limson mana mungkin kami tidak memiliki kekasih,"


"Benar Tuan, bahkan hanya satu jam jika kami putus dengan kekasih sudah puluhan gadis yang antri lagi,"


Kedua anggota group Limson itu langsung menuturkan pengalaman mereka tentang wanita.


"Kenapa bisa begitu?"


"Karena kami kaya dan tampan serta memuaskan Tuan,"


Ckckckck..


"Memuaskan? Apa kalian merenggut kesucian kekasih kalian?" Darrel semakin penasaran.


"Tentu saja Tuan, gadis mana yang tidak kamu renggut kesuciannya,"


Darrel semakin terperosok oleh mantra-mantra hasutan Paman Domanick setelah mendengarkan jawaban kedua anggota group Limson itu!


"Ya sudah pergi sana!"


"Baik kami permisi Tuan!"


Setelah kedua orang itu meninggalkan ruangan ketua, Darrel pun bersiap-siap untuk pulang ke mansion.


Sambil berjalan menuju parkiran Darrel bertanya-tanya pada dirinya sendiri.


"Apa di dunia ini hanya aku laki-laki yang masih perjaka?" Gumam Darrel.


"Tidak! Ada banyak anak sekolah Dasar yang masih perjaka," tiba-tiba Paman Gilbert muncul dari arah belakang dan menjawab pernyataan Darrel.


Membuat Darrel sedikit terkejut dan mencerna jawaban Paman Gilbert seperti sebuah ledekan.


"Paman kau disini?"


"Hmm, Paman mau memberkan daftar wilayah di Taiwan yang meminta kita memasok barang ke sana!"


"Paman masuk saja dan serahkan itu pada Austin!"


"Kau buru-buru?"


"Lumayan,"


"Kau masih perjaka?"


"Anu itu Paman a-aku,"


"Astaga diusia 28 tahun masih perjaka benar-benar tumpul pasti!" Paman Gilbert melirik kearah bawah sana.


Darrel pun hanya bisa menggaruk-garuk kepalanya.


"Ya sudah Paman masuk dulu! Ada-ada saja seorang ketua mafia terbesar masih perjaka ini wajib diangkat menjadi sebuah novel berjudul, Ketua Mafia Dan perjakanya!"


Ckckckck...


Walaupun Paman Gilbert berkata sambil melengos pergi tapi Darrel dapat mendengar apa yang dia katakan barusan. Setelah itu Darrel segera masuk kedalam mobil untuk pulang ke mansion.


Lagi-lagi didalam mobil bayang-bayang tubuh Qian terus menari-nari sepanjang perjalanan ke mansion didalam pikiran Darrel, kali ini Darrel bahkan membayangkan Qian yang sedang muncul dari balik kolam renang dan hanya memakai bi ki ni saja.


Membuat tubuh bagian depannya yang menonjol itu terlihat menggoda karena basah terkena air.


Ayo Der pulang-pulang jangan dibayangin doang, kalau dibayangin ga kerasa Der mending beneran dipegang di kremes-kremes gitu loh Der🤫