
Semua anggota group Limson saling melirik tidak tau harus bicara apa pada Dady Bright karena Domanick jelas saja melarang mereka memberitahukan keberadaannya.
Momy Anna dan Qian hanya melihat saja bagaimana Dady Bright meluluhlantakkan markas group Limson ini! Tidak menyerah, Dady Bright naik ke lantai atas menuju ruangan pribadi ketua group Limson.
Dibukanya pintu ruangan tersebut dan terlihat kosong, tetapi Dady Bright dapat mendengar suara-suara orang yang sedang mengobrol dari dalam ruangan tersebut.
"Nick pengecut keluar kau!"
Bragh..
Meja kerja ketua group Limson itu digebrak oleh kedua tangan Dady Bright membuat ketiga orang yang berada dikolong meja tersebut langsung terkejut.
"Sit!
"Sial"
Ketiganya mengumpat lalu keluar dari kolong meja.
"Bright kau datang kesini rupanya, ada apa Bright?" tanya Dady Domanick.
"Ada apa kau bilang?"
Dady Bright langsung menghampiri Paman Domanick kemudian mencengkram kerah kemeja Dady Domanick.
"Kau apakan anakku hah?"
"Dia sudah diobati kau jangan khawatir Bright dan ini turunkan lenganmu dari bajuku!"
"Jangan khawatir kau bilang? Anakku hampir mati dan kau suruh aku jangan khawatir, aku bunuh kau Nick!"
Satu tangan mengepal mengayun diudara untuk melayangkan pukulan diwajah Paman Domanick, akan tetapi dengan gampangnya Paman Domanick bisa menghindar.
Pukulan Dady Bright yang tidak bertenaga sama sekali itu jelas bukan tandingan Paman Domanick, berkali-kali Dady Bright menyerang untuk sekedar bisa memukul sekali saja wajah Paman Domanick, tetapi hasilnya selalu tidak kena.
"Sudahlah Bright hentikan! Ini sudah terjadi!" kata Paman Domanick.
"Ku bunuh kau Nick! Persetan denganmu Nick, kau bilang akan menjaga anakku tapi mana Nick?"
Karena terus berusaha memukul Paman Domanick walaupun tidak ada satupun yang mengenai tubuh atau wajah Paman Domanick, Paman Domanick pun kesal dan tidak memiliki cara lain untuk membuat tenang Bright selain dengan membalas sekali pukulan maut dari tangan kokoh Domanick.
Bug...
Dengan sangat kencang Paman Domanick meninju bagian wajah Dady Bright hingga Dady Bright pun pingsan seketika.
"Ya Tuhan Nick, kenapa ku balas pukulan Bright?" kata momy Anna yang buru-buru menolong suaminya.
"Sorry Anna, suamimu itu terus saja mengoceh dan berusaha memukulku,"
"Ayo bantu angkat!" kata momy Anna.
Akhirnya Dady Bright ditinggalkan di ruangan khusus ketua, sementara momy Anna, Qian dan yang lainnya menuju ruangan medis tempat Darrel dan Austin dirawat.
"Mungkin dulu aku mendukung apa yang Darrel mau, karena ini adalah kebahagiaannya dan apapun yang terjadi nanti itu adalah resiko dari pilihan yang dia pilih," kata momy Anna sambil memandangi wajah putranya yang belum siuman.
"Maaf Nyonya saya gagal melindungi Darrel," kata Austin.
"Tidak perlu minta maaf Austin ini semua resiko!" kata Paman Domanick.
Belum sempat momy Anna menjawab pertanyaan Qian! Darrel membuka kedua matanya.
"Hei men, bagaimana kau oke?" tanya Paman Domanick.
"Ya, aku tidak apa-apa Paman! Momy, Qian, kalian disini?" tanya Darrel.
"Der," Qian langsung memeluk Darrel.
"Aku tidak apa-apa Qian, hanya luka sedikit!"
Darrel melingkarkan tangannya dipinggul Qian, sementara Paman Domanick justru ingin tertawa melihat keponakannya itu sudah bisa bersentuhan dengan wanita bahkan didepan umum begini.
"Dadymu ada disini Der dia sangat marah besar!" kata momy Anna.
"Lalu kemana Dady?"
"Dia pingsan kena pukul Paman Nick,"
"Paman!" kata Darrel.
"Terpaksa Der kau seperti tidak tau Dadymu saja jika marah, dia kuat sekali mengomel! Kalua pingsan kan jadi dia diam tidak mengomel lagi,"
Setelah menunggu beberapa lama akhirnya Dady Bright siuman dan langsung menemui Darrel serta yang lainya di ruangan medis!
"Der, kita pulang dari sini Dady yang akan merawatmu langsung!"
"Dad tidak perlu berlebihan,"
"Berlebihan apa? Dady tidak akan lagi membiarkan ku dalam bahaya dan asal kau tau calon istrimu pun tidak mu kau menjadi ketua group Limson!"
"Iya Der, aku mohon berhenti!"
"Qian aku sudah bilang jangan dengarkan dadyku," kata Darrel.
"Ini bukan karena hasutan Paman Bright Der, tapi ini murni keinginanku!"
Terjadi perdebatan cukup rumit diantara Darrel, Qian dan Dady Bright. Tapi inti dari perdebatan ini, Darrel tetap kekeh ingin menjadi ketua group Limson dan Dady Bright mengalami sesak nafas akibat keputusan Darrel yang tidak bisa dia rubah.
"Dad, duduk dulu!" kata Momy Anna membantu Dady Bright untuk duduk disofa agar nafasnya bisa kembali stabil.
Diberikannya air minum oleh Paman Domanick untuk Dady Bright yang sedang mengalami sesak nafas!
"Nick, jika kau masih menganggap aku saudara kembarmu dan jika kau tidak mau putus hubungan darah denganku, maka gunakan hakmu untuk memberhentikan Darrel dari posisinya!" kata Dady Bright.
Karena sebagai pemilik saham tertinggi group Limson, Paman Domanick berhak untuk memberhentikan atau menunjuk ketua jika dia merasa itu perlu.
"Jangan Paman," kata Darrel yang terlihat sangat sedih.
Raut wajah Darrel tidak bisa berbohong, dia ingin mempertahankan kursinya sebagai ketua! Kedua mata Darrel sudah berkaca-kaca.
Coba itu Nick pilih putus hubungan darah sama Dady Bright atau pilih lihat keponakannya sedih dan terpukul karena dicopot sebagai ketua group Limson???